Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf me...[read more] "> Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf me" />
Sabtu, 11 Juli 2020
Follow Us:
19:24 WIB - Sejak 2015 WN Prancis ini Cabuli 305 Anak Dibawah Umur di Indonesia | 19:24 WIB - Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau | 19:24 WIB - Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan | 19:24 WIB - Bupati Siak Tandatangani Dana Hibah Pilkada 2020 | 19:24 WIB - Diresmikan Bupati Wardan , Kecamatan Kempas Juga Punya Kampung Tangguh | 19:24 WIB - Sekdaprov Riau Tinjau Swab Massal di Rohul
/ Politik / Prabowo Tuding KPU Gelembungkan 22 Juta Suara Untuk Jokowi /
Prabowo Tuding KPU Gelembungkan 22 Juta Suara Untuk Jokowi
Kamis, 13 Juni 2019 - 15:08:05 WIB

BIDIKONLINE.COM - Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf mencapai 22 juta suara. Prabowo menganggap, bila tidak ada penggelembungan suara, dialah yang menang Pilpres 2019.

"Pemohon meyakini ada kecurangan pemilu yang membuat terjadinya penggelembungan dan pencurian suara yang jumlahnya di antara 16.769.369 sampai dengan 30.462.162 suara dan hal tersebut sangat berpengaruh dan merugikan perolehan suara dari Pemohon," demikian dalil gugatan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga yang dikutip dari detikcom, Kamis (13/6/2019).

Prabowo-Sandiaga tidak membantah perolehan suara miliknya yang diumumkan KPU, yaitu 68.650.239 suara. Namun paslon nomor urut 02 itu keberatan atas keputusan KPU yang menyebut Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara.

Versi Prabowo-Sandiaga, semestinya Jokowi-Ma'ruf hanya memperoleh 63.575.169 suara. Jadi KPU dinilai telah menggelembungkan suara Jokowi-Ma'ruf sebanyak 22.034.193 suara.

"Untuk itu, Pemohon memohon kepada Majelis untuk memerintahkan termohon (KPU-red) melakukan hal tersebut di atas dan melakukannya di seluruh TPS secara terbuka, termasuk juga tidak terbatas hanya dengan merekap seluruh daftar hadir atau formulir C7," lanjutnya.

Atas hal itu, Prabowo-Sandiaga meminta pemilu ulang atau mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf.

"Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urt 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024," tuntut Prabowo.

Sebelumnya, KPU dengan tegas menepis tuduhan tersebut dan memastikan telah bekerja profesional dan transparan.

"Tuduhan penggelembungan suara sebanyak 17 juta sungguh tidak dapat diterima. KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2019 berpedoman pada prinsip independensi, profesional, dan transparan, serta membuka ruang bagi partisipasi masyarakat," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi, Rabu (12/6).(rlc)


Berita Lainnya :
  • Sejak 2015 WN Prancis ini Cabuli 305 Anak Dibawah Umur di Indonesia
  • Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau
  • Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan
  • Bupati Siak Tandatangani Dana Hibah Pilkada 2020
  • Diresmikan Bupati Wardan , Kecamatan Kempas Juga Punya Kampung Tangguh
  • Sekdaprov Riau Tinjau Swab Massal di Rohul
  • Masyarakat Apresiasi Pejuang Pemadam Karhutla Riau
  • DPW MOI Riau Segera Surati DPRD Kota Pekabaru
  • Hindari Tabrakan, Sebuah Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Parit
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan