Sebanyak 40.000 jiwa korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih bertahan di tenda-tenda pengungsi yang ...[read more] "> Sebanyak 40.000 jiwa korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih bertahan di tenda-tenda pengungsi yang " />
Minggu, 20 Oktober 2019
Follow Us:
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:18 WIB
Cara Pemkab Inhil Gali Potensi Motif Batik Daerah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:15 WIB
Pemerintah Buka 197.117 Formasi CPNS 2019
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:10 WIB
Bupati Kampar Buka Turnamen LSN 2019
17:10 WIB - Wakil Gubernur Riau Melakukan Sidak ke Beberapa Kedai Kopi | 17:10 WIB - Gubri Mengajak Seluruh Pihak Menjaga Kedaulatan Negara | 17:10 WIB - Cara Pemkab Inhil Gali Potensi Motif Batik Daerah | 17:10 WIB - Pemerintah Buka 197.117 Formasi CPNS 2019 | 17:10 WIB - Bupati Kampar Buka Turnamen LSN 2019 | 17:10 WIB - Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto Sidak Beberapa OPD
/ Lintas Nusantara / 40 Ribu Warga Palu Masih Tidur di Tenda Pengungsian /
40 Ribu Warga Palu Masih Tidur di Tenda Pengungsian
Selasa, 12 Februari 2019 - 21:00:13 WIB
Bidikoline.com - Sebanyak 40.000 jiwa korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih bertahan di tenda-tenda pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota provinsi itu.

Anggota DPRD Kota Palu, Yopie Kekung, meminta kepada ribuan warga Palu yang belum terdata rumahnya yang rusak untuk proaktif melapor ke kelurahan setempat atau langsung ke dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR). Demikian juga dengan keluarga korban meninggal atau hilang.

"40.000 orang masih mengungsi di tenda. Silahkan laporkan siapa tahu datanya belum masuk," ujar Yopie seperti dilaporkan Antara, Senin (11/2/2019).

Dia menambahkan, masih ada kesempatan bagi warga yang merasa bangunan rumahnya rusak, tetapi belum terdata di kelurahan dan PUPR. Sebab, ia mengklaim, pengungsi menjadi perhatian dan prioritas penanganan dari pemerintah setempat.

Selain memperhatikan kebutuhan pangan, pendidikan dan kesehatan, pemerintah setempat fokus pada penyelesaian data, baik kerusakan bangunan, korban jiwa maupun hilang.

Semua korban, termasuk yang rumahnya rusak ringan sekalipun dipastikan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Begitu pula halnya dengan ahli waris korban yang meninggal dan hilang akibat bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

Bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong disebut sebagai gempa bumi terdahsyat selama ini di Provinsi Sulteng dengan menewaskan ribuan jiwa dan memporak-porandakan bangunan rumah, perkantoran, infrastruktur jaringan listrik, irigasi, jalan, jembatan, telekomunikasi, rumah ibadah dan sempat melumpuhkan perekonomian di wilayah-wilayah terdampak.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat gempa 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi dan Donggala, korban jiwa mencapai 2.113 orang, 1.309 orang hilang, 4.612 luka-luka, dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.


Berita Lainnya :
  • Wakil Gubernur Riau Melakukan Sidak ke Beberapa Kedai Kopi
  • Gubri Mengajak Seluruh Pihak Menjaga Kedaulatan Negara
  • Cara Pemkab Inhil Gali Potensi Motif Batik Daerah
  • Pemerintah Buka 197.117 Formasi CPNS 2019
  • Bupati Kampar Buka Turnamen LSN 2019
  • Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto Sidak Beberapa OPD
  • Bupati Amril Mukminin Keluarkan SE Hari Libur Nasional
  • Bengkalis Partisipasi dan Siap Sukseskan Karnaval Kebudayaan Riau 2019
  • Pengurus Pusat Muslimat NU Apresiasi PCMNU Inhil
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan