Tingginya angka masyarakat Kuantan Singingi bergantung atau menjadikan Karet ( Petani ) sebagai sumber ekonomi, tentu  menjadi skala...[read more] "> Tingginya angka masyarakat Kuantan Singingi bergantung atau menjadikan Karet ( Petani ) sebagai sumber ekonomi, tentu  menjadi skala" />
Minggu, 20 Oktober 2019
Follow Us:
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:18 WIB
Cara Pemkab Inhil Gali Potensi Motif Batik Daerah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:15 WIB
Pemerintah Buka 197.117 Formasi CPNS 2019
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:10 WIB
Bupati Kampar Buka Turnamen LSN 2019
17:10 WIB - Wakil Gubernur Riau Melakukan Sidak ke Beberapa Kedai Kopi | 17:10 WIB - Gubri Mengajak Seluruh Pihak Menjaga Kedaulatan Negara | 17:10 WIB - Cara Pemkab Inhil Gali Potensi Motif Batik Daerah | 17:10 WIB - Pemerintah Buka 197.117 Formasi CPNS 2019 | 17:10 WIB - Bupati Kampar Buka Turnamen LSN 2019 | 17:10 WIB - Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto Sidak Beberapa OPD
/ Kuantan Singingi / Pemkab Upayakan Peningkatan Kesejahtraan Petani /
Pemkab Upayakan Peningkatan Kesejahtraan Petani
Kamis, 26 September 2019 - 15:27:05 WIB

KUANSING (Bidikonline.com) - Tingginya angka masyarakat Kuantan Singingi bergantung atau menjadikan Karet ( Petani ) sebagai sumber ekonomi, tentu  menjadi skala prioritas Pemerintahan Mursini Halim untuk memikirkan kesejahteraan masyarakatnya dan tambah lagi ini juga merupakan visi dan Misi mereka berdua, guna meningkatkan kesejahteraan para petani.

Upaya Pemerintah Kuansing terus berjalan secara bertahap guna memikirkan hasil karet para petani Karet di Kabupaten Kuantan Singingi bisa meningkat. Mulai dari MoU dengan Pihak Universitas dalam kajian prosfek maupun eksen program dibidang upaya meningkatkan harga jual Karet.

Kuantan Singingi beberapa tahun terakhir ini sudah ada Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi ( APKARSI ) kegiatan lelang karet BOKAR dengan menerapkan sistem pelelangan satu kabupaten, satu kualitas, satu waktu, satu tempat dan satu harga, dengan program BOKAR melalui Dinas Pertanian, ujar Mursini kepada media baru-baru ini.

Dengan adanya BOKAR ini sudah bisa menggenjot kenaikan harga karet di pasaran tingkat masyarakat. Kedepan kita berencana akan ada industri Hilirisasi karet ini.

" Insya Allah, 2020 akan dilaksanakan plan projek home industri, ini sudah ada laporan akhir kajian Pengembangan Industri Hilir Karet ini oleh Koordinator Pusat Studi Perkebunan, Gambut dan Pedesaaan LPPM Universitas Riau 16  September yang lalu di Bappeda litbang", terangnya.

Mursini menambahkan, Karena harga karet terus merosot sehingga luas lahan Karet di Kuansing terus menurun,  2017 kemaren hanya tinggal 1.39 ribu hektar yang tersisa, namun pada tahun 2018 hingga kini relatif bertahan dengan adanya program lelang BOKAR ini.

Sebagai informasi dengan data yang ada saat ini 63 ribu rumah tangga di Kuansing bergantung kepada karet, diharapkan dengan adanya home industri karet ini bisa membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga petani karet di Kuantan Singingi, harapnya.

Kita akan dukung program ini, dengan payung hukum ( Perda, Perbup ,red ) agar jaminan pasar home industri karet masyarakat Kuansing terjamin, janjinya.

Sementara Narasumber Ekpose Draf Laporan Akhir Kajian Pengembangan Industri Hilir Karet
Dr.  Djaimi Bakce,  SP,  M.Si.  Koordinator Pusat Studi Perkebunan,  Gambut dan Pedesaan LPPM Universitas Riau/Dosen Fakultas Pertanian Universitas Riau mengatakan, harga karet selalu fluktuasi tergantung pasar karet dunia, tentu kita tidak boleh terus bergantung kepada pasar dunia, apa lagi Indonesia terus tersaingi oleh karet negara dunia seperti Thailand, dan Vietnam .

Karet ini bisa di produksi skala besar ( Industri ) dan skala kecil ( home industri ), " nah yang home Industri ini lah yang akan kita kembang 2020 nantik di Kuantan Singingi" ujarnya.

Hasil home industri ini seperti keset, Sel Penutup Elpiji, miniatur jalur, dan lain sebagainya, maka dari itu Pemerintah harus hadir guna menjamin pasar hasil home industri masyarakat ini, pungkasnya.

Kemudian jika dirunut sebelumnya, Pemkab Kuansing pernah mendapatkan Penghargaan terbaik 2 dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Ir. Bambang, MM kepada Bupati Kuantan Singingi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi Ir. Emmerson, pada puncak Peringatan Hari Perkebunan Nasional ke-61 Tahun 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2018 di Bandung Jawa Barat.

Salah satu indikator Pemkab Kuansing menerima penghargaan adalah dengan adanya perwujudan sinergitas pelaku usaha perkebunan (petani karet) dengan pembina bidang perkebunan terutama terkait dengan pemasaran bahan olah karet (BOKAR) di Kabupaten Kuantan Singingi.

Rupanya Kebijakan terobosan inovatif ini hanya ada di Kuantan Singingi untuk Provinsi Riau, Sedangkan diluar Provinsi Riau baru dilaksanakan di Sumatera Selatan, itupun baru tingkat Kecamatan. (rlc)


Berita Lainnya :
  • Wakil Gubernur Riau Melakukan Sidak ke Beberapa Kedai Kopi
  • Gubri Mengajak Seluruh Pihak Menjaga Kedaulatan Negara
  • Cara Pemkab Inhil Gali Potensi Motif Batik Daerah
  • Pemerintah Buka 197.117 Formasi CPNS 2019
  • Bupati Kampar Buka Turnamen LSN 2019
  • Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto Sidak Beberapa OPD
  • Bupati Amril Mukminin Keluarkan SE Hari Libur Nasional
  • Bengkalis Partisipasi dan Siap Sukseskan Karnaval Kebudayaan Riau 2019
  • Pengurus Pusat Muslimat NU Apresiasi PCMNU Inhil
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan