Lebih kurang 180 KK rumah penduduk di desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, terendam banjir, akibat meluapnya Sungai Petapahan, disebabk...[read more] "> Lebih kurang 180 KK rumah penduduk di desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, terendam banjir, akibat meluapnya Sungai Petapahan, disebabk" />
Selasa, 23 April 2019
Follow Us:
Senin, 22 April 2019 - 17:38 WIB
Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP
Senin, 22 April 2019 - 17:36 WIB
DPP Rutin Uji Tera SPBU
Senin, 22 April 2019 - 17:33 WIB
Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan
17:33 WIB - Sambut Ramadan, Pemko Bagikan 1.000 Kain Sarung | 17:33 WIB - KTP el Belum Cetak, Warga Diimbau Datang ke Disdukcapil | 17:33 WIB - Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP | 17:33 WIB - DPP Rutin Uji Tera SPBU | 17:33 WIB - Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan | 17:33 WIB - 30.616 Siswa SMP di Pekanbaru Ikut UN
/ Kuantan Singingi / 180 Rumah di Kuansing Terendam /
Sungai Petapahan Meluap,
180 Rumah di Kuansing Terendam
Jumat, 08 Februari 2019 - 20:03:43 WIB
TEUKKUANTAN (Bidikonline.com) - Lebih kurang 180 KK rumah penduduk di desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, terendam banjir, akibat meluapnya Sungai Petapahan, disebabkan pendangkalan, karena maraknya aktivitas PETI selama ini di bagian hulu Sungai.

Demikian disampaikan Sada Risna, Camat Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi Riau, Jum'at (8/2/2019) sore kepada riauterkini.com.

Menurut, Sada Risna, kedalaman banjir ini, bervariasi ada yang 1 meter, bahkan di bawa itu. "Berbeda-beda, kedalamannya tak sama, karena sebagian pemukiman penduduk berada di dataran yang rendah," jelasnya.

Sada Risna, menyebutkan banjir di desa Petapahan ini, tidak terjadi hanya sekali dua, hampir tiap kali hujan lebat mengalami langganan banjir, akibat terjadi pendangkalan di bagia Hulu Sungai, karena maraknya aktivitas PETI sejak beberapa Tahun lalu, hingga sekarang.

"Saat ini, badan Sungai tak ada lagi, karena, sudah terbongka-bongka akibat aktivitas PETI selama ini. Sehingga terjadi pendangkalan, dan ketika hujan lebat turun, Sungai tak bisa menampung debit air," ujarnya.

Dari keterangan, Sada Risna, banjir Sungai Petapahan, mulai meluap pada pukul 10.00 WIB pagi. Dirinya sudah melakukan peninjauan ke lapangan Jum'at tadi pagi.

Terkait bantuan, untuk saat ini belum ada di berikan kepada korban bajir. Namun, dirinya sudah melaporkan ke Dinas Sosial.

"Bantuan belum ada, tapi kondisi banjir telah kita laporkan ke Dinas Sosial," akunya.

Sedangkan, korban jiwa menurutnya tidak ada, baik itu hewan ternak warga, hanya saja kata dia, pemukiman warga terendam banjir.

Kedepanya, Sada Risna, selaku Camat Gunung Toar, kepada masyarakat dirinya mengajak untuk peduli dengan Sungai Petapahan, dan bisa menjaga sesuai fungsi masing-masing.**


Berita Lainnya :
  • Sambut Ramadan, Pemko Bagikan 1.000 Kain Sarung
  • KTP el Belum Cetak, Warga Diimbau Datang ke Disdukcapil
  • Wako Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di Dua SMP
  • DPP Rutin Uji Tera SPBU
  • Harga Sejumlah Bahan Pokok Mengalami Kenaikan
  • 30.616 Siswa SMP di Pekanbaru Ikut UN
  • DPP Pekanbaru Minta Bantuan Satpol PP
  • Camat Tenayan Raya Resmikan Destinasi Wisata Edukasi
  • Wali Kota Hadiri Pelantikan SAPMA PP Kota Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan