Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap kepolisian. Dia dibawa dari Malaysia ke Indonesia ...[read more] "> Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap kepolisian. Dia dibawa dari Malaysia ke Indonesia " />
Selasa, 04 08 2020
Follow Us:
17:48 WIB - Miris,Satu Keluarga Masyarakat Desa Balefadorotuho di Keluarkan dari Kependudukan | 17:48 WIB - Warga Diingatkan Harus Jaga Jarak | 17:48 WIB - Gubri Syamsuar Sebut Swab Massal Solusi Putus Penyebaran Covid-19 | 17:48 WIB - Diskes Riau Dorong Pemkab Rohil Tingkatkan Tracing Kontak Pasien Covid-19 | 17:48 WIB - Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil | 17:48 WIB - Pemprov Riau Gelar Tes Swab Massal PNS dan THL
/ Nasional / Polisi Tangkap Djoko Tjandra /
Polisi Tangkap Djoko Tjandra
Jumat, 31 Juli 2020 - 13:33:57 WIB

Jakarta (Bidikonline.com)  - Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap kepolisian. Dia dibawa dari Malaysia ke Indonesia dan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan kabar tersebut. Djoko Tjandra dalam proses pemulangan dari Malaysia ke Indonesia.

"Ya benar saya sedang menuju Bandara untuk menjemput," kata Argo lewat pesan singkat, Kamis (30/7/2020).

Sejauh ini, kuasa hukum Djoko Tjandra belum memberikan tanggapan.

Diketahui, Djoko Tjandra sempat berada di Indonesia tanpa terdeteksi aparat penegak hukum dan pihak keimigrasian. Bahkan, dia sempat membuat E-KTP dan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni.

Kemudian, Djoko Tjandra berhasil keluar dari Indonesia menuju Malaysia. Menurut penuturan pengacara, Djoko Tjandra sakit dan berobat di Malaysia.

Djoko Tjandra tidak pernah hadir dalam sidang PK di PN Jaksel. Selamat empat persidangan tidak hadir. Menurut pengacara, Djoko Tjandra masih sakit sehingga tidak bisa menghadiri persidangan.

Walhasil, PN Jakarta Selatan tidak menerima permohonan PK Djoko Tjandra. Permohonannya tidak dilanjutkan ke Mahkamah Agung.

Sejauh ini, telah ada sejumlah jenderal di Polri dan jaksa yang diduga membantu Djoko Tjandra.

Sebanyak tiga Pati Polri itu adalah Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte yang dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, serta Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo yang dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Teranyar, Kejaksaan Agung mencopot Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari dari jabatannya. Pinangki dicopot dari jabatannya karena diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 2019 lalu.

Polri juga baru saja menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka. Dia diduga turut berperan dalam pelarian Djoko Tjandra selama menjadi buronan. (ckp)


Berita Lainnya :
  • Miris,Satu Keluarga Masyarakat Desa Balefadorotuho di Keluarkan dari Kependudukan
  • Warga Diingatkan Harus Jaga Jarak
  • Gubri Syamsuar Sebut Swab Massal Solusi Putus Penyebaran Covid-19
  • Diskes Riau Dorong Pemkab Rohil Tingkatkan Tracing Kontak Pasien Covid-19
  • Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil
  • Pemprov Riau Gelar Tes Swab Massal PNS dan THL
  • Masyarakat Minta Polda Riau Seret Pelaku Karhutla di Merbau
  • Budi Yuwono: 9 orang Terkonfirmasi Positif Covid 19, 2 Orang Sembuh
  • Koramil 03/Siak, Polsek Kerinci Kanan dan Upika Siaga di Pos
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan