Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT memprediksi dua minggu ke depan kalau tidak ada penambahan kasus positif Covid-19, Kota Pekanbaru masuk ...[read more] "> Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT memprediksi dua minggu ke depan kalau tidak ada penambahan kasus positif Covid-19, Kota Pekanbaru masuk " />
Selasa, 11 08 2020
Follow Us:
20:28 WIB - Polisi Periksa Anji soal Video Obat Corona Hari Ini | 20:28 WIB - Pemkab Bengkalis Ikuti Vidcon Hari Jadi Provinsi Riau Ke–63 | 20:28 WIB - Sekda Siak Vidcon Bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan RI | 20:28 WIB - Klaster Update Covid-19, Penjelasan Sekretariat Gugus Covid-19 | 20:28 WIB - Hadapi Covid-19, Pemkab Siak Perkuat Cadangan Pangan | 20:28 WIB - DPRD Kota Pekanbaru Usulkan Ranperda Inisiatif Pendidikan Diniyah Non-Formal
/ Pekanbaru / Pekanbaru Segera Masuki Zona Hijau /
Jika Tak Ada Penambahan,
Pekanbaru Segera Masuki Zona Hijau
Rabu, 08 Juli 2020 - 15:33:44 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT memprediksi dua minggu ke depan kalau tidak ada penambahan kasus positif Covid-19, Kota Pekanbaru masuk ke zona hijau.

Walikota mengatakan, saat ini rasio penularan Virus Corona atau Covid-19 di bawah angka 1. Secara umum atau data nasional, Provinsi Riau kini sudah masuk zona hijau. Sebab, hanya dua provinsi di Indonesia yang masih zona merah.

"Alhamdulillah kita sekarang berstatus zona kuning, pasien positif Covid-19 yang masih dirawat tinggal 9 orang dan rasio penularan kita 0,8. Kalau dua minggu kedepan tidak ada lagi yang dirawat, kita bisa masuk zona hijau," kata Walikota.

Walikota meminta agar masyarakat tetap waspada dan bersikap jujur jika mengalami gejala-gejala seperti Covid-19. Masyarakat diminta segera lakukan pemeriksaan ke  tempat layanan kesehatan atau rumah sakit.

Sehingga, penanganan dapat segera dilakukan dan penularan semaksimal mungkin dapat ditekan. Pemerintah Kota (Pemko) juga secara mobile masih jemput bola untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sejauh ini sudah 11 kecamatan dilakukan rapid test massal. Di Kecamatan Senapelan yang 11 kali dilakukan rapid test. Selanjutnya, akan ada agenda yang sama di Kecamatan Limapuluh.

"Masyarakat harus jujur dan segera memeriksakan dirinya jika sakit. Kejujuran kita ini dapat menyelamatkan keluarga kita, sahabat-sahabat dan orang lain," jelasnya.

Ia juga menyinggung kasus penularan Covid-19 dari Klaster BRI KCP Sudirman dan Klaster Palembang beberapa waktu lalu, sebagai contoh dari ketidakjujuran pasien Covid-19. Pasien pertama dari Klaster BRI KCP Sudirman justru bepergian keluar kota ketika diminta isolasi mandiri.

Sedangkan pasien pertama dari Klaster Palembang enggan segera memeriksakan kesehatan. Ketika kondisi sudah cukup parah baru pergi ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia. (rlc)


Berita Lainnya :
  • Polisi Periksa Anji soal Video Obat Corona Hari Ini
  • Pemkab Bengkalis Ikuti Vidcon Hari Jadi Provinsi Riau Ke–63
  • Sekda Siak Vidcon Bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan RI
  • Klaster Update Covid-19, Penjelasan Sekretariat Gugus Covid-19
  • Hadapi Covid-19, Pemkab Siak Perkuat Cadangan Pangan
  • DPRD Kota Pekanbaru Usulkan Ranperda Inisiatif Pendidikan Diniyah Non-Formal
  • Gelapkan Motor, Wartawan Gadungan Digulung Polisi
  • 20 Pasien di Siak Dinyatakan Sembuh Covid-19
  • Kecelakaan Beruntun di Tugu Zapin, 4 Mobil Rusak Parah
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan