Warga sudah berkerumun di Taman Firdaus, Kecamatan Paleteang, Pinrang, Sabtu (16/2/2019). Beberapa mengeluarkan ponsel, memotret gunduka...[read more] "> Warga sudah berkerumun di Taman Firdaus, Kecamatan Paleteang, Pinrang, Sabtu (16/2/2019). Beberapa mengeluarkan ponsel, memotret gunduka" />
Rabu, 20 Maret 2019
Follow Us:
21:13 WIB - Bawaslu Inhu Pastikan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Tidak Dapat Dipakai | 21:13 WIB - Tabrakan, Ketua KPU Inhil Dilarikan ke Awal Bros | 21:13 WIB - Kisah Alfedri, Si Penjala Ikan hingga menjadi Bupati Kabupaten Siak | 21:13 WIB - Sekda Meranti : Prestasi Sepak Bola Harus Ada Peningkatan | 21:13 WIB - Muslimawati Minta PKK Kampar Desa Proaktif Jalankan Program | 21:13 WIB - Pemda Meranti Ikuti Rakor, Bahas Isu-isu Aktual
/ Lintas Nusantara / Diduga Kuburan Bayi, Ternyata di Dalamnya Kucing Mati /
Diduga Kuburan Bayi, Ternyata di Dalamnya Kucing Mati
Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:35:58 WIB

Bidikonline.com - Warga sudah berkerumun di Taman Firdaus, Kecamatan Paleteang, Pinrang, Sabtu (16/2/2019). Beberapa mengeluarkan ponsel, memotret gundukan tanah yang mirip kuburan.

Mereka menduga itu adalah kuburan bayi. Warga yang curiga, sebagian sudah menghubungi polisi.

Petugas kepolisian dari Polsek Paleteang, Ipda Silahuddin, dengan perlahan menggali tanah itu. Warga menunggu harap-harap cemas. Sebagian penasaran, tentang isi dari gundukan tanah itu.

Saat Ipda Silahuddin selesai menggali. Dia dan warga tertawa terbahak-bahak.

Pasalnya, di dalam lubang itu bukanlah bayi seperti disangka. Melainkan sesosok jasad kucing yang sudah mati.

"Alhamdulillah karena ternyata kuburan ini isinya bukan bayi, tapi kucing," kata Ipda Silahuddin.

Sebelumnya, gundukan tanah tersebut ditemukan oleh salah seorang tukang sapu jalanan dan seorang warga.

"Kita curiga, karena ada tumpukan tanah dan kantong plastik merah yang bercucuran darah di dekatnya," ucap Rahmat seperti dilansir Rakyatku.com.

Masyarakat yang dari tadi mengerumuni Taman Firdaus akhirnya berangsur-angsur pulang dengan tertawa.

Sekadar diketahui, masyarakat Bugis Makassar pada umumnya, memperlakukan kucing dengan sangat mulia. Ketika menemukan ada kucing yang tertabrak di jalanan, biasanya mereka berlomba-lomba memungut tubuh kucing itu, lalu menguburkannya. (rsc)



Berita Lainnya :
  • Bawaslu Inhu Pastikan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Tidak Dapat Dipakai
  • Tabrakan, Ketua KPU Inhil Dilarikan ke Awal Bros
  • Kisah Alfedri, Si Penjala Ikan hingga menjadi Bupati Kabupaten Siak
  • Sekda Meranti : Prestasi Sepak Bola Harus Ada Peningkatan
  • Muslimawati Minta PKK Kampar Desa Proaktif Jalankan Program
  • Pemda Meranti Ikuti Rakor, Bahas Isu-isu Aktual
  • Sekda Kampar Hadiri Rakor dengan Gubri dan Forkopimda Riau
  • Alfedri Laporkan Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019
  • Sekda Kampar Laporkan Kondisi Jalan Lingkar ke Gubri
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan