Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Pemerintah Provinsi Riau mau mengambil alih membangun Jembatan Selat Rengit (JSR) yang ...[read more] "> Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Pemerintah Provinsi Riau mau mengambil alih membangun Jembatan Selat Rengit (JSR) yang " />
Rabu, 23 09 2020
Follow Us:
18:02 WIB - Personil Polsek Kerinci Kanan Laksanakan Operasi Yustisi di Wilayah Hukumnya | 18:02 WIB - Personil Polsek Siak Terus Lakukan Operasi Yustisi Penerapan Prokes | 18:02 WIB - Eed Engah silahturahmi dengan Masyarakat Siak Kecil | 18:02 WIB - Menkumham Yasonna Laoly Kembali Tegaskan Kesiapan Indonesia | 18:02 WIB - Gubri Teken Nota Kesepakatan KUA – PPAS | 18:02 WIB - Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar Santri
/ Meranti / Pemkab Meranti Harap Pemprov Riau Ambil Alih Pembangunan JSR /
Pemkab Meranti Harap Pemprov Riau Ambil Alih Pembangunan JSR
Rabu, 26 Agustus 2020 - 08:57:03 WIB
 
MERANTI (Bidikonline) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Pemerintah Provinsi Riau mau mengambil alih membangun Jembatan Selat Rengit (JSR) yang menghubung dua pulau, Tebingtinggi dengan Pulau Merbau.

Harapan itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi beberapa waktu lalu. Kata Irwan, untuk saat ini, sangat tidak mungkin lagi membangun JSR dengan uang kabupaten. Pasalnya, harga material sudah pasti tinggi jika dibandingkan saat menganggarkan. JSR sendiri dianggarkan lebih kurang Rp 460 miliar pada APBD Meranti tahun jamak 2012 - 2014.

Kata Bupati Irwan, harapan kepada Pemprov mau mengambil alih membangun JSR ini atas dasar keadilan. Dimana, Pemprov Riau membangun beberapa jembatan layang di Pekanbaru yang notabenenya tak ada sungai. Sedangkan di Meranti, JSR sangat diharapkan wujudnya. Hal itu guna mempelancar akses warga menuju ibukota demi meningkatkan perekonomian.

Harapan itu pula, tak muluk. Selain pernah menjadi bupati di Kepulauan Meranti, Syamsuar juga didukung penuh masyarakat Kota Sagu saat bertarung di 2019 silam dan menang di Kepulauan Meranti.

Gubri Syamsuar ketika ditanya perihal harapan Pemkab agar pembangunan JSR diteruskan, belum bisa memastikan. Katanya, harus dilihat dulu kondisi seperti apa. Ia pun belum tahu pasti apakah Pemprov Riau boleh mengambil alih pembangunan JSR karena katanya pembangunan JSR bermasalah hukum.

"Kita pelajari dulu, sesuai aturan. Dia tak bisa main ambil saja. Karena itukan ada masalah hukum," ujar Syamsuar.

Meski demikian, Syamsuar berjanji akan berkoordinasi dengan bupati Kepulauan Meranti yang akan datang. Terutama terkait anggaran, mengingat JSR harus didesign ulang. "Ini kan sudah lama DED nya. Kalau DED sudah lama harus diperhitungkan balik. Harus dicek lagi sebab tak sesuai lagi dengan anggaran sekarang. Kami pelajari dulu peraturan agar kami tidak salah dan nanti akan kita koordinasikan dengan bupati yang akan datang," ungkap Syamsuar. (ckp)


Berita Lainnya :
  • Personil Polsek Kerinci Kanan Laksanakan Operasi Yustisi di Wilayah Hukumnya
  • Personil Polsek Siak Terus Lakukan Operasi Yustisi Penerapan Prokes
  • Eed Engah silahturahmi dengan Masyarakat Siak Kecil
  • Menkumham Yasonna Laoly Kembali Tegaskan Kesiapan Indonesia
  • Gubri Teken Nota Kesepakatan KUA – PPAS
  • Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar Santri
  • Walikota Dumai Hadiri Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama
  • Gubri Hadiri Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020
  • Sekda Kampar Pimpin Rapat Realisasi Renaksi Korsupgah KPK
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan