ITB-Pemkab Pelalawan dan Politehnik Sawit Indonesia Pelalawan (PSIP) menggelar MoU Tripartite. Menurut Bupati Pelalawan HM Harris, kerjas...[read more] "> ITB-Pemkab Pelalawan dan Politehnik Sawit Indonesia Pelalawan (PSIP) menggelar MoU Tripartite. Menurut Bupati Pelalawan HM Harris, kerjas" />
Senin, 17 Juni 2019
Follow Us:
17:38 WIB - Dinas PUPR Silaturahim Dengan Wartawan Nisel | 17:38 WIB - Jalan Siwalawa-Onohondro Akhirnya Dikerjakan TA. 2019 | 17:38 WIB - Nenek Sebatang Kara Dibunuh dan Dirampok di Karawang | 17:38 WIB - Pemprov Riau Lelang Transportasi JCH Rute Pekanbaru - Batam | 17:38 WIB - 40 Mobil Dinas Pemko Pekanbaru Bakal Dilelang | 17:38 WIB - Bupati dan Wabup Inhil Serahkan Lencana Gemilang Award
/ Pelalawan / ITB-Pemkab Pelalawan-PISP Gelar MoU Biofuel /
ITB-Pemkab Pelalawan-PISP Gelar MoU Biofuel
Kamis, 31 Januari 2019 - 16:21:45 WIB
PEKANBARU (Bidikonline.com) - ITB-Pemkab Pelalawan dan Politehnik Sawit Indonesia Pelalawan (PSIP) menggelar MoU Tripartite. Menurut Bupati Pelalawan HM Harris, kerjasama ini adalah kerjasama Strategis Nasional. Karena Politek Sawit Indonesia ini berada dikawasan Teckno Park Pelalawan, jadi sangat bersinergi dengan Topik Pertemuan dan Kunjungan Menko Maritim di ITB yaitu mensinegikan BBM Berbahan Baku Sawit dengan Kurikulum Politeknik Sawit Indonesia dibawah kerjasama dengan ITB.

Lebih lanjut dikatakan Harris bahwa Riau sangat layak dan pantas dijadikan sebagai Pusat Teknolgi dan Industri Kelapa Sawit karena Riau memang miniatur Indonesia tentang Kelapa Sawit.

Ketua DPW Apkasindo Riau, Gukat ME Manurung didampingi Sekretaris Apkasindo Riau, Rino Afrino yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa Petani Kelapa Sawit Indonesia mengucapkan terimakasih dan Bangga akan Teknologi Anak Negeri dibidang BBM berbahan baku sawit.

"Teknologi ini seperti mimpi rasanya, karena berpuluh-puluh tahun ditunggu hari ini sudah nyata didepan mata," ujar Gulat.

Dengan ditemukan dan di produksinya BBM Sawit ini maka dipastikan akan mendongkrak harga TBS ditingkat Petani Swadaya khususnya. Hal ini akan sangat membuat lega 23 juta KK Petani Kelapa sawit di Indonesia.

"Bayangkan saja 42% perkebunan sawit dikelola oleh Petani Swadaya, dasyat sekali efeknya terhadap perekonomian Nasional," tambahnya.

Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, ketika acara Kunjungan Kerja Menko Maritim ke Reaktor Pilot Biofuels Lab Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia ITB Bandung, Rabu (30/1/19) mengatakan bahwa bahan bakar minyak ( BBM) yang dihasilkan dari minyak kelapa sawit memiliki kualitas lebih baik dibandingkan BBM yang biasa dijual saat ini. Selain memiliki kualitas lebih baik, bbm dari minyak kelapa sawit juga bisa mengurangi polusi.

"Biodisel 50 saja sudah lebih tinggi Cetane number nya dari Biodisel yang dijual di SPBU saat ini, apalagi kalau Biodisel nya sampai B100. Demikian juga Kalau bensin berbahan baku Minyak sawit, oktan number di atas 102 atau 106 padahal pertamax yang dijual di SPBU saat ini oktannya hanya 94," terangnya.

Lebih lanjut Rektor ITB juga mengatakan bahwa minyak kelapa sawit juga bisa diolah menjadi bahan balar aftur untuk pesawat. Titik beku bio-avtur yang diolah dari minyak kelapa sawit bisa mencapai Minus 70 derajat Celcius.

"Padahal kebutuhan penerbangan hanya Minus 40 derajat Celcius," ujarnya.

Sejak tiga tahun lalu, tambahnya, ITB telah memiliki teknologi katalisator untuk mengonversi minyak kelapa sawit menjadi bbm. Saat ini, ITB bekerja sama dengan Pertamina dan BPDP KS akan memproduksi bbm dari minyak kelapa sawit secara masal.

"Rencananya, ITB akan meguji coba produksi bbm 100% Berbahan CPO sawit pada Maret 2019. Kami akan ujicoba masal di Pertamina Dumai Riau untuk co-processing, itu murni hasil sawit (crude palm oil) campuran untuk menghasilkan bbm bio," ujar Rektor ITB ini dengan penuh keyakinan.

Setelah co-processing selasai di uji coba selanjutnya ITB bekerjasama dengan Pertamina dan BPDP KS akan segera membuat kilang minyak yang berdiri sendiri, tanpa co-processing (tanpa campuran), untuk mengonversi langsung minyak sawit menjadi bbm, jadi masuknya minyak sawit, keluarnya BBM ini akan dilakukan di Kilang Pertamina Dumai, karena Dumai adalah Pelabuhan CPO terbesar di Indonesia. Ini semua murni karya anak bangsa.

Prof. DR. Subagjo, Ketua Tim Riset, mengatakan bahwa Prototipe teknologi ini sudah mulai diteliti sejak tahun 2004 tapi pada 3 tahun terakhir kembali digesa oleh Presiden mengingat strategisnya BBM berbahan baku minyak sawit bagi Indonesia. Prof. Subagjo mengatakan bahwa ini semua murni karya anak negeri.

Pertemuan ini dilaksanakan saat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, mengunjungi Laboratorium Teknik Kimia ITB dalam rangka melihat lebih dekat tentang kesiapan teknologi katalisator ini untuk memproduksi BBM Berbahan Baku CPO. Pertemuan sekaligus kunjungan laboratorium teknologi Katalisator ini dihadiri oleh Pejabat Negara yang berkaitan dengan bahan bakar enegi.

Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa teknologi Katalisator ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara Pertama dalam memproduksi BBM secara massal untuk Biodisel, Bensin dan Avtur. Teknologi ini telah mengurangi secara Signifikan ketergantungan Indonesia akan Eksport CPO yang selama ini selalu sesuka mereka dalam membuat pesyaratan persyaratan yang ujung-ujungnya penekanan harga CPO di Pasar Internasional. Indonesia harus Berdaulat dalam Industri Kelapa Sawit, konsep keberlanjutan kita laksanakan tapi bukan berarti kita di atur-atur oleh mereka, ujar Luhut lebih lanjut.

" Kita berharap segera memproduksi secara massal BBM berbahan baku Minyak Sawit, pemerintah sangat mendukung karya anak bangsa ini, tidak perlu ragu, regulasi yang menghambat percepatan ini akan kita pangkas dan sederhanakan, ujar Luhut.*


Berita Lainnya :
  • Dinas PUPR Silaturahim Dengan Wartawan Nisel
  • Jalan Siwalawa-Onohondro Akhirnya Dikerjakan TA. 2019
  • Nenek Sebatang Kara Dibunuh dan Dirampok di Karawang
  • Pemprov Riau Lelang Transportasi JCH Rute Pekanbaru - Batam
  • 40 Mobil Dinas Pemko Pekanbaru Bakal Dilelang
  • Bupati dan Wabup Inhil Serahkan Lencana Gemilang Award
  • Gubernur Riau Lepas 700 Santri Asal Riau ke Jawa Timur
  • Pemprov Riau Prioritaskan Tenaga Pendidikan dan Kesehatan
  • Ini Sanksi yang Akan Dikenakan kepada 508 ASN Pemprov Riau
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan