Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah ...[read more] "> Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah " />
Jum'at, 14 08 2020
Follow Us:
21:40 WIB - PDIP Rekomendasikan Dukungan nya Kepada Pasangan M.Ingati Nazara Amd dan Jaya Putra Zega | 21:40 WIB - Hari Ini Empat Pasien Covid-19 di Siak, Sembuh | 21:40 WIB - Protokol Kesehatan Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti | 21:40 WIB - Masyarakat Diminta Utamakan Protokol Kesehatan Saat Pendistribusian Zakat Pola Konsumtif Tahap lll | 21:40 WIB - Satgas Terpadu Percepatan Penanganan Covid-19 Terus Melakukan Patroli dan Penindakan | 21:40 WIB - Posko Cegah Covid-19 Di Wilayah Perbatasan Kabupaten Terus Disiagakan
/ Nasional / Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem /
Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:30:55 WIB

JAKARTA (BIDIKONLINE.COM) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dilaporkan ke polisi. Menurutnya tokoh agama harus memberikan khotbah dengan baik dan saling menghormati satu sama lain.

"Pertama, kita semua, Islam, Kristen, Budha, dalam berdakwah maupun memberikan khotbahnya haruslah lebih adem, dan lebih menghormati satu sama lain," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Dia meminta kasus yang kini sedang menimpa Somad sebaiknya diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. JK juga meminta Somad agar mengklarifikasi pernyataannya tersebut yang diduga menyinggung umat lain.

"Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan, ya dilalui dengan proses di negeri ini," ungkap JK, dilansir merdeka.com.

Sebelumnya Ustaz Abdul Somad (UAS) menjawab tudingan dianggap menghina salah satu agama dalam ceramahnya. Dalam ceramahnya, UAS sebelumnya dianggap menghina lambang-lambang agama Kristen dan Katolik, seperti salib dan patung, sebagaimana terekam dalam video yang viral tersebar via media sosial.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama. Sudah baca beritanya?" tanya UAS kepada jemaahnya saat memberikan ceramah dalam rangka hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Pekanbaru, Riau.

UAS mengatakan video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam. Saat itu, menurut dia, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.

"Pertama itu saya menjawab pertanyaan bukan saya membuat buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," ujar UAS dalam klarifikasinya yang diunggah dalam channel FSRMM TV. Channel ini merupakan berisi ceramah agama dilakukan UAS. (rsc)



Berita Lainnya :
  • PDIP Rekomendasikan Dukungan nya Kepada Pasangan M.Ingati Nazara Amd dan Jaya Putra Zega
  • Hari Ini Empat Pasien Covid-19 di Siak, Sembuh
  • Protokol Kesehatan Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Masyarakat Diminta Utamakan Protokol Kesehatan Saat Pendistribusian Zakat Pola Konsumtif Tahap lll
  • Satgas Terpadu Percepatan Penanganan Covid-19 Terus Melakukan Patroli dan Penindakan
  • Posko Cegah Covid-19 Di Wilayah Perbatasan Kabupaten Terus Disiagakan
  • Polsek Siak dan Satpol PP Siaga 24 Jam di Posko Covid-19
  • Hasil Rapid Tes, Personil Bawaslu Nias Utara Empat Orang Dinyatakan Reaktif
  • Dukungan Pasangan Amizaro Waruwu dan Yusman Zega 'AMAN' Terus Mengalir
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan