Festival Pacu Jalur 2019 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, mencatatkan dua pemecahan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (M...[read more] "> Festival Pacu Jalur 2019 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, mencatatkan dua pemecahan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (M" />
Rabu, 05 08 2020
Follow Us:
17:48 WIB - Miris,Satu Keluarga Masyarakat Desa Balefadorotuho di Keluarkan dari Kependudukan | 17:48 WIB - Warga Diingatkan Harus Jaga Jarak | 17:48 WIB - Gubri Syamsuar Sebut Swab Massal Solusi Putus Penyebaran Covid-19 | 17:48 WIB - Diskes Riau Dorong Pemkab Rohil Tingkatkan Tracing Kontak Pasien Covid-19 | 17:48 WIB - Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil | 17:48 WIB - Pemprov Riau Gelar Tes Swab Massal PNS dan THL
/ Kuantan Singingi / Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI /
Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:28:45 WIB

KUANSING (BIDIKONLINE.COM) - Festival Pacu Jalur 2019 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, mencatatkan dua pemecahan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

MenurutKepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuantan Singingi (Kuansing) Indra Suwandidi Pekanbaru, Jumat, selama festival itu terjadi pemecahan rekor menariRandai dengan jumlah penari terbanyak dan parade jalur atau perahu dengan peserta terbanyak.

Randai adalah tarian tradisional Kuansing yang diiringi lagu berirama riang. Tarian itu biasanya dibawakan oleh 30 sampai 40 orang, namun pada pembukaan Festival Pacu Jalur pada 21 Agustus ada lebih dari 1.000 orang yang ikut menari Randai, termasuk Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Riau Syamsuar yang membuka festival.

"Tari Randai masuk MURI karena dibawakan massal oleh 1.574 orang," kata Indra dilansir dari Antara.

Sedangkan pacu jalur dalam festival yang berlangsung 21 sampai 25 Agustus itu diikuti oleh 175 jalur dengan 9.625 anak pacu atau peserta.

"Satu desa bisa mengirimkan satu sampai dua jalur, tergantung banyaknya pemuda di sana," kata Indra.

Pacu Jalur adalah perlombaan mendayung di sungai menggunakan perahu panjang yang terbuat dari batang pohon. Panjang perahu yang digunakan panjangnya 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengahnya antara 1,3 dan 1,5 meter.

Wakil Bupati Kuansing, Halim menuturkan bahwa tradisi pacu jalur punya sejarah panjang karena sudah digelar sejak 116 tahun lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sempat mengapresiasipanitia Festival Pacu Jalur 2019 yang selain mampu mendatangkan banyak wisatawan, juga membukukan prestasi mengesankan.

"Mereka masuk MURI untuk Tari Randai dan Pacu Jalur. Dua kekayaan budaya yang menjadi identitas Kuansing," katanya.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Miris,Satu Keluarga Masyarakat Desa Balefadorotuho di Keluarkan dari Kependudukan
  • Warga Diingatkan Harus Jaga Jarak
  • Gubri Syamsuar Sebut Swab Massal Solusi Putus Penyebaran Covid-19
  • Diskes Riau Dorong Pemkab Rohil Tingkatkan Tracing Kontak Pasien Covid-19
  • Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil
  • Pemprov Riau Gelar Tes Swab Massal PNS dan THL
  • Masyarakat Minta Polda Riau Seret Pelaku Karhutla di Merbau
  • Budi Yuwono: 9 orang Terkonfirmasi Positif Covid 19, 2 Orang Sembuh
  • Koramil 03/Siak, Polsek Kerinci Kanan dan Upika Siaga di Pos
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan