Sepasang suami istri yang dililit utang, menjual bayi kembarnya yang baru lahir ke dua pembeli.
...[read more] "> Sepasang suami istri yang dililit utang, menjual bayi kembarnya yang baru lahir ke dua pembeli.
" />
Rabu, 24 April 2019
Follow Us:
Senin, 22 April 2019 - 17:38 WIB
Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP
Senin, 22 April 2019 - 17:36 WIB
DPP Rutin Uji Tera SPBU
Senin, 22 April 2019 - 17:33 WIB
Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan
17:33 WIB - Sambut Ramadan, Pemko Bagikan 1.000 Kain Sarung | 17:33 WIB - KTP el Belum Cetak, Warga Diimbau Datang ke Disdukcapil | 17:33 WIB - Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP | 17:33 WIB - DPP Rutin Uji Tera SPBU | 17:33 WIB - Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan | 17:33 WIB - 30.616 Siswa SMP di Pekanbaru Ikut UN
/ Lintas Nusantara / Orang Tua Ini Jual Bayi Kembarnya Seharga Rp254 Juta Karna Dililit Utang /
Orang Tua Ini Jual Bayi Kembarnya Seharga Rp254 Juta Karna Dililit Utang
Sabtu, 30 Maret 2019 - 21:40:27 WIB

BIDIKONLINE.COM - Sepasang suami istri yang dililit utang, menjual bayi kembarnya yang baru lahir ke dua pembeli.

Bayi kembar, laki-laki dan perempuan itu masing-masing dijual seharga 60.000 yuan (Rp127 juta) kepada dua keluarga di provinsi Hebei, hampir 800 kilometer dari Chifeng, Mongolia Dalam, rumah pasangan tersebut.

Polisi mengatakan, orang tua bayi itu adalah pengangguran dan mereka telah menimbun hutang dari platform pinjaman online. Karena putus asa untuk mendapatkan uang, mereka akhinya menjual buah hati mereka.

Dililit Utang, Orang Tua ini Jual Bayi Kembarnya Seharga Rp254 Juta

Menurut CCTV, bayi perempuannya diselamatkan oleh polisi Chifeng pada 28 Februari di kota Xingtai. Sementara bayi lelakinya diselamatkan pada 2 Maret di kota Langfang.

Polisi mengatakan, petugas di Biro Keamanan Publik Distrik Yuan Bao Shan menerima laporan pada Desember lalu tentang seorang pria yang diduga melakukan perdagangan anak.

Setelah menyelidiki dan memeriksa kamera pengintai, petugas menemukan dan menahan ayah bayi itu di sebuah bar karaoke lokal pada 22 Januari. Dia diidentifikasi sebagai Lan.

Keesokan harinya, petugas juga menangkap istri Lan, Feng, di sebuah motel.

Pasangan itu mengaku menjual si kembar dua bulan setelah mereka lahir di Chifeng pada September 2017.

“Kami berhutang banyak uang. Kami sama sekali tidak memiliki penghasilan," kata Lan pada polisi selama diinterogasi di kantor polisi.

"Kami tidak dapat meminjam uang di mana pun. Kami tidak mampu membesarkan mereka," tambahnya. 

Pasangan itu kemudian menggunakan uang itu untuk membayar kembali rentenir.

“Saya melakukan hal yang mengerikan, secara etis. Saya menyakiti diri sendiri dan menyakiti orang lain," kata Lan. "Saya telah mengecewakan kedua anakku."

“Kami benar-benar tidak punya pilihan. Saya tahu itu salah. Tapi pada saat yang sama, bayi-bayi itu tidak akan menderita bersama kami," kata Feng dalam sebuah wawancara dengan CCTV.

Anak-anak telah dikembalikan ibu kandung mereka.

Keluarga yang mengadopsi bayi laki-laki itu mengatakan bahwa istrinya tidak subur dan tidak bisa hamil setelah menikah selama delapan tahun. 

"Aku berharap orang tua kandungnya akan memperlakukannya lebih baik," kata pembeli bayi itu, setelah si kecil dikembalikan ke orang tuanya.

Ayah si kembar, Lan, telah ditangkap dan ditahan karena perdagangan anak. Tiga orang yang terlibat dalam kasus ini telah dibebaskan dengan jaminan.

Dua tersangka lainnya berada di bawah "penahanan administratif," menurut CCTV. (rsc)



Berita Lainnya :
  • Sambut Ramadan, Pemko Bagikan 1.000 Kain Sarung
  • KTP el Belum Cetak, Warga Diimbau Datang ke Disdukcapil
  • Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP
  • DPP Rutin Uji Tera SPBU
  • Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan
  • 30.616 Siswa SMP di Pekanbaru Ikut UN
  • DPP Pekanbaru Minta Bantuan Satpol PP
  • Camat Tenayan Raya Resmikan Destinasi Wisata Edukasi
  • Wali Kota Hadiri Pelantikan SAPMA PP Kota Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan