Gubernur Riau Syamsuar usai melakukan peninjauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah Kerumutan dan Langgam, Pelalawan mengaku ...[read more] "> Gubernur Riau Syamsuar usai melakukan peninjauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah Kerumutan dan Langgam, Pelalawan mengaku " />
Senin, 25 Mei 2020
Follow Us:
17:50 WIB - Gubri Gelar Gema Takbir Secara Virtual Dari Kediaman | 17:50 WIB - Harga Daging Sapi dan Ayam Kompak Naik | 17:50 WIB - Mahasiswa Rekam dan Gagalkan Aksi Maling di Kantor KPU Pelalawan | 17:50 WIB - Bupati Inhil Ucapkan Terima Kasih | 17:50 WIB - Malam Takbiran di Tengah Covid-19, Jalanan di Pekanbaru Malah Ramai | 17:50 WIB - Pemprov Riau Terima 2 Unit Incinerator limbah Infeksius
/ Riau / Gubri Merasa Aneh Saat Padamkan Karhutla /
Gubri Merasa Aneh Saat Padamkan Karhutla
Senin, 16 September 2019 - 14:00:50 WIB

PEKANBARU (BIDIKONLINE.COM) -
Gubernur Riau Syamsuar usai melakukan peninjauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah Kerumutan dan Langgam, Pelalawan mengaku merasakan ada yang aneh.

Menurut Gubri, dititik peninjauan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut justru udaranya bersih, tidak gelap seperti di Pekanbaru.

"Ada yang aneh tadi waktu ninjau tadi bersih, tak seperti di sini gelap," kata Gubri, Minggu (15/9/19).

Menurut orang nomor satu di Riau ini, perbedaan itu jelas saat di udara, ketika bertolak dari lokasi ke Pekanbaru. Asap tebal yang menyelimuti Pekanbaru jelas terlihat.

Meski begitu, mantan Bupati Siak ini kemudian mendapatkan penjelasan dari laporan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kebetulan faktor angin. Asap yang dihasilkan dari titik Karhutla ini bergerak membawa ke Pekanbaru.

"Dari pernyataan BMKG tadi, karena faktor angin. Katanya dari laporan yang disampaikan, anginnya bergerak ke Pekanbaru. Nah di Pekanbaru justru anginnya bergerak lambat," ungkap Syamsuar.

Adapun alasan peninjauan di dua titik di Kabupaten Pelalawan tersebut, karena di lokasi ini terdapat 109 titik sumur minyak. Hal ini tentunya menjadi perhatian jangan sampai ada hal tak diinginkan berakibat patal.

Selain pemadaman dari jalur udara, tim darat juga terus di-standby-kan untuk memaksimalkan pemadaman Karhutla.

"Tadi meninjau Kerumutan, ada lokasi kebakaran di sana. Tapi satu titik saja lagi (api), pasukan darat juga tetap standbykan.

Kenapa ditinjau disitu, karena ada berdekatan dengan sumur-sumur minyak. Disana ada 109 sumur minyak," ungkap Gubri.(ADV)


Berita Lainnya :
  • Gubri Gelar Gema Takbir Secara Virtual Dari Kediaman
  • Harga Daging Sapi dan Ayam Kompak Naik
  • Mahasiswa Rekam dan Gagalkan Aksi Maling di Kantor KPU Pelalawan
  • Bupati Inhil Ucapkan Terima Kasih
  • Malam Takbiran di Tengah Covid-19, Jalanan di Pekanbaru Malah Ramai
  • Pemprov Riau Terima 2 Unit Incinerator limbah Infeksius
  • Sanksi Perbup Pelalawan PSBB Mulai Berlaku 25 Mei 2020
  • Gubri Tiadakan Open House Lebaran Idul Fitri
  • Soal Dua Website, Ini Terang Johansyah
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan