Tudingan Politikus Partai Demokrat Andi Arief bahwa partai hingga Ketumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadikan kambing hitam atas ...[read more] "> Tudingan Politikus Partai Demokrat Andi Arief bahwa partai hingga Ketumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadikan kambing hitam atas " />
Selasa, 25 Juni 2019
Follow Us:
21:16 WIB - HUT KOTA PEKANBARU KE - 235, DPRD GELAR SIDANG ISTIMEWA | 21:16 WIB - 100 Raja dan Sultan Se-Nusantara Berkumpul | 21:16 WIB - Polisi Buru Orangtua Pembuang Bayi Dalam Kantong Plastik di Siak | 21:16 WIB - 2 Jambret Dihajar Massa di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru | 21:16 WIB - MK Percepat Pembacaan Putusan Jadi 27 Juni | 21:16 WIB - Jawaban Pemprov Riau Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Perubahan Perda OPD
/ Politik / BPN Anggap Andi Arief Hanya Cari Perhatian /
Ungkit Prabowo-Sandi Kalah,
BPN Anggap Andi Arief Hanya Cari Perhatian
Sabtu, 08 Juni 2019 - 16:20:31 WIB

BIDIKONLINE.COM  - Tudingan Politikus Partai Demokrat Andi Arief bahwa partai hingga Ketumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadikan kambing hitam atas kekalahan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ditanggapi pedas oleh tim pemenangan paslon nomor urut 02. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, menganggap Andi Arief hanya mencari perhatian alias caper belaka.

Tudingan itu sebelumnya dilontarkan Andi Arief melalui Twitternya, Jumat (7/6/2019). Dalam tudingannya itu, Andi pun mengungkit kembali peristiwa pemilihan cawapres hingga gelaran deklarasi capres-cawapres yang dia sebut tak melibatkan SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Partai Demokrat.

"Pasangan 02 deklarasi capres-cawapres tanpa melibatkan Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Artinya, merasa kuat dan punya perhitungan sendiri untuk menang. Dalam kenyataannya kalah, terpuruk, malah menyalahkan Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Ngambek pada kekuatan yang tidak dilibatkan," tulis Andi Arief.

"Partai Demokrat, SBY, dan AHY ditinggal oleh deklarasi 02 hanya karena bilang, jika Pak Prabowo berpasangan dengan Sandi Uno, tidak memiliki peluang menang berdasar survei, dan menyarankan Pak Prabowo mencari cawapres lain agar kesempatan menang ada. Tidak ada pandangan subjektif pada Sandi Uno dari Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Berdasarkan survei saat itu, Sandi Uno teridentifikasi politik SARA, sehingga sulit menang di Jateng dan Jatim, yang pemilihnya besar. Pak Prabowo keras kepala dan meninggalkan Demokrat. Kini terbukti," lanjut Andi.

Andi Arief pun kesal Prabowo-Sandiaga dan pendukungnya seolah menunjuk hidung partainya, SBY dan AHY. Padahal, menurut dia, partainya tak pernah dilibatkan dan kerap diabaikan dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur yang terdiri dari Gerindra-PKS-PAN dan Demokrat itu sendiri. Bahkan, hal itu berlangsung sejak koalisi masih dalam masa penjajakan.

"Meski tidak yakin akan kemenangan 02, Partai Demokrat, SBY, dan AHY tetap berupaya mencari jalan yang benar agar 02 menang. Berkali-kali pertemuan mengusulkan sesuatu yang positif namun selalu ditolak oleh 02. Kawan yang baik adalah yang mengajarkan hal benar," kata Andi.

Mendapat tudingan dari Andi Arief, BPN Prabowo-Sandiaga geram. Membalas dengan pedas, BPN meminta Andi Arief tak cari perhatian. Sebab, selama ini tak pernah sang capres maupun pihaknya menyalahkan Demokrat dan para pucuk pimpinannya.

"Bang Andi nggak usah caper-lah. Kami nggak menyalahkan Partai Demokrat, Pak SBY, dan AHY," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Jumat (7/6/2019).

"Saya rasa saran PD kita adopsi. Bahkan surat Pak SBY soal kampanye inklusif itu kita ikuti. Ini Bang Andi Arief ini nggak pernah ikut kampanye, nggak pernah ikut rapat, tapi cari perhatian melulu. Bang Andi kasih saran apa ke kami? Datang rapat BPN juga nggak pernah. Saran PD selalu kami adopsi, kok. Beberapa kali Pak Prabowo juga minta saran ke Pak SBY. Jadi kita sudah laksanakan. Saya bingung Pak Andi maunya apa. Nggak pernah ikut rapat tapi sok tahu," imbuh dia.

Politikus Gerindra itu juga menepis keras pernyataan Andi Arief yang menyebut tak pernah melibatkan partai berlambang mirip logo mercy itu. Andre menjelaskan, dalam kasus deklarasi, kala itu memang Demokrat-lah yang belum menentukan sikap untuk mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Loh, soal deklarasi ya nggak ada urusannya sama Bang Sandi, ya. Deklarasi kita sudah siap dan sampai malam nunggu Demokrat belum ngambil keputusan. Kami sudah siap. Jadi kami deklarasi. Kami nggak ninggalin, kami sudah kasih tahu Pak Prabowo akhirnya memutuskan Bang Sandi jadi cawapres. Kami nunggu Demokrat tapi nggak datang malam itu. Akhirnya PD memang mendukung kami besoknya kan, dan Pak Prabowo datangi Pak SBY ke Kuningan," kata Andre.

"Bang Andi nggak usah caper-lah. Kalau AHY mau jadi menterinya Pak Jokowi ya monggo, mau PD gabung ke 01, ya monggo. Itu hak mereka. Silakan," imbuh dia. (RMC)


Berita Lainnya :
  • HUT KOTA PEKANBARU KE - 235, DPRD GELAR SIDANG ISTIMEWA
  • 100 Raja dan Sultan Se-Nusantara Berkumpul
  • Polisi Buru Orangtua Pembuang Bayi Dalam Kantong Plastik di Siak
  • 2 Jambret Dihajar Massa di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru
  • MK Percepat Pembacaan Putusan Jadi 27 Juni
  • Jawaban Pemprov Riau Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Perubahan Perda OPD
  • 35 Pelajar SMA Jadi Anggota Paskibraka Pelalawan 2019
  • DPRD Riau Bentuk Pansus Perubahan OPD
  • Pemko Pekanbaru Rangkai Beragam Kegiatan Menarik
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan