Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan pengawasan dan penelitian faktual terhadap potensi warga negara asing (WNA) terdaftar d...[read more] "> Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan pengawasan dan penelitian faktual terhadap potensi warga negara asing (WNA) terdaftar d" />
Jum'at, 24 Mei 2019
Follow Us:
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:45 WIB
Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:40 WIB
Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI
Kamis, 23 Mei 2019 - 22:21 WIB
JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat
22:21 WIB - PT IKPP gelar Buka Puasa Bersama Pemkab Siak dan Masyarakat Sekitar | 22:21 WIB - Kominfo Telah Batasi Fitur 6 Medsos Ini | 22:21 WIB - Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan | 22:21 WIB - Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI | 22:21 WIB - JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat | 22:21 WIB - Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
/ Politik / Temuan Bawaslu, 158 WNA Masuk DPT di 15 Provinsi, Ini Rinciannya /
Temuan Bawaslu, 158 WNA Masuk DPT di 15 Provinsi, Ini Rinciannya
Jumat, 08 Maret 2019 - 22:12:59 WIB

JAKARTA  (Bidikonline.com) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan pengawasan dan penelitian faktual terhadap potensi warga negara asing (WNA) terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pengawasan dan penelitian faktual itu, Bawaslu menemukan ada 158 WNA tercatat dalam (DPT).

Dikutip dari liputan6.com, 158 WNA yang masuk DPT tersebut tersebar di 15 provinsi, dengan rincian: 36 orang di Provinsi Bali, 7 orang di Banten, 10 orang di Yogyakarta, 1 orang di Jakarta, 1 orang di Jambi, 29 orang di Jawa Barat, 18 orang di Jawa Tengah, 37 orang di Jawa Timur, 2 orang di Kalimantan Barat, 1 orang di Bangka Belitung, dan 1 orang di Lampung.

Selanjutnya, 6 orang di Nusa Tenggara Barat, 2 orang di Sulawesi Utara, 6 orang di Sumatera Barat dan 1 orang di Sulawesi Tengah.

Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin mengatakan terdaftarnya WNA dalam DPT karena proses pencocokan dan penelitian (coklit) KPU tidak dilakukan dengan mendatangi langsung rumah ke rumah.

''Kajian Bawaslu menunjukkan, dari 10 rumah yang didatangi langsung oleh pengawas Pemilu, 1 hingga 2 rumah saat coklit tidak didatangi oleh petugas. Hal ini mengakibatkan koreksi langsung terhadap status kewarganegaraan tidak dapat dilakukan,'' ujar Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/3/2019)

Afifuddin mengaku belum mencocokkan temuannya soal data WNA dengan KPU. Bawaslu bersama Kemendagri dan KPU baru akan melakukan koordinasi dan evaluasi siang ini.

Kata Afifuddin, Bawaslu bakal meminta KPU mengevaluasi coklit DPT. Karena data kependudukan pemilih dari Kemendagri (DP4) menjadi pertimbangan verifikasi faktual.

''Jika pencocokan penelitian ini berjalan dengan baik, maka yang begini juga akan hilang. pasti yang namanya coklit data begini ada melesetnya, yang kita tekankan adalah upaya pembersihan DPT bermasalah dan tidak memenuhi syarat,'' ucap dia. (grc)


Berita Lainnya :
  • PT IKPP gelar Buka Puasa Bersama Pemkab Siak dan Masyarakat Sekitar
  • Kominfo Telah Batasi Fitur 6 Medsos Ini
  • Bupati Rohil Tutup Kegiatan Kampung Ramadhan
  • Bupati Kampar Catur Kunjungi Kemenpora RI
  • JK Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat
  • Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
  • Di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul
  • Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
  • DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan