Dalam melakukan pencegahan dan pengamanan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang dikenal COVID 19, Dewan Perwakilan Rakya...[read more] "> Dalam melakukan pencegahan dan pengamanan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang dikenal COVID 19, Dewan Perwakilan Rakya" />
Selasa, 26 Mei 2020
Follow Us:
17:12 WIB - Hari Raya Idul Fitri, Hotspot Terdeteksi di Dumai dan Siak | 17:12 WIB - 307.193 Pelanggan PLN Riau Dapat Stimulus Listrik Gratis | 17:12 WIB - Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan | 17:12 WIB - BMKG: Hari Ini Sebagian Wilayah Riau akan Diguyur Hujan | 17:12 WIB - Pria Ini Tikam Anggota BPD Hingga Tewas | 17:12 WIB - 376 Warga Binaan Lapas Kelas II A Tembilahan Terima Remisi Idul Fitri
/ Bengkalis / Ketua DPRD Pimpin Rakor Penyuluhan Covid-19 Bersama Lintas Komisi dan Pemda Bengkalis /
Ketua DPRD Pimpin Rakor Penyuluhan Covid-19 Bersama Lintas Komisi dan Pemda Bengkalis
Sabtu, 04 April 2020 - 14:33:24 WIB

Bengakalis (Bidikonline.com) -
Dalam melakukan pencegahan dan pengamanan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang dikenal COVID 19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis bersama Pemkab Bengkalis dan unsur terkait mengelar Rapat koordinasi (rakor) gugus tugas percepatan penanggulangan penyebaran virus corona, yang diadakan diruang rapat paripurna lantai ll gedung DPRD Bengkalis, Selasa (24/03/2020) pagi. Rakor tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H Khairul Umam dan seluruh anggota lintas komisi di DPRD Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan dari eksekutif, turut dihadiri Plh Bupati Bengkalis H Bustami HY dan sejumlah undangan dari kepala Perangkat Daerah (PD) terkait, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkalis diantaranya Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH, Kodim 0303, Kepala KPPBC Bengkalis Tipe Madya A Ony Ipmawan dan sejumlah stakeholder dari Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis.

Dalam rakor tersebut, Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam dan seluruh anggota DPRD Bengkalis mempertanyakan, sejauh mana kondisi terakhir penanganan Covid-19 melalui gugus tugas yang telah di SK kan tersebut.
Sebelumnya, Khairul Umam menyampaikan, jika DPRD Kabupaten Bengkalis juga merasakan kondisi yang hari ini Indonesia umumnya dan Bengkalis pada khususnya turut menjadi daerah pandemi yang menjadi penyebaran virus Covid-19.

Sehingga dalam penganganan wabah Covid-19 ini, DPRD Bengkalis turut mengambil langkah sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) serta Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) sebagai turunannya.

Khairul Umam dalam rakor tersebut turut menyampaikan sejumlah imbauan, yang nantinya disampaikan kepada masyarakat.

Imbauan pertama yaitu, agar masyarakat tetap tenang jangan resah dan tidak menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenaranya.

Kemudian, imbauan kedua, sambungnya, masyarakat diimbau untuk tetap melakukan prilaku hidup bersih dan sehat yaitu dengan melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.

Selanjutnya, ketiga adalah terus menjaga kesehatan dengan perbanyak makan buah dan sayur.

Keempat, jaga kesehatan yaitu rajin olahraga dan aktifitas fisik dan Kelima, kalau sakit segera periksa ke fasilitas kesehatan.

"Dalam hal menyikapi dan menanggapi masukan serta pendapat-pendapat dari para peserta, kepada dinas terkait khususnya Dinas Kesehatan jangan ketakutan betul untuk menggunakan anggaran, InsyaAllah sudah ada aturan masalah anggaran kita akan selesaikan dan sepakati oleh kita bersama," ungkap H.Khairul Umam dihadapan unsur Forkopimda dan peserta rapat lainnya.

Di komisi IV Fraksi Golkar Rahma Yenni mengatakan, meminta pendataan kembali karena khususnya di wilayah puskesmas atau tepatnya di dapil mendapat kesulitan mendeteksi terkait tenaga kerja Indonesia yang pulang dari negeri jiran yang terpapar Covid-19 yang berstatus ODP ini sulit untuk diketahui.
Anggota Komisi IV, Fraksi Demokrat dr.Moris Bationg Sihite pada rakor tersebut mengutarakan selain pelabuhan resmi ditutup sementara, pelabuhan tikus (ilegal) juga harus dijaga ketat.

Menambah hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi PKB Irmi Syakip Arsalan, menyikapi wabah Covid-19 ini, ia meminta dipertegas tentang keterlibatan atau arahan kerja yang melibatkan unsur penyelenggara pemerintah desa.

Selain itu, sambung Irmi Syakip, keterlibatan atau arahan ini juga perlu disampaikan kepada perangkat desa dari jenjang paling rendah, mulai dari RT, RW dan kepala dusun.
Kemudian lagi, perlunya dilakukan pengawasan di jalur lintas atau transportasi mulai dari pelabuhan Roro serta melakukan pemantauan agar Orang Dalam Pengawasan (ODP) benar-benar bisa dikenali.

"Di himbau juga agar seluruh kecamatan dan desa melaksanakan penyemprotan disinfektan secara merata dan tidak hanya secara simbolis, namun benar-benar serius dalam penanganan wabah Covid-19 ini,'' ujar Irmi Syakip Arsalan.

Dikesempatan itu dari Fraksi PKS Abi Bahrun, menguraikan dampaknya Covid-19 pada acara rapat penyuluhan diruang rapat kantor DPRD Bengkalis, selain RSUD Bengkalis, Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan tempat cadangan untuk penanganan Covid-19 ini, bagaimana mengantisipasi dan menangulanginya.
Sementara itu sebelumnya Plh Bupati H Bustami juga memerintahkan Kepala Satpol PP untuk bertindak tegas menutup warung internet (warnet) karena kebijakan Pemerintah meliburkan sekolah agar para pelajar tidak berkeliaran di luar rumah dan melakukan karantina mandiri yaitu tidak keluar rumah, namun kenyataannya orangtua malah membiarkan anak-anaknya bermain di warnet.

Nantinya dengan Covid Center tersebut, Jubir yang telah ditunjuk akan memberikan keterangan resmi terkait perkembangan covid-19 setiap harinya di Kabupaten Bengkalis. Sehingga informasi yang tersebar tidak simpang siur dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu kepada masyarakat dan rekan-rekan wartawan agar dapat memanfaatkan posko tersebut untuk mendapatkan data dan informasi penting terkait Covid-19,” kata Bustami.

Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk menahan diri agar tidak melakukan aktifitas yang tidak penting di luar rumah serta tidak berkumpul-kumpul di luar rumah seperti kedai kopi, cafe dan rumah makan.
Kalaupun ingin makan atau minum kami anjurkan untuk membungkusnya dan makan di rumah, mengurangi berinteraksi di luar rumah. Salah satu upaya yang ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya Bengkalis.

“Tidak hanya itu, kita mengharapkan agar diskotik, tempat hiburan, karaoke, warnet, rumah makan dan cafe segera diawasi, selain itu, kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas yang melibatkan orang ramai,” tuturnya.
“Jadi jika terjadi kelangkaan atau penumpukan terhadap bahan pokok tersebut Pemerintah Daerah bekerjasama dengan TNI/Polri dalam melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang melakukan penumpukan bahan pokok itu dan akan diberikan sanksi, "katanya.

Lanjut Plh Bupati Bengkalis dalam paparannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis saat ini telah membentuk gugus tugas penanganan Covid-19, dan telah ditetapkan status siaga darurat bencana non alam.

Terkait penutupan Pelabuhan Bandar Internasional Sri Setia Raja lanjut Sekretaris Daerah Bengkalis itu, banyak WNI dari Bengkalis yang berada di Malaysia, pulang melalui Pelabuhan di Tanjung Balai. Kabarnya, ada sebanyak 81 orang akan kembali ke Bengkalis melalui pelabuhan di Tanjung Balai, dan 12 orang lewat Pelabuhan di Selat Panjang, artinya sebanyak 81 orang akan kembali lewat Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis hari ini.

Sebagai antisipasi, tenaga kesehatan akan dikerahkan untuk melakukan pengecekan suhu badan di Pelabuhan Bandar Sri Laksamana, ketika terdapat yang suhu nya melebihi 38 derajat, akan langsung kita isolasikan dan dilakukan pemantauan,” ucap Bustami.
Masih kata Plh Bupati, selain RSUD Bengkalis, Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan tempat cadangan untuk penanganan Covid-19 ini, diantaranya Balai Diklat, dan Wisma Atlit.

Kedua tempat tersebut nantinya akan kita jadikan sebagai tempat Penanganan Covid-19 jika terjadi peningkatan jumlah pasien,” imbuhnya.

Di Bengkalis sendiri, sambung Bustami masih terdapat beberapa pelabuhan tikus (pelabuhan tidak resmi) yang beroperasi di wilayah Bengkalis dan Bantan, dimana banyak WNI yang pulang melalui pelabuhan tersebut.

Pada akhir paparannya, Bustami menjelaskan kondisi terkini di Bengkalis terhadap Covid-19. Dimana di Negeri Junjungan tersebut telah terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 sebanyak 20 orang, dan Pasien Dalam Pengawas (PDP) mencapai 5 orang, dan yang telah di pulangkan sebanyak 3 orang, tetapi masih dalam pengawasan.

Rianto, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis angkat bicara soal Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan Covid-19. Menurut Rianto, seluruh elemen pengambil kebijakan di negeri junjungan termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkompida) menunjukkan semangat yg luar biasa dalam menghadapi pandemi covid19.

Dalam rapat lintas komisi tersebut, turut hadir organisasi profesi semacam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan organisasi lainnya.  
"Semangat luar biasa ini, tercermin dari banyaknya masukan dan harapan bagaimana menyikapi dan melakukan pencegahan agar tidak merebaknya wabah covid19, khususnya di wilayah Kabupaten Bengkalis,"kata Rianto.

Lebih lanjut Rianto menjelaskan,  dari sejumlah masukan yang diterima, ada masukan dari Dandim 0303/ Bengkalis agar penumpang di pelabuhan Roro, tidak keluar dari kendaraannya (roda 4) dan menghindari kerumunan bagi pengendara roda 2.
"Masukan ini perlu juga diindahkan mengingat sulitnya melakukan pengecekan penumpang satu persatu karena akan memakan waktu dan menimbulkan masalah baru. Pendapat - pendapat lain banyak disampaikan oleh beragam pihak. Semua demi tidak mewabahnya covid19 di kabupaten Bengkalis nantinya,"katanya lagi.

Begitu pula dengan aktifitas keramaian atau pengumpulan massa. Dalam hal ini, katanya. Pihak kepolisian telah mengimbau, agar masyarakat menunda terlebih dahulu hajatan yang bisa mengumpulkan massa dalam jumlah banyak, salah satunya pesta pernikahan.

Sehingga, upaya mengantisipasi wabah Covid-19 bisa terlaksana dengan baik dan Bengkalis selamat dari

Dibagian lain, Rianto menegaskan, untuk Alat Pelindung Diri (APD) sangat diharapkan oleh para petugas lapangan menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut.

Namun, kondisi yang hari ini terjadi adalah kelangkaan barang yang sangat luar biasa. Kalaupun ada, harganya sudah sangat tidak masuk akal.

Informasi yang terdengar, harga masker yang normalnya hanya berkisar Rp. 20 ribu sampai dengan Rp 30 ribu, kini telah melambung tinggi hingga 200 kali lipat. Update informasi terakhir, harga masker perkotaknya sudah mencapai Rp 500 ribu,"tuturnya.

Berkenaan dengan itu pula, sambungnya, pihak Imigrasi Bengkalis dalam rapat juga menyampaikan, jika pemerintah pusat telah membuka peluang untuk meng-impor APD dengan meniadakan bea masuk dan perizinan yang

Untuk ketersediaan APD ini, tinggal lagi bagaimana pemerintah daerah mengambil tindakan atas kemudahan ini. Selain itu, dipertegas juga, bahwa saat ini, pengurusan paspor akan ditunda hingga beberapa waktu kedepan.
Ia menambahkan, soal suplemen yang akan diberikan kepada petugas lapangan, juga menjadi masukan dalam rapat tersebut.

"Insya Allah gugus tugas yang sudah dibentuk dan langsung dikomandoi oleh Plh. Bupati Bengkalis akan memperhatikan hal tersebut, terkait anggaran, DPRD Bengkalis akan melakukan rapat internal membahas tindak lanjut dari rapat

Dikatakan Rianto, DPRD bersama-sama akan memikirkan hal ini, mengingat hal ini sudah mengkhawatirkandan juga sesuai dengan instruksi presiden No. 4 tahun 2020 dan turunannya Permendagri dan Permenkeu, maka perubahan anggaran akan dilakukan secepatnya.

Ia juga berharap, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder lainnya serius menyikapi perkembangan covid19 ini di kabupaten Bengkalis. Semua masukan dan harapan ditampung demi meminimalisir penyebaran wabah virus

"Semua upaya ini akan sangat tidak berarti jika tidak ada peran serta dari masyarakat. Imbauan untuk di rumah saja, hendaknya dipatuhi demi meminimalisir penyebaran Covid-19,"ujarnya.

Sarankan tak ke luar rumah,
Dibagian lain, Rianto menegaskan, untuk mencegah wabah Covid-19, semua masyarakat turut berperan, perannya tak lain adalah mulai mencegah penyebaran virus ini dari diri sendiri dan keluarga serta lingkungan.

Selain itu mengimbau, untuk membatasi diri berkumpul dan keluar rumah jika memang tidak ada keperluan yang mendesak.

"Biarlah anak - anak kita menangis karena dilarang keluar rumah, daripada kita yang menangis karena terpapar virus ini dan menjadi korban. Tak dapat dibayangkan jika bagian dari keluarga kita menjadi penambah statistik korban meninggal, dan kita tak mampu mengantarkan ke peristirahatan terakhir dengan selayaknya,"tutup Rianto.
(Adv/Tonagian)


Berita Lainnya :
  • Hari Raya Idul Fitri, Hotspot Terdeteksi di Dumai dan Siak
  • 307.193 Pelanggan PLN Riau Dapat Stimulus Listrik Gratis
  • Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan
  • BMKG: Hari Ini Sebagian Wilayah Riau akan Diguyur Hujan
  • Pria Ini Tikam Anggota BPD Hingga Tewas
  • 376 Warga Binaan Lapas Kelas II A Tembilahan Terima Remisi Idul Fitri
  • 373 Warga Binaan Lapas Kelas II B Pasirpengaraian Dapat Remisi
  • Gubri Minta ASN dan THL Pemprov Riau Kembali Kerja Besok
  • Gubri Rayakan Ulang Tahun Rumah Sakit Arifin Achmad ke 44
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan