KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR) sebagai tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.
...[read more] "> KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR) sebagai tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.
" />
Rabu, 27 Mei 2020
Follow Us:
17:12 WIB - Hari Raya Idul Fitri, Hotspot Terdeteksi di Dumai dan Siak | 17:12 WIB - 307.193 Pelanggan PLN Riau Dapat Stimulus Listrik Gratis | 17:12 WIB - Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan | 17:12 WIB - BMKG: Hari Ini Sebagian Wilayah Riau akan Diguyur Hujan | 17:12 WIB - Pria Ini Tikam Anggota BPD Hingga Tewas | 17:12 WIB - 376 Warga Binaan Lapas Kelas II A Tembilahan Terima Remisi Idul Fitri
/ Hukum / KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka /
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka
Rabu, 18 September 2019 - 20:18:44 WIB

Jakarta (Bidikonline.com) - KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR) sebagai tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.

"IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, sebagai tersangka," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9).
 

Imam diduga menerima uang sebesar Rp26,5 miliar sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora.

"Total dugaan penerimaan Rp26,5 miliar diduga commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku Menpora," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9).

Uang itu diterima secara bertahap yakni sebesar Rp14,7 miliar dalam rentang waktu 2014-2018 melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini.

Imam juga diduga meminta uang Rp11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi menpora dan pihak lain yang terkait," katanya.

Alexander mengatakan, KPK telah memanggil Imam sebanyak tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 namun Imam tak pernah memenuhi panggilan tersebut.

"KPK memandang telah memberi ruang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ucap Alexander.

Imam dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain Imam, KPK juga menetapkan asistennya, Miftahul Ulum sebagai tersangka. Imam sendiri beberapa kali sudah disebut dalam persidangan kasus suap dana hibah KONI.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (12/9), hakim menjelaskan KONI mengajukan proposal. Namun, proposal itu tidak disetujui oleh Deputi IV Kemenpora, Mulyana dan tim verifikasi. Hal itu karena dana itu digunakan di tahun 2019, sementara proposal diajukan di tahun yang sama.

Mulyana dan staf Kemenpora Adhi Purnomo akhirnya memerintahkan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk berkomunikasi dengan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Hal itu bertujuan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah.(CNN)


Berita Lainnya :
  • Hari Raya Idul Fitri, Hotspot Terdeteksi di Dumai dan Siak
  • 307.193 Pelanggan PLN Riau Dapat Stimulus Listrik Gratis
  • Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan
  • BMKG: Hari Ini Sebagian Wilayah Riau akan Diguyur Hujan
  • Pria Ini Tikam Anggota BPD Hingga Tewas
  • 376 Warga Binaan Lapas Kelas II A Tembilahan Terima Remisi Idul Fitri
  • 373 Warga Binaan Lapas Kelas II B Pasirpengaraian Dapat Remisi
  • Gubri Minta ASN dan THL Pemprov Riau Kembali Kerja Besok
  • Gubri Rayakan Ulang Tahun Rumah Sakit Arifin Achmad ke 44
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan