KPK memanggil Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Irwan dipanggil...[read more] "> KPK memanggil Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Irwan dipanggil" />
Jum'at, 22 November 2019
Follow Us:
15:52 WIB - Hantaran pernikahan Melayu di kota ini terus dilestarikan | 15:52 WIB - Ketua TP-PKK Kasmarni Amril Buka Lomba Senam Kreasi Dayak | 15:52 WIB - Bupati Bengkalis Buka Forum Konsultasi Regional PDRB | 15:52 WIB - Poltek Bengkalis Gelar Car Free Night 2019 | 15:52 WIB - Kecamatan Bukit Batu Tata Lomba Penghargaan MPA Terbaik, Cepat dan Tangkas | 15:52 WIB - Hutan Alam Riau Hanya Tersisa 1 Juta Hektare
/ Meranti / KPK Panggil Bupati Kepulauan Meranti /
KPK Panggil Bupati Kepulauan Meranti
Selasa, 09 Juli 2019 - 16:12:29 WIB

BIDIKONLINE.COM - KPK memanggil Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Irwan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Indung.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IND (Indung)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (9/7/2019).

KPK juga memanggil anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Fadhlullah, Ketua Panitia Pengadaan Penyelenggara Lelang Gula Rafinasi Subagyo, serta Kepala Seksi Pengembangan Pasar Rakyat Kemendag Husodo Kuncoro Yakti. Ada juga 3 pihak swasta yang dipanggil, yaitu Serly Virgiola, Harmawan, dan Dipa Malik.

Dalam perkara yang berawal dari OTT KPK ini, Bowo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima duit dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat Indung. Asty juga sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Bowo diduga menerima suap sekitar Rp 1,6 miliar dari Asty. KPK menduga uang itu diberikan agar Bowo membantu PT HTK mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Bowo juga diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 6,5 miliar. Terkait dugaan gratifikasi ini, KPK pernah menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan menyita sejumlah dokumen dari sana, termasuk dokumen terkait Permendag tentang gula rafinasi. KPK juga pernah menggeledah ruang kerja anggota DPR M Nasir tapi tak menyita apa pun.

Terbaru, KPK menyebut ada empat sumber yang diduga menjadi asal-usul duit gratifikasi Bowo. Antara lain terkait gula rafinasi, BUMN, penganggaran pembangunan pasar di Minahasa Selatan, dan terkait DAK Kepulauan Meranti.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Hantaran pernikahan Melayu di kota ini terus dilestarikan
  • Ketua TP-PKK Kasmarni Amril Buka Lomba Senam Kreasi Dayak
  • Bupati Bengkalis Buka Forum Konsultasi Regional PDRB
  • Poltek Bengkalis Gelar Car Free Night 2019
  • Kecamatan Bukit Batu Tata Lomba Penghargaan MPA Terbaik, Cepat dan Tangkas
  • Hutan Alam Riau Hanya Tersisa 1 Juta Hektare
  • Camat Tenayan Raya Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba
  • Satpol PP Diharapkan Patroli Lingkungan Sekolah
  • Bupati HM Wardan Buka Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Berbahan Kelapa
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan