Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. ...[read more] "> Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. " />
Rabu, 15 Juli 2020
Follow Us:
Selasa, 14 Juli 2020 - 21:23 WIB
Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Riau
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:02 WIB
Walikota Terima Piagam Penghargaan dari PUTRI Riau
Selasa, 14 Juli 2020 - 19:56 WIB
Bupati Siak Alfedri Tanam Perdana Kebun PSR Sialang Baru
19:56 WIB - Pantai Ladeha Nias Selatan Makan Korban | 19:56 WIB - Gubri Minta ASN Jadi Pelopor Penerapan Protokol Covid-19 | 19:56 WIB - Bupati Catur: Bukan untuk Pencitraan, Ini Bentuk Tanggungjawab Saya | 19:56 WIB - Muslimawati Catur; Siap Bersinergi Dengan UP Tuanku Tambusai | 19:56 WIB - Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Riau | 19:56 WIB - Walikota Terima Piagam Penghargaan dari PUTRI Riau
/ Hukum / Jasad 903 Janin Manusia di Jakarta Dibuang Dalam Septic Tank /
Jasad 903 Janin Manusia di Jakarta Dibuang Dalam Septic Tank
Sabtu, 15 Februari 2020 - 12:47:49 WIB

JAKARTA (Bidikonline.com)- Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. Salah seorang dokter yang terlibat dalam aksi aborsi ini sudah diamankan polisi.

"Janin biasa ditemukan di septic tank," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.

Tujuan dibuang ke septic tank adalah  untuk menghilangkan jejak. Saat digerebek, didapati janin berusia 6 bulan dan pasien yang akan melakukan aborsi.

Pasien Klinik Paseban, seperti dihimpun dari vivanews berasal dari seluruh Indonesia lantaran informasi praktik ini disebar melalui sebuah website. Kebanyakan mereka yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah dan tuntutan pekerjaan.

"Rata-rata yang aborsi karena hamil di luar nikah, adanya kontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil, atau gagal (program) KB (Keluarga Berencana)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, praktik klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat, terbongkar. Polisi mencokok tiga orang diduga sebagai pelakunya. Mereka adalah seorang dokter berinisial A, bidan berinisial RM, dan karyawan berinisial SI.

"Klinik ini tanpa nama, tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website.  Dia (A) ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena desersi enggak pernah masuk, dia dipecat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.

Tercatat 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu, dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.(rsc)


Berita Lainnya :
  • Pantai Ladeha Nias Selatan Makan Korban
  • Gubri Minta ASN Jadi Pelopor Penerapan Protokol Covid-19
  • Bupati Catur: Bukan untuk Pencitraan, Ini Bentuk Tanggungjawab Saya
  • Muslimawati Catur; Siap Bersinergi Dengan UP Tuanku Tambusai
  • Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Riau
  • Walikota Terima Piagam Penghargaan dari PUTRI Riau
  • Bupati Siak Alfedri Tanam Perdana Kebun PSR Sialang Baru
  • Bupati Kampar Berkomitmen Naikkan Anggaran Pelayanan Pengobatan Gratis
  • Pemkab Rohil Putuskan Tiadakan Pawai Idul Adha
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan