KPK memanggil Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Irwan dipanggil...[read more] "> KPK memanggil Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Irwan dipanggil" />
Senin, 22 Juli 2019
Follow Us:
Senin, 22 Juli 2019 - 08:47 WIB
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru
Senin, 22 Juli 2019 - 08:44 WIB
65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa
Senin, 22 Juli 2019 - 08:41 WIB
Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau
08:41 WIB - Ketua DPRD Meranti Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ ke-XI | 08:41 WIB - MTQ ke-XI Resmi Dibuka Wabup Said Hasyim | 08:41 WIB - Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru | 08:41 WIB - 65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa | 08:41 WIB - Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau | 08:41 WIB - Gubri Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul
/ Meranti / KPK Panggil Bupati Kepulauan Meranti /
KPK Panggil Bupati Kepulauan Meranti
Selasa, 09 Juli 2019 - 16:12:29 WIB

BIDIKONLINE.COM - KPK memanggil Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Irwan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Indung.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IND (Indung)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

KPK juga memanggil anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Fadhlullah, Ketua Panitia Pengadaan Penyelenggara Lelang Gula Rafinasi Subagyo, serta Kepala Seksi Pengembangan Pasar Rakyat Kemendag Husodo Kuncoro Yakti. Ada juga 3 pihak swasta yang dipanggil, yaitu Serly Virgiola, Harmawan, dan Dipa Malik.

Dalam perkara yang berawal dari OTT KPK ini, Bowo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima duit dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat Indung. Asty juga sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Bowo diduga menerima suap sekitar Rp 1,6 miliar dari Asty. KPK menduga uang itu diberikan agar Bowo membantu PT HTK mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Bowo juga diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 6,5 miliar. Terkait dugaan gratifikasi ini, KPK pernah menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan menyita sejumlah dokumen dari sana, termasuk dokumen terkait Permendag tentang gula rafinasi. KPK juga pernah menggeledah ruang kerja anggota DPR M Nasir tapi tak menyita apa pun.

Terbaru, KPK menyebut ada empat sumber yang diduga menjadi asal-usul duit gratifikasi Bowo. Antara lain terkait gula rafinasi, BUMN, penganggaran pembangunan pasar di Minahasa Selatan, dan terkait DAK Kepulauan Meranti.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Ketua DPRD Meranti Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ ke-XI
  • MTQ ke-XI Resmi Dibuka Wabup Said Hasyim
  • Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru
  • 65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa
  • Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau
  • Gubri Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul
  • Bupati Meranti Lepas Pawai Ta'ruf MTQ Ke-XI
  • Wabup Meranti Lantik Dewan Hakim MTQ Ke-XI
  • Marcus/Kevin Jumpa Ahsan/Hendra di Final
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan