Pekanbaru - Komala Sari (35), mahasiswa program doktor di Universitas Riau tidak terima dilempar dengan draf disertasinya oleh sang pengu...[read more] "> Pekanbaru - Komala Sari (35), mahasiswa program doktor di Universitas Riau tidak terima dilempar dengan draf disertasinya oleh sang pengu" />
Minggu, 16 Juni 2019
Follow Us:
17:38 WIB - Dinas PUPR Silaturahim Dengan Wartawan Nisel | 17:38 WIB - Jalan Siwalawa-Onohondro Akhirnya Dikerjakan TA. 2019 | 17:38 WIB - Nenek Sebatang Kara Dibunuh dan Dirampok di Karawang | 17:38 WIB - Pemprov Riau Lelang Transportasi JCH Rute Pekanbaru - Batam | 17:38 WIB - 40 Mobil Dinas Pemko Pekanbaru Bakal Dilelang | 17:38 WIB - Bupati dan Wabup Inhil Serahkan Lencana Gemilang Award
/ Riau / Draf Disertasi Dilempar Penguji /
Dialami Komala
Draf Disertasi Dilempar Penguji
Senin, 10 Desember 2018 - 21:59:40 WIB
Pekanbaru - Komala Sari (35), mahasiswa program doktor di Universitas Riau tidak terima dilempar dengan draf disertasinya oleh sang penguji. Sang penguji yang diketahui bernama Dr Mubarak pun melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Seperti dirangkum detikcom, Senin (10/12/2018), peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 2018 lalu, saat itu Komala mau minta tanda tangan draf disertasinya ke Mubarak yang juga rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Namun bukan tanda tangan yang didapat, malah lemparan yang dia terima. Rumor beredar, isu pelemparan itu ditengarai isu proyek.

Komala menduga keributan itu dipicu oleh pembahasan kerja sama keduanya beberapa waktu lalu. Pelapor menjelaskan bahwa kerja sama itu berupa kegiatan pelatihan kepada mahasiswa selama 2 tahun. Namun, belakangan, kontrak kerja sama itu diputus begitu saja tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas.

"Pada saat dia melempar disertasi saya dan mengatakan kalimat itu disaksikan Pembantu Rektor I," tutur Komala.

Namun tuduhan proyek kerja sama itu dibantah Mubarak, Dia menjelaskan, selaku dosen penguji dia pernah meminta Komala untuk memperbaiki disertasinya. Namun hal itu tak kunjung diperbaiki Komala.

"Dia pernah saya tolak minta tanda tangan karena tidak membawa disertasi itu. Gara-gara itulah dia bercerita di media sosial tentang saya," kata Mubarak.

Selain itu Mubarak juga menuding Komala tak punya tata krama. Mubarak tak menampik dirinya melempar draf disertasi Komala.

"Jadi, dia datang diminta oleh Ketua Prodi S3 Ilmu Lingkungan untuk meminta maaf dan mengklarifikasi atas omongannya di media sosial itu (grup WhatsApp). Jadi dia menghadap saya. Nah, saat itulah, omongan dia selalu memancing kemarahan. Saya memang sempat membuang disertasinya dari atas meja saya, namun tidak ada mengenai siapa pun," papar Mubarak.

Kasus ini pun dilaporkan ke Polda Riau pada 3 Oktober 2018. Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menjelaskan kasus ini tengah dipelajari oleh Dirkrimum.

"Iya, ada laporannya. Namun saya masih belum mendapat informasi perkembangan terakhir penanganan perkaranya," ucap Sunarto.(dtc/boc)


Berita Lainnya :
  • Dinas PUPR Silaturahim Dengan Wartawan Nisel
  • Jalan Siwalawa-Onohondro Akhirnya Dikerjakan TA. 2019
  • Nenek Sebatang Kara Dibunuh dan Dirampok di Karawang
  • Pemprov Riau Lelang Transportasi JCH Rute Pekanbaru - Batam
  • 40 Mobil Dinas Pemko Pekanbaru Bakal Dilelang
  • Bupati dan Wabup Inhil Serahkan Lencana Gemilang Award
  • Gubernur Riau Lepas 700 Santri Asal Riau ke Jawa Timur
  • Pemprov Riau Prioritaskan Tenaga Pendidikan dan Kesehatan
  • Ini Sanksi yang Akan Dikenakan kepada 508 ASN Pemprov Riau
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan