Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan bersama Camat Pangkalan Kerinci Dodi Asma Putra dan Lurah Kerinci Kot...[read more] "> Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan bersama Camat Pangkalan Kerinci Dodi Asma Putra dan Lurah Kerinci Kot" />
Senin, 16 09 2019
Follow Us:
Sabtu, 14 September 2019 - 16:21 WIB
Pesan Bupati: Terus Giat Belajar
Sabtu, 14 September 2019 - 16:17 WIB
KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun
Sabtu, 14 September 2019 - 16:14 WIB
Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur
16:14 WIB - Bupati Inhil Turun Padamkan Api | 16:14 WIB - Wako : Asap Dumai Merupakan Kiriman Daerah Tetangga | 16:14 WIB - Pesan Bupati: Terus Giat Belajar | 16:14 WIB - KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun | 16:14 WIB - Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur | 16:14 WIB - Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau
/ Pelalawan / PUPR Pelalawan Tinjau Lokasi Drainase /
PUPR Pelalawan Tinjau Lokasi Drainase
Selasa, 25 Juni 2019 - 21:36:34 WIB

PELALAWAN (Bidikonline.com) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan bersama Camat Pangkalan Kerinci Dodi Asma Putra dan Lurah Kerinci Kota meninjau langsung kondisi drainase yang berada di BTN Lama Pangkalan Kerinci Kota, Selasa (25/6/2010).

Plt Kepala Dinas PUPR Pelalawan Hardian Syahputra turun langsung ke lokasi. Hampir 2 KM drainase yang bermula di Jalan Pemda dan bermuara di Sungai Kerinci ini, ditelusuri rombongan ini.

"Kita ingin melihat kondisi di lapangan. Agar segera kita carikan solusi persoalan genangan air di sini," kata Plt Kadis PUPR Hardian kepada Riau24.com.

Dikatakan Hardian, PUPR Pelalawan akan mencari solusi untuk jangka panjang. Agar kedepan tidak ada lagi masalah genangan air di BTN Lama.

"Namun untuk saat ini kita akan mengusahakan agar genangan air bisa mengalir melalui daenase yang sudah ada ini,"imbuhnya.

Dari pantuan di lapangan, masalah genangan air dan drainase yang tidak mengalir disebabkan oleh tersumbatnya drainase oleh sampah dan bangunan warga. Ditambah lagi, tingginya timbunan pasir dan lumpur di dalam drainase utama.

"Timbunan pasir dan lumpur dalam drainase ini 1 meter lebih, sehingga air tak bisa mengalir. Solusinya harus diangkat pasir dan lumpurnya," pungkas Hardian.

Masalahnya, untuk mengangkat timbunan pasir dan lumpur didalam parit utama ini tidak bisa seluruhnya dengan alat berat, harus manual oleh pekerja manusia.

"Kamis depan kita mulai pekerjaan dengan alat berat. Sementara untuk teknis lainnya, kita akan musyawarahkan di kantor camat dengan seluruh OPD terkait, besok," tambahnya.

Sayangnya, dalam peninjauan ini tidak hadir pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan. Padahal, untuk pekerjaan pembersihan parit dan draenase ini adalah tanggung jawab DLH.(r24)


Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil Turun Padamkan Api
  • Wako : Asap Dumai Merupakan Kiriman Daerah Tetangga
  • Pesan Bupati: Terus Giat Belajar
  • KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun
  • Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur
  • Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau
  • F-BPD Kampar Gelar Bimtek
  • Sekda Inhil dan Sekda Bengkalis Ikut Seleksi Terbuka Calon Sekdaprov Riau
  • 19-22 September, Tour de Siak Digelar 4 Etape Sejauh 542 Km
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan