Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. ...[read more] "> Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. " />
Jum'at, 28 Februari 2020
Follow Us:
Kamis, 27 Februari 2020 - 21:17 WIB
Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau
Kamis, 27 Februari 2020 - 21:00 WIB
Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
Kamis, 27 Februari 2020 - 20:45 WIB
Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Haji dan MTQ
20:45 WIB - Bupati Alfedri Hampiri Lautan Manusia di MTQ ke XIX Tualang | 20:45 WIB - Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau | 20:45 WIB - Bupati Kampar Hadiri Pengukuhan Gelar Adat Persukuan Kampai | 20:45 WIB - Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau | 20:45 WIB - Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Haji dan MTQ | 20:45 WIB - Bupati Inhu Hadiri Grand Launching IPEKA
/ Hukum / Jasad 903 Janin Manusia di Jakarta Dibuang Dalam Septic Tank /
Jasad 903 Janin Manusia di Jakarta Dibuang Dalam Septic Tank
Sabtu, 15 Februari 2020 - 12:47:49 WIB

JAKARTA (Bidikonline.com)- Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. Salah seorang dokter yang terlibat dalam aksi aborsi ini sudah diamankan polisi.

"Janin biasa ditemukan di septic tank," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.

Tujuan dibuang ke septic tank adalah  untuk menghilangkan jejak. Saat digerebek, didapati janin berusia 6 bulan dan pasien yang akan melakukan aborsi.

Pasien Klinik Paseban, seperti dihimpun dari vivanews berasal dari seluruh Indonesia lantaran informasi praktik ini disebar melalui sebuah website. Kebanyakan mereka yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah dan tuntutan pekerjaan.

"Rata-rata yang aborsi karena hamil di luar nikah, adanya kontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil, atau gagal (program) KB (Keluarga Berencana)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, praktik klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat, terbongkar. Polisi mencokok tiga orang diduga sebagai pelakunya. Mereka adalah seorang dokter berinisial A, bidan berinisial RM, dan karyawan berinisial SI.

"Klinik ini tanpa nama, tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website.  Dia (A) ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena desersi enggak pernah masuk, dia dipecat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.

Tercatat 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu, dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.(rsc)


Berita Lainnya :
  • Bupati Alfedri Hampiri Lautan Manusia di MTQ ke XIX Tualang
  • Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau
  • Bupati Kampar Hadiri Pengukuhan Gelar Adat Persukuan Kampai
  • Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
  • Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Haji dan MTQ
  • Bupati Inhu Hadiri Grand Launching IPEKA
  • Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten
  • Staf Ahli Bupati Inhil Ikuti Rakernis di Balikpapan
  • Bengkalis Ikuti Sosialisasi Penegakan Hukum Karhutla
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan