Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf me...[read more] "> Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf me" />
Selasa, 02 Juni 2020
Follow Us:
21:45 WIB - Wabup Inhil Serahkan Bantuan untuk Warga Korban Bencana Alam | 21:45 WIB - IWO Inhil Terus Buka Donasi Melalui Posko Relawan Covid-19 | 21:45 WIB - Gubri Tinjau Mall Bagan Batu dan Pasar Tradisional Pajak Lama | 21:45 WIB - Pemkab Rohil Tegaskan Siap Jalankan New Normal Covid-19 | 21:45 WIB - Bupati Kampar Sisir Masyarakat Miskin Kota Garo yang belum Terima Sembako | 21:45 WIB - Bupati Kampar ; Sinergitas dan Kebersamaan Lalui Cobaan
/ Politik / Prabowo Tuding KPU Gelembungkan 22 Juta Suara Untuk Jokowi /
Prabowo Tuding KPU Gelembungkan 22 Juta Suara Untuk Jokowi
Kamis, 13 Juni 2019 - 15:08:05 WIB

BIDIKONLINE.COM - Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf mencapai 22 juta suara. Prabowo menganggap, bila tidak ada penggelembungan suara, dialah yang menang Pilpres 2019.

"Pemohon meyakini ada kecurangan pemilu yang membuat terjadinya penggelembungan dan pencurian suara yang jumlahnya di antara 16.769.369 sampai dengan 30.462.162 suara dan hal tersebut sangat berpengaruh dan merugikan perolehan suara dari Pemohon," demikian dalil gugatan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga yang dikutip dari detikcom, Kamis (13/6/2019).

Prabowo-Sandiaga tidak membantah perolehan suara miliknya yang diumumkan KPU, yaitu 68.650.239 suara. Namun paslon nomor urut 02 itu keberatan atas keputusan KPU yang menyebut Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara.

Versi Prabowo-Sandiaga, semestinya Jokowi-Ma'ruf hanya memperoleh 63.575.169 suara. Jadi KPU dinilai telah menggelembungkan suara Jokowi-Ma'ruf sebanyak 22.034.193 suara.

"Untuk itu, Pemohon memohon kepada Majelis untuk memerintahkan termohon (KPU-red) melakukan hal tersebut di atas dan melakukannya di seluruh TPS secara terbuka, termasuk juga tidak terbatas hanya dengan merekap seluruh daftar hadir atau formulir C7," lanjutnya.

Atas hal itu, Prabowo-Sandiaga meminta pemilu ulang atau mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf.

"Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urt 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024," tuntut Prabowo.

Sebelumnya, KPU dengan tegas menepis tuduhan tersebut dan memastikan telah bekerja profesional dan transparan.

"Tuduhan penggelembungan suara sebanyak 17 juta sungguh tidak dapat diterima. KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2019 berpedoman pada prinsip independensi, profesional, dan transparan, serta membuka ruang bagi partisipasi masyarakat," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi, Rabu (12/6).(rlc)


Berita Lainnya :
  • Wabup Inhil Serahkan Bantuan untuk Warga Korban Bencana Alam
  • IWO Inhil Terus Buka Donasi Melalui Posko Relawan Covid-19
  • Gubri Tinjau Mall Bagan Batu dan Pasar Tradisional Pajak Lama
  • Pemkab Rohil Tegaskan Siap Jalankan New Normal Covid-19
  • Bupati Kampar Sisir Masyarakat Miskin Kota Garo yang belum Terima Sembako
  • Bupati Kampar ; Sinergitas dan Kebersamaan Lalui Cobaan
  • Forkopimda Riau Cek Perbatasan Riau – Sumut di Rohil
  • Pemko Pekanbaru Targetkan Bantuan Tahap II Disalurkan Pekan Depan
  • DPRD Pekanbaru Minta Dana Sertifikasi Guru Segera Dicairkan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan