Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah ...[read more] "> Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah " />
Jum'at, 20 09 2019
Follow Us:
Kamis, 19 September 2019 - 20:33 WIB
Gubri Sebut Karhutla Riau Sengaja Dibakar
Kamis, 19 September 2019 - 20:27 WIB
Gubernur Riau Buka Event TdSi
Kamis, 19 September 2019 - 16:38 WIB
Bupati Kampar ; Jalinan Silaturrahmi untuk Ciptakan Persatuan Bangsa
16:38 WIB - DPP Partai Nasdem Rekomendasikan Fa'atulo Sarumaha Jadi Wakil Ketua DPRD Nisel | 16:38 WIB - Ayat Cahyadi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak-anak | 16:38 WIB - Gubri Sebut Karhutla Riau Sengaja Dibakar | 16:38 WIB - Gubernur Riau Buka Event TdSi | 16:38 WIB - Bupati Kampar ; Jalinan Silaturrahmi untuk Ciptakan Persatuan Bangsa | 16:38 WIB - 78 Majelis Hakim Ikuti Kegiatan Pemantapan dari LPTQ Bengkalis
/ Nasional / Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem /
Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:30:55 WIB

JAKARTA (BIDIKONLINE.COM) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah dengan baik dan saling menghormati satu sama lain.

"Pertama, kita semua, Islam, Kristen, Budha, dalam berdakwah maupun memberikan khotbahnya haruslah lebih adem, dan lebih menghormati satu sama lain," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Dia meminta kasus yang kini sedang menimpa Somad sebaiknya diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. JK juga meminta Somad agar mengklarifikasi pernyataannya tersebut yang diduga menyinggung umat lain.

"Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan, ya dilalui dengan proses di negeri ini," ungkap JK, dilansir merdeka.com.

Sebelumnya Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab tudingan dianggap menghina salah satu agama dalam ceramahnya. Dalam ceramahnya, UAS sebelumnya dianggap menghina lambang-lambang agama Kristen dan Katolik, seperti salib dan patung, sebagaimana terekam dalam video yang viral tersebar via media sosial.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama. Sudah baca beritanya?" tanya UAS kepada jemaahnya saat memberikan ceramah dalam rangka hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Pekanbaru, Riau.

UAS mengatakan video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam. Saat itu, menurut dia, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.

"Pertama itu saya menjawab pertanyaan bukan saya membuat buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," ujar UAS dalam klarifikasinya yang diunggah dalam channel FSRMM TV. Channel ini merupakan berisi ceramah agama dilakukan UAS. (rsc)



Berita Lainnya :
  • DPP Partai Nasdem Rekomendasikan Fa'atulo Sarumaha Jadi Wakil Ketua DPRD Nisel
  • Ayat Cahyadi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak-anak
  • Gubri Sebut Karhutla Riau Sengaja Dibakar
  • Gubernur Riau Buka Event TdSi
  • Bupati Kampar ; Jalinan Silaturrahmi untuk Ciptakan Persatuan Bangsa
  • 78 Majelis Hakim Ikuti Kegiatan Pemantapan dari LPTQ Bengkalis
  • Bengkalis Masuk Nominasi Inovasi Government Award 2019
  • Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir di Siak
  • Zulaikhah Wardan Resmikan PAUD Bunda Kasih Ibu
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan