Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis melakukan konsultasi dan koordinasi kepada Badan Nasional Pe...[read more] "> Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis melakukan konsultasi dan koordinasi kepada Badan Nasional Pe" />
Jum'at, 23 08 2019
Follow Us:
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:22 WIB
Polres Dumai Musnahkan Narkoba Paket Besar
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:20 WIB
4 Perusahaan di Riau Ini Disegel KLHK
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:18 WIB
Wakil Bupati Inhil Lantik Kepala Desa Karya Tunas Jaya
20:18 WIB - Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem | 20:18 WIB - Pekanbaru akan Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata | 20:18 WIB - Polres Dumai Musnahkan Narkoba Paket Besar | 20:18 WIB - 4 Perusahaan di Riau Ini Disegel KLHK | 20:18 WIB - Wakil Bupati Inhil Lantik Kepala Desa Karya Tunas Jaya | 20:18 WIB - Bupati Siak Hadiri Rakernas Apkasi
/ Bengkalis / DPRD Bengkalis Usulkan 6 Penanganan Abrasi Rp 1,14 Triliun Lebih /
Konsultasi ke BNPP Pusat,
DPRD Bengkalis Usulkan 6 Penanganan Abrasi Rp 1,14 Triliun Lebih
Rabu, 20 Maret 2019 - 19:20:11 WIB

BENGKALIS, (Bidikonline.com) - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis melakukan konsultasi dan koordinasi kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pusat terkait persoalan Abrasi dan pengelolaan perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Wakil ketua DPRD Bengkalis H. Indra Gunawan (Eet) ketika dihubungi lewat solulernya, Kamis 14 Maret 2019 lalu.

Diutarakan Indra Gunawan, persoalan Abrasi dan pengelolaan perbatasan harus mendapat perhatian kita bersama.

Dan hari ini, pimpinan bersama Anggota DPRD Bengkalis melakukan konsultasi dan Koordinasi kepada BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan) pusat untuk mendapat masukan terkait percepatan peningkatan kualitas Infrastruktur Jalan dan Penanganan Abrasi Pantai di wilayah perbatasan apalagi pulau Bengkalis.

"Alhamdulilah mereka (BNPP) pusat menanggapi masalah abrasi. Dan disetujui sepanjangan 24,5 kilometer, insya Allah akan disampaikan pada Musrenbang APBN dan APBD provinsi, dan akan diagendakan pada tahun 2020 mendatang,"ungkap Wakil ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan.

Diutarakan Eet lagi, untuk yang paling prioritas penanganan abrasi tersebut adalah wilayah Pulau Bengkalis dan Rupat.

"Rupat dan Bengkalis, tapi yang paling penting adalah di pulau Bengkalis, kalau Rupat itu sudah ditangani BNPP. Semoga hal ini bisa  bermanfaat dan berdampak positif dalam penanganan Abrasi di Bengkalis kedepan,"pungkasnya.

Usulkan 6 Penanganan Abrasi Dengan Total Rp 1, 143,250 Triliun

Pengusulan tentang penanganan Abrasi berkenaan dengan tugas pokok dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis.

Pimpinan dan anggota DPRD Bengkalis yang melakukan konsultasi atau kordinasi ke Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) di Jakarta.

Adapun maksud pelaksanaan konsultasi dan kordinasi tersebut adalah guna mendapatkan masukan informasi terkait percepatan peningkatan kualitas infrastruktur Jalan dan Penanganan Abrasi pantai Diwilayah perbatasan Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

Usulan kegiatan yang diajukan dalam rangka penanggulangan abrasi pantai Pulau terdepan yaitu di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau ke BNPP pusat adalah.

1. Pembangunan pengaman pantai Desa Meskom-Desa Jangkang, Kecamatan Bengkalis dan Bantan dengan target 25 KM. Adapun yang sudah ditangani dari dana APBD Bengkalis 0,5 Km. Dengan sisa penanganan 24,5 Km dengan nilai usulan Rp539.000.000.000 usulan dari sumber dana APBN.

2. Pembangunan pengaman pantai desa Jangkang-desa Selat Baru, kecamatan Bantan, sepanjang 3,5 Km dan yang sudah ditangani bersumber dari dana APBD sepanjang 1,6 Km dengan sisa penanganan 1,9 Km dengan nilai usulan Rp41,8 Milyar dari dana APBN.

3. Pembangunan pengamanan pantai, desa Selat Baru-desa Teluk Papal, Bantan Air dan desa Muntai kecamatan Bantan sepanjang 16,8 Km dan yang sudah ditangani sepanjang 1,0 Km dari dana APBD Bengkalis dan sisa penanganan 15, 8 Km dengan nilai usulan Rp347,6 Milyar usulan sumber dana APBN.

4. Pembangunan pantai desa Muntai-Pambang dengan target 12,5 Km dan yang sudah ditangani 2,2 Km dana APBD dan APBN 0,35 Km. Dan untuk sisa penanganan 9,95 Km dengan usulan Rp149, 250 Milyar sumber dana APBN.

5. Pembangunan pengaman pantai, desa Kador-Desa putri sembilan-tanjung Punak dan teluk Rhu kecamatan Rupat sepanjang 9,5 Km. Yang sudah ditangani 2.0 Km dari dana APBD Bengkalis sedangkan 2,3 Km dari dana APBN dengan sisa penanganan 5,2 Km serta usulan Rp41,600 Milyar sumber dana APBN.

6. Pembangunan pengaman pantai desa sepahat-desa tanjung kebanyakan kecamatan Bukit Batu dengan target 5 Km yang sudah ditangani 2.0 Km dari dana APBD Bengkalis dan untuk sisa penanganan sepanjang 3,0 Km dengan nilai usulan Rp24 Milyar.

"Jadi untuk jumlah yang kita usulkan tersebut Rp1,143,250 triliun,"ungkap Wakil ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan kepada riaugreen.com, Kamis 20 Maret 2019. (rgc)



Berita Lainnya :
  • Pesan Wapres JK untuk Ustaz Abdul Somad: Beri Khotbah Harus Adem
  • Pekanbaru akan Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata
  • Polres Dumai Musnahkan Narkoba Paket Besar
  • 4 Perusahaan di Riau Ini Disegel KLHK
  • Wakil Bupati Inhil Lantik Kepala Desa Karya Tunas Jaya
  • Bupati Siak Hadiri Rakernas Apkasi
  • Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Tembilahan
  • Dinas Perpustakaan dan Arsip Siak Taja Program Inklusi Sosial
  • Pemprov Riau Optimis APBD-P Tuntas Akhir Bulan Ini
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan