Siak (Bidikonline.com) - Ratusan guru PAUD se Kabupaten Siak menggelar aksi Gerakan Seribu Rupiah (Gasebu) di aula kantor Camat Mempura, ...[read more] "> Siak (Bidikonline.com) - Ratusan guru PAUD se Kabupaten Siak menggelar aksi Gerakan Seribu Rupiah (Gasebu) di aula kantor Camat Mempura, " />
Minggu, 16 Juni 2019
Follow Us:
17:38 WIB - Dinas PUPR Silaturahim Dengan Wartawan Nisel | 17:38 WIB - Jalan Siwalawa-Onohondro Akhirnya Dikerjakan TA. 2019 | 17:38 WIB - Nenek Sebatang Kara Dibunuh dan Dirampok di Karawang | 17:38 WIB - Pemprov Riau Lelang Transportasi JCH Rute Pekanbaru - Batam | 17:38 WIB - 40 Mobil Dinas Pemko Pekanbaru Bakal Dilelang | 17:38 WIB - Bupati dan Wabup Inhil Serahkan Lencana Gemilang Award
/ Siak / Ratusan Guru Gelar Aksi Gerakan Seribu Rupiah /
Perjuangkan Hak Guru PAUD
Ratusan Guru Gelar Aksi Gerakan Seribu Rupiah
Kamis, 10 Januari 2019 - 14:50:04 WIB
Siak (Bidikonline.com) - Ratusan guru PAUD se Kabupaten Siak menggelar aksi Gerakan Seribu Rupiah (Gasebu) di aula kantor Camat Mempura, Rabu (9/1/2019) pagi. 

Aksi seribu rupiah tersebut untuk membantu memperjuangkan kesataraan hak guru Paud di Mahkamah Konstitusi dengan kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra.
 
 Menurut Ketua Himpaudi kabupaten Siak Walini, aksi gasebu tersebut dilakukan se Indonesia, ia berharap dengan gerakan itu kesetaraan hak guru Paud bisa terlaksana.

 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tergabung dalam Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) mengharapkan agar pada saatnya nanti dalam bidang kesejahteraan ada kesetaraan antara guru PAUD dengan guru lainnya.
 
 “Mudah-mudahan melalui gerakan ini hak kesetaraan kita sebagai guru diakui” ucapnya yang disambut ucapan amin oleh ratusan guru paud yang hadir.
 
 Dijelaskan Walini bahwa pihaknya (Himpaudi kabupaten dan Himpaudi kecamatan) rutin tiga bulan sekali melakukan kegiatan kumpul bersama, dengan biaya swadaya dari guru-guru paud sendiri. Dan yang lebih menariknya lagi para guru paud membawa bekal/makanan ringan hingga makan siang masing-masing.
 
 “Kenapa pakai uang seribu, alasannya biar guru paud non formal se Indonesia ikut merasakan perjuangan bersama-sama” terangnya.
 
 Tidak tertutup kemungkinan lajutnya, guru-guru paud se Kabupaten Siak bisa menyumbang lebih dari seribu rupiah.
 
 Dilain pihak salah seorang tenaga pendidik Retta Nacita (28) yang akrab disapa Eta menyampaikan harapannya hanya ingin diakui sebagai guru yang tertuang didalam Undang-Undang  dan kesejahteraannya disamakan dengan guru layaknya.
 
 “Kami juga sama-sama mengajar anak bangsa tanpa memilih anak tersebut dari golongan kaya atau miskin, karena kami bekerja dengan sepenuh hati” ujar Eta pengajar di Paud Terpadu Dayang Suri itu.
 
 Kata Eta, meskipun telah sama-sama diakui sebagai pendidik oleh Undang-Undang Sisdiknas, ternyata yang diakui sebagai guru oleh Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen hanya pendidik PAUD formal saja, sedangkan pendidik PAUD non formal tidak diakui sebagai guru.(Humas/A.waruwu)



Berita Lainnya :
  • Dinas PUPR Silaturahim Dengan Wartawan Nisel
  • Jalan Siwalawa-Onohondro Akhirnya Dikerjakan TA. 2019
  • Nenek Sebatang Kara Dibunuh dan Dirampok di Karawang
  • Pemprov Riau Lelang Transportasi JCH Rute Pekanbaru - Batam
  • 40 Mobil Dinas Pemko Pekanbaru Bakal Dilelang
  • Bupati dan Wabup Inhil Serahkan Lencana Gemilang Award
  • Gubernur Riau Lepas 700 Santri Asal Riau ke Jawa Timur
  • Pemprov Riau Prioritaskan Tenaga Pendidikan dan Kesehatan
  • Ini Sanksi yang Akan Dikenakan kepada 508 ASN Pemprov Riau
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan