Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat (PD) keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto...[read more] "> Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat (PD) keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto" />
Sabtu, 25 Mei 2019
Follow Us:
17:18 WIB - Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa | 17:18 WIB - Pemilik Warung yang Dijarah Bertemu Presiden Jokowi | 17:18 WIB - Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh dan Lontaran Batu Pijar | 17:18 WIB - Pemprov Riau Perbaiki Jalan Rusak di Rohul | 17:18 WIB - Muhammadiyah Kuansing Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah | 17:18 WIB - Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Segera Bayarkan THR
/ Politik / Waketum Gerindra Persilahkan Demokrat Keluar dari Koalisi Prabowo /
Waketum Gerindra Persilahkan Demokrat Keluar dari Koalisi Prabowo
Jumat, 10 Mei 2019 - 21:55:34 WIB

JAKARTA (Bidikonline.com) – Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat (PD) keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Poyuono meminta Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tak bersikap seperti serangga undur-undur.

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala," kata Poyuono dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

Menurut Poyuono, Demokrat tak punya pengaruh dalam upaya pemenangan Prabowo. Dia memandang kehadiran Demokrat malah menurunkan suara pasangan 02 itu.

"Monggo keluar aja deh, wong nggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lho," ucap dia.

Poyuono lantas menduga-duga sikap PD saat ini yang menurutnya seperti serangga undur-undur. Dia berbicara soal jaminan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan saya tahu kok kenapa kayak undur-undur, maklum belum clear jaminan hukum dari Kangmas Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus korupsi, kayak kasus korupsi proyek Hambalang. Tapi saya yakin Kangmas Joko Widodo tidak akan pernah menjamin kalau keluarga SBY nggak akan diproses hukum oleh KPK ya," tuduh Poyuono.

"Sebab Kangmas itu selama ini jelas sangat mendukung pemberantasan korupsi. Dan saya yakin nasibnya Demokrat akan seperti kayak tokoh Aswatama setelah Perang Bharatayudha, nggak diterima di mana-mana dan nanti juga oleh koalisi parpolnya Ibu Mega akan ditolak masuk koalisi dan nggak ada yang mau koalisi sama Demokrat tuh," dia menambahkan.(rmc)


Berita Lainnya :
  • Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa
  • Pemilik Warung yang Dijarah Bertemu Presiden Jokowi
  • Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh dan Lontaran Batu Pijar
  • Pemprov Riau Perbaiki Jalan Rusak di Rohul
  • Muhammadiyah Kuansing Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah
  • Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Segera Bayarkan THR
  • Wako Lantik Kelompok Kerja Kampung KB Kota Dumai
  • THR ASN Pemko Pekanbaru Cair
  • BBPOM Pekanbaru Gelar Sidak di Meranti
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan