Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa tanaman pangan menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat...[read more] "> Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa tanaman pangan menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat" />
Minggu, 05 April 2020
Follow Us:
14:21 WIB - Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tinjau RSUD Selasih Tangani Covid-19 | 14:21 WIB - 226 Jemaat Gereja Bethel Indonesia Terindikasi Positif Covid-19 | 14:21 WIB - Warga Tionghoa Bengkalis Salurkan 5.300 Paket Bahan Pangan | 14:21 WIB - Gubri Minta Bupati dan Walikota Berikan Keringanan Pajak ke Pelaku Usaha | 14:21 WIB - Wako Dumai Prihatin PDP di Dumai Terpapar Covid-19 | 14:21 WIB - Bupati Inhil Inspeksi Mendadak ke Bulog
/ Riau / Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau /
Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
Kamis, 27 Februari 2020 - 21:00:11 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa tanaman pangan menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini.

Pasalnya, Riau memiliki lahan yang cukup luas namun belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya terutama tanaman pokok seperti padi.

"Kita belum mencukupi untuk masyarakat Riau," katanya saat memberikan penyampaian saat acara temu ramah bersama Mahasiswa Perikanan Indonesia Wilayah I, yang berlangsung di Gedung Daerah Pauh Janggi Provinsi Riau, Rabu malam (26/2/2020).

Syamsuar juga menyebutkan, saat ini Riau hanya mampu memenuhi 35% kebutuhan masyarakatnya, 65% lagi dibantu oleh Provinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat bahkan Pelembang.

"Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita, lahan luas tapi untuk kebutuhan masyarakat sendiri masih kurang," ujarnya.

Ia menuturkan, jika terjadi bencana alam atau hal lainnya yang mengakibatkan putusnya arus transportasi, maka dikhawatirkan Riau akan kekurangan bahan makanan pokok.

Ia menjelaskan, permasalah tersebut terjadi karena banyaknya lahan padi alih fungsi menjadi tanaman sawit. Hal ini dikarenakan mindset masyarakat bahwa sawit satu-satunya tanaman yang bernilai ekonomi tinggi padahal masih banyak yang lainnya.

"Pola pikir inilah yang akan kita ubah, harusnya lahan pangan ya untuk pangan jangan diubah, kebun ya kebun," tuturnya.

Syamsuar menambahkan, banyaknya lahan alih fungsi ini juga menjadi kendala dalam meningkatkan hasil pangan di Riau. Namun jika bersungguh-sungguh, ia yakin Provinsi Riau mampu meningkatkan hasil pangannya.

"Kita pasti mampu meningkatkan hasil pangan di Riau, padi kan semua butuh," terang Datuk Seri Setia Amanah ini. (adv)


Berita Lainnya :
  • Wakil Ketua DPRD Pelalawan Tinjau RSUD Selasih Tangani Covid-19
  • 226 Jemaat Gereja Bethel Indonesia Terindikasi Positif Covid-19
  • Warga Tionghoa Bengkalis Salurkan 5.300 Paket Bahan Pangan
  • Gubri Minta Bupati dan Walikota Berikan Keringanan Pajak ke Pelaku Usaha
  • Wako Dumai Prihatin PDP di Dumai Terpapar Covid-19
  • Bupati Inhil Inspeksi Mendadak ke Bulog
  • Pandemi Corona, Pemko Pekanbaru Segera Terapkan Jam Malam
  • Satu Keluarga Tewas Terjatuh ke Lubang Septic Tank Rumah
  • Ketua DPRD Pimpin Rakor Penyuluhan Covid-19 Bersama Lintas Komisi dan Pemda Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan