Pelaku penganiayaan bocah R 11 tahun di Kota Pekanbaru, mengaku sakit hati terhadap R, dikarenakan sering kabur dari rumah.
...[read more] "> Pelaku penganiayaan bocah R 11 tahun di Kota Pekanbaru, mengaku sakit hati terhadap R, dikarenakan sering kabur dari rumah.
" />
Jum'at, 24 Mei 2019
Follow Us:
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:45 WIB
Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:40 WIB
Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:21 WIB
JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat
22:21 WIB - PT IKPP gelar Buka Puasa Bersama Pemkab Siak dan Masyarakat Sekitar | 22:21 WIB - Kominfo Telah Batasi Fitur 6 Medsos Ini | 22:21 WIB - Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan | 22:21 WIB - Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI | 22:21 WIB - JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat | 22:21 WIB - Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
/ Hukum / Begini Pengakuan Pelaku Penganiayaan Bocah 11 Tahun di Pekanbaru /
Begini Pengakuan Pelaku Penganiayaan Bocah 11 Tahun di Pekanbaru
Jumat, 08 Maret 2019 - 22:40:35 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com)  - Pelaku penganiayaan bocah R 11 tahun di Kota Pekanbaru, mengaku sakit hati terhadap R, dikarenakan sering kabur dari rumah.

"Saya sakit hati terhadap R, karena lari dari rumah," kata JH saat ekspose di Polsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (8/3/2019).

Saat disinggung terkait bocah R yang tidak dikasih makan oleh pelaku, ia mengaku dikasih makan, tapi seadanya.

"Kalau makan saya kasih, tapi seadanya," singkat pelaku.

Ditempat yang sama, Kapolsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kompol Hanafi menjelaskan kronologis penyiksaan yang dilakukan pelaku terhadap korban.

"Pelaku menyiksa korban dengan cara di ikat dengan rantai, tali, dan dipukul dengan bambu," kata Kapolsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Selain itu, pelaku lebih sering menyiksa korban pada malam hari, dengan cara ditelanjangi.

"Korban ditelanjangi, di ikat tangan kiri dan tangan kanan, disuruh berdiri sebelah kaki, sendok dipanasin dan dilengketkan di sekujur badan korban," lanjut Hanafi menjelaskan.

Terpisah, bocah 11 tahun yang dianiaya oleh pelaku, makan hanya nasi dengan garam.

"Saya dikasih makan hanya nasi dengan garam saja, itu aja yang dikasih oleh JH," kata R.

Untuk kondisi R saat ini, masih menjalani perawatan yang intensif, diruangan perawatan khusus di RS Bhayangkara Polda Riau.

Sebelumnya, petugas mengamankan JH (21) pada Selasa (4/3/2019) lalu, yang telah melakukan kekerasan terhadap R bocah yang berusia 11 tahun.(rlc)


Berita Lainnya :
  • PT IKPP gelar Buka Puasa Bersama Pemkab Siak dan Masyarakat Sekitar
  • Kominfo Telah Batasi Fitur 6 Medsos Ini
  • Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan
  • Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI
  • JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat
  • Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
  • Di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul
  • Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
  • DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan