Pekanbaru  - Air merupakan salah satu kebutuhan dasar (utility) mahluk hidup di dunia ini. Jika air tidak ada, maka semua bakal mati...[read more] "> Pekanbaru  - Air merupakan salah satu kebutuhan dasar (utility) mahluk hidup di dunia ini. Jika air tidak ada, maka semua bakal mati" />
Selasa, 20 November 2018
Follow Us:
Kamis, 15 November 2018 - 21:02 WIB
Ketum Demokrat Bicara Lewat Twiter
Kamis, 15 November 2018 - 19:55 WIB
Pj Kades Orahua Aronasokhi Ndruru di Laporkan
Selasa, 13 November 2018 - 21:01 WIB
PKK Sangat Berperan Aktif
21:01 WIB - Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru, Resmi Dilantik | 21:01 WIB - Polisi Terjunkan Penyelam | 21:01 WIB - Ronaldo-Georgina Bertunangan | 21:01 WIB - Ketum Demokrat Bicara Lewat Twiter | 21:01 WIB - Sekda Bustami Serahkan Penghargaan | 21:01 WIB - Pj Kades Orahua Aronasokhi Ndruru di Laporkan
/ Pekanbaru / Pemko Pekanbaru Gandeng Investor Mancanegara /
Penuhi Kebutuhan SPAM Ke Masyarakat
Pemko Pekanbaru Gandeng Investor Mancanegara
Kamis, 01 November 2018 - 08:10:12 WIB
TERKAIT:
Pekanbaru  - Air merupakan salah satu kebutuhan dasar (utility) mahluk hidup di dunia ini. Jika air tidak ada, maka semua bakal mati. Dan manusia membutuhkan air bersih setiap hari.

Memahami betapa urgennya air, Pemko Pekanbaru melalui kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Firdaus, MT-Ayat Cahyadi, berupaya  memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga Kota 'Bertuah'.

Hal ini tidak lepas dari belum maksimalnya pelayanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak, Pekanbaru. PDAM diakui jauh dari kesiapannya memenuhi kebutuhan air bersih bagi jutaan penduduk Pekanbaru. Ini juga bagian tantangan bagi Kota Pekanbaru menjadikan Kota Bertuah ini sebagai kota Metropolitan yang Madani tahun 2020.

Apalagi Kota Pekanbaru saat ini sudah menjelma sebagai salah satu kota New World Investation, termasuk tujuan wisata belanja. Tentu saja, tantangan dan ketergantungan akan kebutuhan mendasar seperti kebutuhan air bersih, infrastrukur dan ketersediaan energi listrik makin tinggi.

Untuk menjawab tantangan inilah, Pemko Pekanbaru melalui kepemimpinan Walikota Pekanbaru Firdaus, berusaha semaksimal mungkin mewujudkan apa yang dicita-citakan dengan melakukan kerjasama dengan para investo rmengatasi  kebutuhan air bersih untuk warga Kota 'Bertuah'.

Keberadaan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak, Walikota berkeinginan ketersediaan air bersih bisa menjadi utama dan penting. Hal tersebut ditunjukkan dengan penyertaan modal besar guna mensubsidi air bersih kepada masyarakat di kota berjuluk Smart City Madani ini.

Dari penyertaan modal itu, sebagian dikucurkan guna pemasangan pipa tapping ke rumah-rumah masyarakat, yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Wako mengemukakan, anggaran pengerjaan pemasangan pipa berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dan bukan murni Pemko Pekanbaru. Namun dia menandaskan, itu adalah dana Pemko Pekanbaru. "Jadi pemahamannya yang keliru. Mau dana dari APBN, APBD provinsi dan APBD kota, itu semua dana pemerintah. Masuknya ke rekening Pemko (pemerintah
kota-red)  juga," katanya.

Adanya niat Wako untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Pekanbaru itulah maka pihaknya mewacanakan peningkatan Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) di 7 kecamatan, di Pekanbaru pada tahun 2020 mendatang.

Kemas Yusferi, Direktur PDAM Tirta Siak, Pekanbaru, Selasa (7/8-2018) seperti yang disiarkan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo) Kota Pekanbaru melalui pekanbaru.go.id mengemukakan, hingga kini, masyarakat Kota Pekanbaru yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Siak terus meningkat.

Bahkan, selama kurun waktu 2018 hingga Agustus, PDAM berhasil mencatat pelanggan baru sebanyak 800 pelanggan."Angka ini kita prediksi akan terus meningkat seiring semakin meningkatnya kepercayaan kepada PDAM Tirta Siak," ungkap Kemas.

Dari 800 pelanggan baru tersebut, terbanyak ada di Kecamatan Payung Sekaki, 200 pelanggan dan Rumbai 197 pelanggan. Sisanya tersebar di beberapa wilayah di Pekanbaru.

"Dari 800 pelanggan baru itu, ada 300 pelanggan yang kita gratiskan. Hal ini karena masuk dalam kategori keluarga miskin," ujar Kemas.

Menurut, M Suhandi, Ketua Tim Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), kepada media lalu di gedung PDAM Tirta Siak di Pekanbaru menjelaskan secara detil bagaimana lika-liku proses wacana yang selanjutnya menjadi rencana peningkatan SPAM pada tahun 2020 mendatang.

Suhandi menjelaskan, pada dasarnya wacana peningkatan SPAM sudah berlangsung lama, sejak 2015 lalu. Dari kajian yang dilakukan, sudah ada target bahwa pada 2018 ini sudah berjalan proses lelang yang akan diikuti para investor yang berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan SPAM ini. Jadi, direncanakan pada 2019, sudah muncul pemenang.

“Nantinya, pihak investor akan menjalani proses financial close. Financial close ini memastikan keuangan mereka. Karena proyek ini kan besar. Mencapai Rp400 miliar,” ujar Suhandi.

Menurut Suhandi yang juga selaku Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pengendalian Kehilangan Air (PKA), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak, Pekanbaru, Provinsi Riau, itu proyek tersebut total nilainya Rp716 miliar.

“Jadi konsepnya, ini kan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Saya ini Ketua Tim KPBU. Proyek pemerintah ini, proyeknya walikota, menugaskan direktur PDAM Sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK),” terangnya. Dia kemudian menambahkan, PJPK membentuk Tim, namanya Tim KPBU.

Ketua Tim KPBU itu menerangkan, proyek di PDAM ini berbeda dengan proyek-proyek biasa, yang konvensional, yang dilaksanakan pemerintah. “Kalau ini, kita punya potensi bisnis dengan investasi sebesar, misalnya Rp716 miliar. Dengan investasi sebesar ini, nanti Badan Usaha mengelola dari air curah sampai ke reservoir.

Selanjutnya PDAM membeli air curah ini selama 25 tahun. Sesudah 25 tahun, itu semua ditransfer menjadi milik pemerintah. Jadi nama kerjasamanya, yakni BOT (Build Operate and Transfer). Badan Usaha yang membangun, kemudian dioperasikan selama 25 tahun, lalu ditransfer ke pemerintah Indonesia,” urainya.

Kasubbag PKA itu memaparkan, dari dana Rp716 miliar tadi, kira-kira Rp400 miliar yang mereka danai. Yang Rp300 miliar ada dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Pemko Pekanbaru. “Pelaksanaannya bertahap. Selama 8 tahun Pemko menganggarkan itu. Pada 2020 nanti, proyek baru mulai berjalan. Sedangkan pada 2019, pelaksanaan lelang,” tutur Suhandi.

Dia menegaskan, hingga akhir 2019, itu masa proses financial close. Jadi diperkirakan, di pertengahan 2019 sudah ada pemenangnya. Para investor menjalani proses financial close itu 6 bulan lamanya. Yakni untuk mendapat kepastian pembiayaan dari bank asing atau bank Indonesia.

“Dan modal mereka 30 persen. Sedangkan 70 persen lagi, itu biasa meminjam dari bank. Jadi dari Rp400 miliar tadi, 30 persen modal mereka sendiri (investor), 70 persen lagi pinjam dari bank. Itu namanya financial close, memastikan bahwa ada bank yang membiayai mereka sebesar 70 persen,” ujar Suhandi.

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama pengembangan dan pengelolaan air bersih antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat dengan PT AAI dan PT ENA, di kediaman dinas walikota, Kamis (20/8)

Selanjutnya Suhandi mengingatkan, jika investor bersangkutan yang berkeinginan berpartisipasi pada proyek PDAM itu tadi menurut pihak bank tidak layak untuk dibiayai, maka tidak mendapatkan pemodal. “Jadi, walaupun dia pemenang, kalau tidak bisa financial close, proyek ini tidak akan jalan,” terangnya.

Potensi peningkatan SPAM di Pekanbaru cukup besar. Sesuai dengan pernyataan yang pernah dilontarkan Menkeu. Suhandi melihat, banyak investor asing maupun dalam negeri yang berminat ikut ambil bagian pada pelaksanaan proyek. Apalagi dengan diterbitkannya Perpres 38/2015 tentang KPBU yang dimulai di tahun 2015, di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Ada pun maksud dari Perpres 38/2015 tersebut, Pemerintah RI mengajak bekerja sama pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berinvestasi, membangun infrastruktur Indonesia.

Suhandi kemudian menginformasikan, kurang-lebih ada 20 investor asing dan BUMN yang menyatakan minat. Antara lain dari Beijing, Korea dan India. “Tapi nanti mereka mengikuti proses lelang yang diadakan di Indonesia. Setelah muncul pemenang, harus membentuk badan usaha yang ada di Indonesia. Misalnya, tadi nama perusahaannya ‘a Beijing,’ berganti nama menjadi ‘a Indonesia.’ Dia harus membentuk konsorsium Indonesia,” tandasnya. (***)

















 



































 
























 
















Berita Lainnya :
  • Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru, Resmi Dilantik
  • Polisi Terjunkan Penyelam
  • Ronaldo-Georgina Bertunangan
  • Ketum Demokrat Bicara Lewat Twiter
  • Sekda Bustami Serahkan Penghargaan
  • Pj Kades Orahua Aronasokhi Ndruru di Laporkan
  • PKK Sangat Berperan Aktif
  • Syamsuar Kejutkan Puskesmas Sei Apit
  • Aparat Penegak Hukum Tutup Mata
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan