Ivent Gerhana Matahari Cincin (GMC) diharapkan tidak sekedar fenomena alam yang lewat begitu saja. Namun, momen tersebut memiliki nilai b...[read more] "> Ivent Gerhana Matahari Cincin (GMC) diharapkan tidak sekedar fenomena alam yang lewat begitu saja. Namun, momen tersebut memiliki nilai b" />
Rabu, 24 April 2019
Follow Us:
Senin, 22 April 2019 - 17:38 WIB
Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP
Senin, 22 April 2019 - 17:36 WIB
DPP Rutin Uji Tera SPBU
Senin, 22 April 2019 - 17:33 WIB
Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan
17:33 WIB - Sambut Ramadan, Pemko Bagikan 1.000 Kain Sarung | 17:33 WIB - KTP el Belum Cetak, Warga Diimbau Datang ke Disdukcapil | 17:33 WIB - Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP | 17:33 WIB - DPP Rutin Uji Tera SPBU | 17:33 WIB - Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan | 17:33 WIB - 30.616 Siswa SMP di Pekanbaru Ikut UN
/ Siak / GMC 2019 Momen Promosi Pariwisata di Kabupaten Siak /
GMC 2019 Momen Promosi Pariwisata di Kabupaten Siak
Jumat, 12 April 2019 - 20:15:11 WIB

SIAK (Bidikonline.com) - Ivent Gerhana Matahari Cincin (GMC) diharapkan tidak sekedar fenomena alam yang lewat begitu saja. Namun, momen tersebut memiliki nilai bagi masyarakat, saintifik dan juga tantangan bagi para pengamat untuk bisa menghasilkan amatan yang baik.

Hal tersebut dikataka, Kepala Lembaga Pusat Sains dan Antariksa Nasional (LAPAN) Clara Yatini, saat membuka Rapat Koordinasi GMC 2019, di gedung LAPAN Kota Bandung jumat, (12/04/2019).

"Kita berharap, event GMC 2019 ini tidak hanya lewat begitu saja. Karena ia memiliki makna yang lebih dari sekedar fenomena alam yang mungkin bisa terjadi untuk kita amati," sebutnya.

Ia juga menjelaskan, LAPAN sangat mendorong daerah-daerah yang dilintasi GMC nanti, dan menetapkan salah satu tempat disetiap daerah.

Hal itu agar dapat menciptakan ide-ide menarik yang melibatkan masyarakat terutama bagi mashasiswa. Dengan cara melakukan sosialisasi, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait fenomena Alam gerhana.

"Dengan momen ini, daerah harus bisa mengambil peran untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa dan masyarakat. Dari sejumlah daerah yang dilintasi, titik rakor yang terlihat jelas fenomena tersebut ada 2 kelompok besar, yaitu Siak dan Tanjung Pinang, itu juga merupakan kesempatan masyarakat yang ingin mengamati langsung GMC 2019,"terangnya.

Melalui rakor ini, ia meminta masukan kepada daerah yang di lewati GMC tahun 2019 ini sejauh mana kesiapannya. Dan sosialisasi yang di lakukan agar gaungnya dapat dirasakan secara nasional. Event ini juga menjadi momen bagi perkembangan pariwisata, dan ekonomi di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni, yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Wan Saiful Effendi dalam rakor itu menyampaikan, kesiapan Kabupaten Siak sebagai pusat pengamatan Gerhana Matahari Cincin (GMC) tahun 2019.

Dihadapan para peserta rakor Fauzi menyampaikan, terkait GMC tersebut sudah dibahas sejak tahun 2017 yang lalu.

Siak salah satu daerah lintasan gerhana matahari bersama menohong Lembang dan LAPAN sudah menetapkan spot terbaiknya berada di Kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit.

"Walau masih lama, namun gaung GMC sudah kami buat dengan melakukan grand launcing GMC 2019 di lokasi titik pengamatan lapangan Bunsur," ungkapnya.

Fauzi melanjutkan, grand launcing GMC 2019 pada 15 februari lalu, dihadiri Bupati Siak yang masa itu masih di jabat H Syamsuar. Artinya, demamnya itu sudah di mulai sejak dua tahun lalu.

Menurutnya, Pemkab Siak menyambut baik bagi para tamu, masyarakat dan pengamat yang ingin melihat GMC bersama masyarakat.

"Nanti akan ada sejumlah event yang di buat dalam menyambuat GMC tersebut. Diantaranya, Pameran Fotografi Objek Wisata, Pemutaran Film Budaya, Culture Night Festival, serta ritual ke agamaan seperti Zikir, doa dan melakukan shalat gerhana," imbuhnya.

Fauzi akan menindak lanjuti hasil rakor Ini bersama kawan-kawan akademisi dari Universitas yang ada di Riau dan akan dibahas di Kabupaten Siak.

Gerhana Matahari Cincin 2019 akan melintasi berbagai kota di Indonesia. Jalur cincin akan melintasi provinsi Riau, dan Siak akan menjadi area di mana Gerhana matahari cincin terlama akan berlangsung di sejumlah titik diantaranya Siak dan Tanjung Pinang. (rlc)


Berita Lainnya :
  • Sambut Ramadan, Pemko Bagikan 1.000 Kain Sarung
  • KTP el Belum Cetak, Warga Diimbau Datang ke Disdukcapil
  • Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP
  • DPP Rutin Uji Tera SPBU
  • Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan
  • 30.616 Siswa SMP di Pekanbaru Ikut UN
  • DPP Pekanbaru Minta Bantuan Satpol PP
  • Camat Tenayan Raya Resmikan Destinasi Wisata Edukasi
  • Wali Kota Hadiri Pelantikan SAPMA PP Kota Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan