Sebanyak 508 dari 8.041 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang absen pada hari pertama kerja kemarin, masih dilakukan penyisiran untuk menentuk...[read more] "> Sebanyak 508 dari 8.041 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang absen pada hari pertama kerja kemarin, masih dilakukan penyisiran untuk menentuk" />
Senin, 16 09 2019
Follow Us:
Sabtu, 14 September 2019 - 16:21 WIB
Pesan Bupati: Terus Giat Belajar
Sabtu, 14 September 2019 - 16:17 WIB
KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun
Sabtu, 14 September 2019 - 16:14 WIB
Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur
16:14 WIB - Bupati Inhil Turun Padamkan Api | 16:14 WIB - Wako : Asap Dumai Merupakan Kiriman Daerah Tetangga | 16:14 WIB - Pesan Bupati: Terus Giat Belajar | 16:14 WIB - KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun | 16:14 WIB - Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur | 16:14 WIB - Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau
/ Riau / 508 ASN Bakal Disanksi Sesuai Arahan Gubri /
Bolos Usai Libur Lrbaran,
508 ASN Bakal Disanksi Sesuai Arahan Gubri
Rabu, 12 Juni 2019 - 20:29:30 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Sebanyak 508 dari 8.041 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang absen pada hari pertama kerja kemarin, masih dilakukan penyisiran untuk menentukan tingkat kesalahan.

Namun Gubernur Riau Syamsuar dan Wakilnya Edy Afrizal Natar Nasution sudah mengingatkan sebelumnya, sekecil apa pun bentuk kesalaham, wajib diberi sanksi.

"Dari total 508 ASN yang absen kemarin, kita hari ini masih melakukan konfirmasi, apakah ada karena telat tak ikut apel tapi masuk kerja atau karena sesutu hal. Berbeda, dengan tak ada laporan sama sekali. Karena nanti kita ingin kelompokan. Tapi pesan pimpinan prinsipnya, sekecil apa pun kesalahan wajib diberi sanksi," kata Kabid Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai, BKD Riau, Trimo Setiono, Selasa (11/6/19).

Jika diantara 508 ASN yang absen tersebut hanya diberikan sanksi ringan, maka cukup hanya berupa teguran oleh pimpinan OPD masing-masing. Sedangkan berat hingga sedang, menjadi kewajiban BKD sebagai pembina kepegawaian menyelesaikannya.

Diantara sanksi sedang hingga berat tersebut mulai penundaan kenaikan gaji, penundaan kenaikan pangkat hingga pemberhentian sebagai ASN.

"Makanya kita konfirmasi lagi kesetiap OPD, kalau sudah jelas tingkat kesalahannya maka sanksi sudah bisa diberikan," ungkap Trimo.

Ada pun sebanyak 27 ASN yang tak hadir namun karena alasan tugas belajar, tidak ada masalah. Karena status mereka dibebas tugaskan dari kedinasan. Kemudian ada juga dua ASN lainnya cuti melahirkan.

"Jika dipersentasekan ada 93,69 persen tingkat kehadiran atausebanyak 6,74 persen yang tidak hadir," papar Trimo.(rtc)


Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil Turun Padamkan Api
  • Wako : Asap Dumai Merupakan Kiriman Daerah Tetangga
  • Pesan Bupati: Terus Giat Belajar
  • KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun
  • Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur
  • Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau
  • F-BPD Kampar Gelar Bimtek
  • Sekda Inhil dan Sekda Bengkalis Ikut Seleksi Terbuka Calon Sekdaprov Riau
  • 19-22 September, Tour de Siak Digelar 4 Etape Sejauh 542 Km
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan