Jakarta - KPK resmi menahan tersangka penerima suap kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016, Taufik Kurniawan. Ber...[read more] "> Jakarta - KPK resmi menahan tersangka penerima suap kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016, Taufik Kurniawan. Ber" />
Selasa, 18 Desember 2018
Follow Us:
Minggu, 16 Desember 2018 - 07:05 WIB
Pernyataan Poligami Bukan Ajaran Islam Itu Kontroversial
Minggu, 16 Desember 2018 - 06:53 WIB
RDP Bersama KPU Sepakati Kotak Suara Kardus
Minggu, 16 Desember 2018 - 06:32 WIB
Jokowi: Tradisi Adat Melayu Megah
06:32 WIB - Logo MOI di Catut | 06:32 WIB - PDIP : Jika Tidak Aman Kami Dirugikan | 06:32 WIB - Presiden Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara | 06:32 WIB - Pernyataan Poligami Bukan Ajaran Islam Itu Kontroversial | 06:32 WIB - RDP Bersama KPU Sepakati Kotak Suara Kardus | 06:32 WIB - Jokowi: Mari Jaga Ketenangan
/ Hukum / Jejak Politik Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan /
Jejak Politik Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan
Sabtu, 03 November 2018 - 07:49:37 WIB
Jakarta - KPK resmi menahan tersangka penerima suap kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016, Taufik Kurniawan. Berikut jejak politik politikus PAN itu hingga ditahan KPK.

Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (3/11/2018), Taufik menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PAN. Sebelumnya, Taufik pernah menjabat posisi Sekretaris DPW PAN Jateng dan Sekjen DPP PAN.

Taufik merupakan legislator asal Semarang, Jawa Tengah. Dia pertama kali menyandang jabatan anggota DPR pada periode 2004-2009. Di DPR, Taufik beberapa kali menduduki posisi strategis.

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR periode 2004-2009. Pada 2010, Taufik pernah menduduki posisi Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), menggantikan Marwoto Mintohardjono yang meninggal dunia.

Periode 2014-2019, Taufik terpilih kembali sebagai anggota Dewan. Dia langsung menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) via daerah pemilihan Jawa Tengah VII.

Wakil Ketua DPR merupakan jabatan terakhir Taufik di parlemen sebelum ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan pada Jumat (2/11). KPK menjerat Taufik sebagai tersangka karena diduga menerima duit Rp 3,65 miliar dari Yahya Fuad. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016. Sprindik Taufik sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.

PAN kini tengah memproses reposisi Taufik baik di partai maupun di DPR. Taufik akan dinonaktfikan dari jabatannya di partai dan akan dicopot dari posisi pimpinan DPR.

"Kita nonaktifkan yang bersangkutan dari DPP (PAN) dan akan proses pergantian pimpinan DPR dan PAW TK di DPR RI," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno.***)


Berita Lainnya :
  • Logo MOI di Catut
  • PDIP : Jika Tidak Aman Kami Dirugikan
  • Presiden Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara
  • Pernyataan Poligami Bukan Ajaran Islam Itu Kontroversial
  • RDP Bersama KPU Sepakati Kotak Suara Kardus
  • Jokowi: Mari Jaga Ketenangan
  • Jokowi Ingin Orang Riau Jadi Komisaris
  • Jokowi: Tradisi Adat Melayu Megah
  • PDIP: Tidak Ada Kader Kami yang Lakukan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan