Ketua tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), mengatakan pihak...[read more] "> Ketua tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), mengatakan pihak" />
Senin, 22 Juli 2019
Follow Us:
Senin, 22 Juli 2019 - 08:47 WIB
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru
Senin, 22 Juli 2019 - 08:44 WIB
65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa
Senin, 22 Juli 2019 - 08:41 WIB
Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau
08:41 WIB - Ketua DPRD Meranti Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ ke-XI | 08:41 WIB - MTQ ke-XI Resmi Dibuka Wabup Said Hasyim | 08:41 WIB - Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru | 08:41 WIB - 65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa | 08:41 WIB - Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau | 08:41 WIB - Gubri Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul
/ Nasional / Tim Hukum 02 Tarik Bukti yang Belum Terdaftar di MK /
Tim Hukum 02 Tarik Bukti yang Belum Terdaftar di MK
Rabu, 19 Juni 2019 - 21:50:00 WIB

BIDIKONLINE.COM
- Ketua tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), mengatakan pihaknya menarik beberapa barang bukti sengketa pilpres 2019 yang belum sempat diregistrasi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelumnya, MK memberi kelonggaran bagi paslon 02 itu untuk mendaftarkan bukti. Sebab barang bukti yang telah dikirim tidak memenuhi syarat administrasi karena tak disusun sesuai aturan berlaku.

"(Ditarik dokumen) yang belum tersusun. Yang lainnya kan 90 persen sudah ok," kata BW saat ditemui CNNIndonesia.com di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6).

BW tak merinci dokumen apa saja yang ditarik dari persidangan. Namun dalam sidang, BW sempat menyebut bukti yang ditarik adalah formulir C1.

BW memastikan dokumen yang ditarik adalah dokumen bukti yang belum sempat diregistrasi.

"Untuk memudahkan Mahkamah jadi kita enggak (daftarkan) yang belum selesai, yang ada saja," tuturnya.

Sebelumnya MK tidak berkenan membuka sidang karena ada sejumlah barang bukti tambahan Prabowo-Sandi yang tidak memenuhi syarat sebagai alat bukti sah. Banyak berkas yang tidak semestinya secara administrasi. Ketua MK, Anwar Usman meminta klarifikasi dari tim Prabowo-Sandi.

Dari pantauan, ada sejumlah alat bukti yang ditampilkan, sekitar lima boks berisi berkas sebagai sampel yang ditunjukkan hakim MK kepada para pihak peserta sidang. Lantaran berkas tersebut tidak disusun selayaknya, dan kelaziman sebuah barang bukti, hakim tak dapat memverifikasi bukti tersebut.

"Berkas tersebut tidak disusun sebagaimana alat bukti sesuai perundang-undangan. Kami tidak bisa disahkan," ujar hakim MK, Saldi Isra.

Saldi menyebut, semestinya alat bukti yang disampaikan disertai pelabelan seperti yang diatur dalam undang-undang pasal 8 ayat 4 yang menyebut setiap alat bukti diberi tanda dan ditempelkan label alat bukti. Begitu juga alat bukti yang wajib dipenuhi syaratnya oleh termohon dan pihak terkait, dan pemberi keterangan.

Saldi memberi waktu tim Prabowo untuk merapikan alat bukti hingga pukul 12.00 WIB.(rlc)

 


Berita Lainnya :
  • Ketua DPRD Meranti Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ ke-XI
  • MTQ ke-XI Resmi Dibuka Wabup Said Hasyim
  • Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru
  • 65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa
  • Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau
  • Gubri Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul
  • Bupati Meranti Lepas Pawai Ta'ruf MTQ Ke-XI
  • Wabup Meranti Lantik Dewan Hakim MTQ Ke-XI
  • Marcus/Kevin Jumpa Ahsan/Hendra di Final
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan