Rabu, 22 November 2017
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Ketua DPRD Inhil: Anggaran 2018 Masih Diprioritaskan ke Infrastruktur | 18:57 WIB - Polbeng Gelar Family Gathering dan Penanaman Pohon | 18:57 WIB - Dikeroyok dan Ditikam Hingga Tewas Karna Senggolan | 18:57 WIB - Rapat Paripuna DPRD Riau,Tiga Agenda Sekaligus | 18:57 WIB - Gubernur Andi Rahman dapat Kartu Anggota PGRI | 18:57 WIB - Pangdam Tinjau Wilayah Tugas Korem 081/DSJ
PROFIL
Miskin Karena Takut Berutang ?
Senin, 17 Oktober 2016 - 08:40:23 WIB

Jakarta - Berutang bagi beberapa orang menjadi suatu pilihan, sedangkan bagi yang lainnya berutang menjadi sebuah keharusan, kalau nggak ngutang nggak bisa hidup, katanya. Ada juga orang-orang yang takut berutang, mulai dari takut ditagih, takut tidak bisa membayar utang, takut utangnya dibawa mati, sampai takut kehilangan seluruh aset yang telah dimiliki karena memilih untuk berutang.

Utang bisa membuat jatuh miskin itu ada benarnya. Ketika seseorang memiliki suatu utang dengan jaminan tertentu, misalnya rumah, maka ketika orang tersebut tidak bisa membayar cicilan utang, rumah yang menjadi jaminan akan dipakai untuk melunasi sisanya. Malah, bisa saja rumah yang dipakai sebagai jaminan tidak cukup untuk melunasi utang-utangnya, sehingga orang yang punya utang harus melunasi sisa utangnya.

Meski benar adanya utang bisa membuat jatuh miskin, tapi seseorang juga akan tetap (merasa) miskin karena takut berutang, kan? Saat ini, orang yang tidak memiliki aset berupa properti atau kendaraan dianggap sebagai seseorang yang belum mapan, nah dengan utang semua syarat kemapanan tersebut bisa dibeli. Bahkan, utang bisa membuat anda memiliki aset berlimpah tanpa takut jatuh miskin.

Ada beberapa syarat yang harus anda penuhi bila anda tidak ingin jatuh miskin karena utang. Pertama, anda harus memilah mana utang produktif dan mana yang termasuk utang konsumtif. Apa itu utang produktif? Utang produktif adalah utang yang akan memberikan nilai tambah bagi kehidupan anda dan barang yang anda beli nilainya juga bertambah, contoh paling sederhana adalah utang untuk membeli rumah.

Sebaliknya, utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk hal-hal yang tidak memberikan nilai tambah selain kepuasan hawa nafsu, bila pun utang digunakan untuk membeli barang, biasanya barang yang dibeli nilainya turun. Utang konsumtif ini contohnya adalah menggunakan kartu kredit untuk belanja di mall, membiayai resepsi pernikahan dengan kredit tanpa agunan (KTA).

Kedua, ketahui risiko dari utang yang anda ambil. Biasanya orang-orang cenderung abai terhadap risiko dari sebuah utang, mereka terlalu terfokus pada besaran pinjaman, cepatnya pencairan dan tidak peduli pada bunga yang dibebankan. Padahal, bunga pinjaman merupakan sesuatu yang berpotensi membuat seseorang kesulitan melunasi pinjamannya.

Disadari atau tidak, besaran bunga terhadap pinjaman 'cepat cair' lebih besar dari besaran bunga pada pinjaman lainnya. Hal ini disebabkan adanya risiko lebih yang harus ditanggung oleh lembaga pemberi pinjaman (atau bank) dari si peminjam. Oleh karena itu, jangan senang dulu bila ada yang menawarkan pinjaman cepat dan tanpa jaminan, karena itu bisa sangat membebani keuangan anda.

Ketiga, anda harus memiliki pengelolaan utang yang baik. Artinya, anda harus mempertimbangkan, apakah penghasilan anda cukup untuk membayar utang anda. Para perencana keuangan biasanya memberikan batas maksimum cicilan adalah sebesar 30% dari penghasilan bulanan. Selain itu, pastikan juga apabila anda berutang, apakah aset anda cukup untuk membayar sisa utang bila suatu hari anda tidak bisa membayar lagi cicilannya?

Lalu, kenapa 30% tidak 50% saja besaran utang dari penghasilan? Sebetulnya persentase ini tergantung terhadap penghasilan masing-masing dari anda semua, bahkan anda bisa berutang dengan rasio 90% dari penghasilan anda. Akan tetapi, satu hal yang harus ditanyakan kembali kepada anda, berapa besar persentase pengeluaran anda untuk biaya bulanan seperti makan dan transportasi setiap bulannya? Bila ternyata 80% dari gaji bulanan, bahkan 30% untuk utang dari penghasilan terlalu besar bagi anda.

Kemapanan, kekayaan, gaya hidup mewah memang menjadi dambaan setiap orang, dan anda bisa mencapainya dengan berutang. Namun, harus diingat bahwa anda harus pintar-pintar memilih utang agar yang anda capai adalah kekayaan yang hakiki. Jangan sampai, anda memiliki gaya hidup mewah yang berasal dari utang kartu kredit, nantinya bukan untung yang anda raih, tapi malah kemalangan yang tak dapat anda tolak.***)
   


Galeri   + Index Galeri
Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
Profil | Redaksi | Index
Pedoman Berita Siber

Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan