Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Yudhistira Mawadah, Rabu (11/9/19) mengatakan bahwa pantauan satelit menunjukkan ada 258 titik panas d...[read more] "> Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Yudhistira Mawadah, Rabu (11/9/19) mengatakan bahwa pantauan satelit menunjukkan ada 258 titik panas d" />
Rabu, 15 Juli 2020
Follow Us:
Selasa, 14 Juli 2020 - 21:23 WIB
Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Riau
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:02 WIB
Walikota Terima Piagam Penghargaan dari PUTRI Riau
Selasa, 14 Juli 2020 - 19:56 WIB
Bupati Siak Alfedri Tanam Perdana Kebun PSR Sialang Baru
19:56 WIB - Pantai Ladeha Nias Selatan Makan Korban | 19:56 WIB - Gubri Minta ASN Jadi Pelopor Penerapan Protokol Covid-19 | 19:56 WIB - Bupati Catur: Bukan untuk Pencitraan, Ini Bentuk Tanggungjawab Saya | 19:56 WIB - Muslimawati Catur; Siap Bersinergi Dengan UP Tuanku Tambusai | 19:56 WIB - Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Riau | 19:56 WIB - Walikota Terima Piagam Penghargaan dari PUTRI Riau
/ Riau / Riau Terus Membara, Dikelung 166 Titik Api /
Riau Terus Membara, Dikelung 166 Titik Api
Rabu, 11 September 2019 - 10:40:24 WIB

PEKANBARU (BIDIKONLINE.COM) - Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Yudhistira Mawadah, Rabu (11/9/19) mengatakan bahwa pantauan satelit menunjukkan ada 258 titik panas di Riau. Dari jumlah itu, 166 titik diduga kuat sebagai titik api.

Ia menambahkan, 166 titik api itu ada di Bengkalis 2 titik, Kampar 2 titik, Pelalawan 32 titik, Kuansing 2 titik, Rokan Hilir 16 titik, Rokan Hulu 1 titik, Indragiri Hilir 94 titik dan Indragiri Hulu 17 titik.

"Pagi hari berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze," terangnya.

Tentang jarak pandang, kata Yudhis, jarak pandang di Pekanbaru hanya 1 Km saja. Begitu pula di Pelelawan. Di Inhu jarak pandangnya 3 Km dan di Dumai 5 Km.

Untuk potensi hujan, tambahnya, hanya ringan hingga sedang bersifat tidak merata terjadi di sebagian wilayah Kampar dan Rokan Hulu.

"Waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan," imbaunya.

Untuk kualitas udara di Riau, dari pantauan Riauterkini menunjukkan kode red (tidak sehat). Di Bangko sudah kode Red dengan PSI 462, Dumai juga sudah Red dengan PSI 403, Duri juga Red dengan PSI >500, Libo Red dengan PSI 432, Minas Yellow dengan PSI 178, Petapahan Red PSI 284, Rumbai Red PSI 500. (rtc)



Berita Lainnya :
  • Pantai Ladeha Nias Selatan Makan Korban
  • Gubri Minta ASN Jadi Pelopor Penerapan Protokol Covid-19
  • Bupati Catur: Bukan untuk Pencitraan, Ini Bentuk Tanggungjawab Saya
  • Muslimawati Catur; Siap Bersinergi Dengan UP Tuanku Tambusai
  • Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19 di Riau
  • Walikota Terima Piagam Penghargaan dari PUTRI Riau
  • Bupati Siak Alfedri Tanam Perdana Kebun PSR Sialang Baru
  • Bupati Kampar Berkomitmen Naikkan Anggaran Pelayanan Pengobatan Gratis
  • Pemkab Rohil Putuskan Tiadakan Pawai Idul Adha
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan