Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah ...[read more] "> Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah " />
Jum'at, 22 November 2019
Follow Us:
15:52 WIB - Hantaran pernikahan Melayu di kota ini terus dilestarikan | 15:52 WIB - Ketua TP-PKK Kasmarni Amril Buka Lomba Senam Kreasi Dayak | 15:52 WIB - Bupati Bengkalis Buka Forum Konsultasi Regional PDRB | 15:52 WIB - Poltek Bengkalis Gelar Car Free Night 2019 | 15:52 WIB - Kecamatan Bukit Batu Tata Lomba Penghargaan MPA Terbaik, Cepat dan Tangkas | 15:52 WIB - Hutan Alam Riau Hanya Tersisa 1 Juta Hektare
/ Nasional / Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem /
Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:30:55 WIB

JAKARTA (BIDIKONLINE.COM) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah dengan baik dan saling menghormati satu sama lain.

"Pertama, kita semua, Islam, Kristen, Budha, dalam berdakwah maupun memberikan khotbahnya haruslah lebih adem, dan lebih menghormati satu sama lain," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Dia meminta kasus yang kini sedang menimpa Somad sebaiknya diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. JK juga meminta Somad agar mengklarifikasi pernyataannya tersebut yang diduga menyinggung umat lain.

"Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan, ya dilalui dengan proses di negeri ini," ungkap JK, dilansir merdeka.com.

Sebelumnya Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab tudingan dianggap menghina salah satu agama dalam ceramahnya. Dalam ceramahnya, UAS sebelumnya dianggap menghina lambang-lambang agama Kristen dan Katolik, seperti salib dan patung, sebagaimana terekam dalam video yang viral tersebar via media sosial.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama. Sudah baca beritanya?" tanya UAS kepada jemaahnya saat memberikan ceramah dalam rangka hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Pekanbaru, Riau.

UAS mengatakan video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam. Saat itu, menurut dia, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.

"Pertama itu saya menjawab pertanyaan bukan saya membuat buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," ujar UAS dalam klarifikasinya yang diunggah dalam channel FSRMM TV. Channel ini merupakan berisi ceramah agama dilakukan UAS. (rsc)



Berita Lainnya :
  • Hantaran pernikahan Melayu di kota ini terus dilestarikan
  • Ketua TP-PKK Kasmarni Amril Buka Lomba Senam Kreasi Dayak
  • Bupati Bengkalis Buka Forum Konsultasi Regional PDRB
  • Poltek Bengkalis Gelar Car Free Night 2019
  • Kecamatan Bukit Batu Tata Lomba Penghargaan MPA Terbaik, Cepat dan Tangkas
  • Hutan Alam Riau Hanya Tersisa 1 Juta Hektare
  • Camat Tenayan Raya Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba
  • Satpol PP Diharapkan Patroli Lingkungan Sekolah
  • Bupati HM Wardan Buka Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Berbahan Kelapa
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan