Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu terpidana UU Transaksi Elektronik (UU ITE) , Baiq Nuril Maknun di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa B...[read more] "> Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu terpidana UU Transaksi Elektronik (UU ITE) , Baiq Nuril Maknun di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa B" />
Minggu, 18 08 2019
Follow Us:
18:03 WIB - Jadilah Generasi Pejuang, Generasi Yang Menjaga Persatuan RI | 18:03 WIB - Momentum Kemerdekaan Perkokoh Tali Silaturahmi Bangsa Indonesia | 18:03 WIB - Bupati Alfedri Inspektur Upacara Detik-detik Proklamasi | 18:03 WIB - Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke -74 Kecamatan Siak Kecil Berjalan Penuh Khidmat | 18:03 WIB - Camat Telukdalam Jadi Inspektur Upacara, Anggota DPRD Baca Proklamasi | 18:03 WIB - Posyandu Berkah Bekerjasama Dengan Dinas Kesehatan Kota
/ Nasional / Baiq Nuril Resmi Terima Amnesti dari Presiden /
Baiq Nuril Resmi Terima Amnesti dari Presiden
Jumat, 02 Agustus 2019 - 18:12:44 WIB

JAKARTA, (Bidikonline.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu terpidana UU Transaksi Elektronik (UU ITE) , Baiq Nuril Maknun di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/8/2019) sore ini. Dalam pertemuan ini, Presiden menyerahkan salinan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2019 tentang pemberian amnesti.

Berdasarkan pantauan, Presiden tampak menerima Baiq Nuril pada pukul 15:26 WIB. Ia didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Bapak Presiden memutuskan untuk memberikan amnesti kepada Bba Baiq Nuril setelah mendapatkan pertimbangan DPR. Dan tentu ini proses yang panjang," kata Yasonna saat pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor.

Yasonna mengatakan, pemberian amnesti tersebut berdasarkan pertimbangan rasa keadilan. Tak sedikit masyarakat dan berbagai kalangan lainnya yang memberikan simpati kepada kasus Nuril.

Karena itu, kata Yasonna, Presiden memberikan perhatian dalam kasus ini sejak awal kasus ini muncul. "Oleh karena tidak ada lagi jalur hukum yang bisa kita gunakan. Maka satu-satunya cara adalah menggunakan amnesti. Dan Presiden telah mengambil keputusan itu," ujar Yasonna.

Seperti diketahui, sebelumnya Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Baiq Nuril telah ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Ia pun dijerat dengan UU ITE dengan putusan tetap dihukum enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.(rmc)


Berita Lainnya :
  • Jadilah Generasi Pejuang, Generasi Yang Menjaga Persatuan RI
  • Momentum Kemerdekaan Perkokoh Tali Silaturahmi Bangsa Indonesia
  • Bupati Alfedri Inspektur Upacara Detik-detik Proklamasi
  • Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke -74 Kecamatan Siak Kecil Berjalan Penuh Khidmat
  • Camat Telukdalam Jadi Inspektur Upacara, Anggota DPRD Baca Proklamasi
  • Posyandu Berkah Bekerjasama Dengan Dinas Kesehatan Kota
  • Jambore Kader PKK 2019 Tingkat Kota Segera Dimulai
  • Bupati Amril Hadiri Acara Pengukuhan Paskibra Bengkalis 2019
  • Bupati Bengkalis Nonton Bareng Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan