Masalah peredaran Narkoba di Riau, khususnya di Kabupaten Meranti, sangat memperhatikan. Menyusul mendapat laporan langsung dari DPC Ge...[read more] "> Masalah peredaran Narkoba di Riau, khususnya di Kabupaten Meranti, sangat memperhatikan. Menyusul mendapat laporan langsung dari DPC Ge" />
Jum'at, 24 Mei 2019
Follow Us:
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:45 WIB
Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:40 WIB
Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:21 WIB
JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat
22:21 WIB - PT IKPP gelar Buka Puasa Bersama Pemkab Siak dan Masyarakat Sekitar | 22:21 WIB - Kominfo Telah Batasi Fitur 6 Medsos Ini | 22:21 WIB - Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan | 22:21 WIB - Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI | 22:21 WIB - JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat | 22:21 WIB - Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
/ Riau / Dapat Laporan dari Granat Soal Narkoba di Meranti, Gubri Geleng Kepala /
Dapat Laporan dari Granat Soal Narkoba di Meranti, Gubri Geleng Kepala
selasa, 12 Maret 2019 - 21:34:22 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Masalah peredaran Narkoba di Riau, khususnya di Kabupaten Meranti, sangat memperhatikan. Menyusul mendapat laporan langsung dari DPC Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Meranti, membuat Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, menggelengkan kepala.

Empat pengurus DPC Granat Meranti, masing-masing, Darma Citara (ketua), Zainudin, Abdul Kadir Jailani, dan Misjan Tommy, Selasa (12/3/2019) pagi di kediaman gubenur Riau, silih berganti menyampaikan kekhawatiran terhadap bahaya Narkoba di kampung mereka yang sudah sangat merasuk ke semua lini.

Menurut Tommy, para pelaku Narkoba selalu menggunakan jasa anak-anak di bawah umur untuk menjadi kurir atau mengantar Narkoba kepada pembeli. Kegiatan seperti ini bisa terlihat di malam hari di salah satu tempat hiburan yang berada di Jalan A. Yani, Selatpanjang.

"Pelaku Narkoba sengaja menggunakan jasa anak-anak, agar ketika tertangkap anak-anak tak bisa dihukum karena Undang Undang Perlindungan anak. Anak-anak yang lugu berebutan mengantar Narkoba kepasa pemesan karena mendapat upah sekali antar Rp 20.000," kata Tommy.

Zainudin menimpali laporan Tommy kepada Syamsuar. Katanya, bahwa di Meranti dua kampung sudah dicap sebagai kampung Narkoba. Pasalnya, pelaku Narkoba secara tak langsung melibatkan masyarakat ikut dalam bisnis haram ini.

Sistem kerjanya, jelas Zainudin, bandar Narkoba memenuhi kebutuhan masyarakat. Bila ada kegiatan sosial, termasuk acara nikah kawin, biayanya selalu dibantu bandar Narkoba.

"Timbal balik semacam kerja sama ini, apabila ada razia ataupun penangkapan warga menghalangi petugas dan melindungi bandar Narkoba," ungkap Zainudin.

Di kampung Narkoba itu, pembeli juga bisa mencari berbagai macam jenis Narkoba serta berapa berat yang diinginkan. Misalnya, pembeli ingin membeli Narkoba ukuran besar namun tidak ada di suatu rumah yang dia datangi, pembeli bisa ke rumah lainnya.

"Memang dah teruk berul masalah Narkoba di kampung kami, Pak. Baru-baru ini, kita merasakan ketidakadilan karena pelaku Narkoba divonis bebas," ungkap Zainudin.

Karenanya, kata Darma Citara,  dia meminta agar gubernur Riau memberi petunjuk dan membuka akses langsung kepada pihak yang menangani Narkoba kepada Granat Meranti sehingga masalah Narkoba ini bisa ditekan.

"Tujuan kami bertemu Pak Gubernur, kami ingin mendapat akses langsung dari pihak yang menangani Narkoba. Sebab, kita menyakini ada oknum-oknum yang terlibat dalam hal ini," kata ketua DPC Granat Meranti itu.

Mendapat laporan dari DPC Granat Meranti itu, Syamsuar menyebutkan, Pemerintah Provinsi Riau sangat komit melawan Narkoba. Disarankan juga agar Granat Meranti membuat kegiatan positif di tempat-tempat rawan Narkoba, tentunnya hal ini harus didukung pemerintah kabupaten.

Menyikapi kampung Narkoba di Meranti, Syamsuar juga menyebutkan, dia akan membuat kegiatan keagamaan yang sifatnya permanen di daerah tersebut, sebab dengan menanam nilai-nilai agama dan budaya masyarakat pelan-pelan akan sadar bahaya Narkoba.

"Kita akan fokus melakukan kegiatan keagamaan di daerah yang menjadi kampung Narkoba sehingga di kampung itu nantinya menjadi pilot procjek," ungkap Syamsuar.

Diakhir pertemuan itu, Syamsuar juga menyarankan agar DPC Granat Meranti bersilaturahmi dengan BBN Riau terlebih dahulu, dan gubernur juga akan membuka akses setiap pengurus Granat untuk berhubungan langsung dengan pihak-pihak terkait yang menangani Narkoba.


Berita Lainnya :
  • PT IKPP gelar Buka Puasa Bersama Pemkab Siak dan Masyarakat Sekitar
  • Kominfo Telah Batasi Fitur 6 Medsos Ini
  • Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan
  • Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI
  • JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat
  • Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
  • Di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul
  • Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
  • DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan