Perkara penggelapan pajak yang dilakukan Zulkarnain Rangkuti, Direktur PT APM, tuntas digelar di pengadilan tipikor Pekanbaru. Setelah me...[read more] "> Perkara penggelapan pajak yang dilakukan Zulkarnain Rangkuti, Direktur PT APM, tuntas digelar di pengadilan tipikor Pekanbaru. Setelah me" />
Rabu, 20 Maret 2019
Follow Us:
21:13 WIB - Bawaslu Inhu Pastikan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Tidak Dapat Dipakai | 21:13 WIB - Tabrakan, Ketua KPU Inhil Dilarikan ke Awal Bros | 21:13 WIB - Kisah Alfedri, Si Penjala Ikan hingga menjadi Bupati Kabupaten Siak | 21:13 WIB - Sekda Meranti : Prestasi Sepak Bola Harus Ada Peningkatan | 21:13 WIB - Muslimawati Minta PKK Kampar Desa Proaktif Jalankan Program | 21:13 WIB - Pemda Meranti Ikuti Rakor, Bahas Isu-isu Aktual
/ Hukum / Hakim Vonis Pengusaha Bengkel 2 Tahun Penjara /
Gelapkan PPN Pajak
Hakim Vonis Pengusaha Bengkel 2 Tahun Penjara
Senin, 11 Maret 2019 - 22:12:59 WIB

PEKANBARU (Bidikonine.com) -Perkara penggelapan pajak yang dilakukan Zulkarnain Rangkuti, Direktur PT APM, tuntas digelar di pengadilan tipikor Pekanbaru. Setelah melalui beberapa agenda persidangan. Pada Senin (11/3/19) malam. Majelis hakim pun menjatuhkan vonis hukuman kepada Zulkarnain selama 2 tahun penjara.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu SH. Majelis hakim menyatakan pengusaha yang bergerak dibidang perbaikan  kendearaan dan peralatan (perbengkelan) di Kota Dumai itu. Dinyatakan hakim terbukti secara sah melanggar melanggar Pasal 39 ayat 1 Huruf d UU RI no 28 tahun 2007 tentang tindak pidana perpajakan.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 1,4 miliar. Jika tidak dibayar dalam jangka satu bulan, maka harta benda terdakwa akan disita," tegas Saut.

Kendati vonis hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Terdakwa menyatakan pikir pikir apakah menyatakan banding atau menerima.

Sebelumnya terdakwa dituntut jaksa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan denda Rp 1,4 miliar. Jika tidak dibayar dalam jangka enam bulan, maka harta benda terdakwa akan disita,

Tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Nofrizal SH dan John Lafli SH dan Oka Regina, terdakwa juga dinyatakan terbukti melanggar Pasal 39 ayat 1 Huruf d UU RI no 28 tahun 2007 tentang tindak pidana perpajakan.

Untuk diketahui, Pengusaha ini didakwa menggelapkan nilai pajak usaha sebesar Rp 700 juta. Hal itu terjadi sejak tahun 2012 hingga 2014 lalu. Dimana terdakwa tidak membayarkan pajak penghasilan sebesar 10 persen. Selain itu, didapati laporan soal PPN dan laporan SPT yang dinilai tidak benar.

Tunggakan pajak selama 2 Tahun itu, Dirjen Pajak sudah pernah mengimbau terdakwa untuk ikut dalam program tax amnesty. Tetapi imbauan itu tolak sehingga nilai tunggakan pajaknya terus membengkak. Sehingga penggelapan pajak yang dilakukan terdakwa telah merugikan negara sebesar Rp 700 juta.(rtc)


Berita Lainnya :
  • Bawaslu Inhu Pastikan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Tidak Dapat Dipakai
  • Tabrakan, Ketua KPU Inhil Dilarikan ke Awal Bros
  • Kisah Alfedri, Si Penjala Ikan hingga menjadi Bupati Kabupaten Siak
  • Sekda Meranti : Prestasi Sepak Bola Harus Ada Peningkatan
  • Muslimawati Minta PKK Kampar Desa Proaktif Jalankan Program
  • Pemda Meranti Ikuti Rakor, Bahas Isu-isu Aktual
  • Sekda Kampar Hadiri Rakor dengan Gubri dan Forkopimda Riau
  • Alfedri Laporkan Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019
  • Sekda Kampar Laporkan Kondisi Jalan Lingkar ke Gubri
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan