Sebagai daerah yang identik dengan Melayu, Gubernur Riau Syamsuar mengaku prihatin Provinsi Riau masuk urutan kelima peredaran narkoba ...[read more] "> Sebagai daerah yang identik dengan Melayu, Gubernur Riau Syamsuar mengaku prihatin Provinsi Riau masuk urutan kelima peredaran narkoba " />
Senin, 16 09 2019
Follow Us:
Sabtu, 14 September 2019 - 16:21 WIB
Pesan Bupati: Terus Giat Belajar
Sabtu, 14 September 2019 - 16:17 WIB
KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun
Sabtu, 14 September 2019 - 16:14 WIB
Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur
16:14 WIB - Bupati Inhil Turun Padamkan Api | 16:14 WIB - Wako : Asap Dumai Merupakan Kiriman Daerah Tetangga | 16:14 WIB - Pesan Bupati: Terus Giat Belajar | 16:14 WIB - KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun | 16:14 WIB - Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur | 16:14 WIB - Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau
/ Riau / Gubri Prihatin, Riau Masuk Urutan 5 Peredaran Narkoba Tertinggi /
Gubri Prihatin, Riau Masuk Urutan 5 Peredaran Narkoba Tertinggi
Jumat, 26 April 2019 - 20:15:11 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com)  - Sebagai daerah yang identik dengan Melayu, Gubernur Riau Syamsuar mengaku prihatin Provinsi Riau masuk urutan kelima peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

"Kita prihatin Riau masuk urutan lima (peredaran narkoba tertinggi), kalau urusan narkoba ini lebih baik kita tak masuk urutan. Kalau bisa kita tak masuk urutan 10 besar. Karena ini bukan menaikan citra Riau, tapi ini tantangan kita," kata Syamsuar seperti dilansir dari laman Cakaplah.com, Jumat (26/4/2019).

Karena itu, Syamsuar berharap urutan tersebut tak naik lagi rangkingnya karena menurutnya seperti laporan kepala BNNP Riau bisa saja naik rangkingnya.

"Tapi semua itu bisa kita lakukan kalau kita bersatupadu dengan semua stokeholder yang ada di Riau, bekerjasama dengan aparat, tokoh-tokoh masyarakat dan agama kita bisa mengatasi persoalan narkoba ini. Karena narkoba ini bukan masalah Riau, tapi Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, Syamsuar mengajak semua masyarakat Riau harus bekerja bersama-sama mengatasi peredaran narkoba ini. Apalagi Presiden sudah menegaskan bahwa Indonesia darurat narkoba.

"Tadi BNN juga sudah menyampaikan, bahwa ada tiga bahaya yang menjadi perhatian kita, teroris, korupsi dan narkoba," cetusnya.

Untuk menekan peredaran narkoba ini, lanjut Syamsuar, Pemprov Riau dan Forkopimda sudah ada kesepakatan membuat tim terpadu penanganan narkoba.

"Nanti sekaligus kita sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba sampai ke daerah-daerah, agar masalah narkoba menjadi komitmen kita bersama untuk menangani peredaran narkoba di Riau ini," cakapnya.(rlc)




Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil Turun Padamkan Api
  • Wako : Asap Dumai Merupakan Kiriman Daerah Tetangga
  • Pesan Bupati: Terus Giat Belajar
  • KUA-PPAS Inhil Tahun 2020 Disepakati Sebesar Rp2,1 Triliun
  • Asri Auzar: Jangan Salahkan Gubernur
  • Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau
  • F-BPD Kampar Gelar Bimtek
  • Sekda Inhil dan Sekda Bengkalis Ikut Seleksi Terbuka Calon Sekdaprov Riau
  • 19-22 September, Tour de Siak Digelar 4 Etape Sejauh 542 Km
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan