Tidak terima divonis Majelis hakim 1,5 tahun penjara, akhirnya Musisi Ahmad Dhani ajukan banding....[read more] "> Tidak terima divonis Majelis hakim 1,5 tahun penjara, akhirnya Musisi Ahmad Dhani ajukan banding." />
Sabtu, 25 Mei 2019
Follow Us:
17:18 WIB - Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa | 17:18 WIB - Pemilik Warung yang Dijarah Bertemu Presiden Jokowi | 17:18 WIB - Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh dan Lontaran Batu Pijar | 17:18 WIB - Pemprov Riau Perbaiki Jalan Rusak di Rohul | 17:18 WIB - Muhammadiyah Kuansing Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah | 17:18 WIB - Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Segera Bayarkan THR
/ Hukum / Tak Terima Divonis 1,5 Tahun, Ahmad Dhani Ajukan Banding /
Tak Terima Divonis 1,5 Tahun, Ahmad Dhani Ajukan Banding
Selasa, 29 Januari 2019 - 19:35:05 WIB
Bidikonline.com - Tidak terima divonis Majelis hakim 1,5 tahun penjara, akhirnya Musisi Ahmad Dhani ajukan banding.

Tim pengacara menyampaikan pernyataan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memvonis penjara musisi Ahmad Dhani selama 1,5 tahun.

"Kita sampaikan pernyataan banding terlebih dahulu ke Pengadilan Tinggi DKI pada Selasa, yang sudah dipersiapkan setelah hakim membaca putusan," kata Hendarsam Marantoko, pengacara Ahmad Dhani di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019, seperti dilansir Antara.

Hendarsam menyatakan langkah selanjutnya yang akan diambil tim kuasa hukum Ahmad Dhani mendaftarkan memori banding setelah menerima salinan putusan dari PN Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Ratmoho memvonis Ahmad Dhani hukuman penjara selama 1,5 tahun karena terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana.

Selain menghukum satu tahun enam bulan, hakim juga memerintahkan Dhani untuk menjalani penahanan.

Tindak pidana yang dilakukan Dhani, menurut Ratmoho, yakni dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian.

Diungkapkan hakim, informasi yang tersebar itu juga menimbulkan permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Putusan hakim itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut Dhani pidana penjara dua tahun.

Jaksa menganggap Dhani telah melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Berita Lainnya :
  • Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa
  • Pemilik Warung yang Dijarah Bertemu Presiden Jokowi
  • Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh dan Lontaran Batu Pijar
  • Pemprov Riau Perbaiki Jalan Rusak di Rohul
  • Muhammadiyah Kuansing Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah
  • Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Segera Bayarkan THR
  • Wako Lantik Kelompok Kerja Kampung KB Kota Dumai
  • THR ASN Pemko Pekanbaru Cair
  • BBPOM Pekanbaru Gelar Sidak di Meranti
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan