Jakarta - KPK tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah...[read more] "> Jakarta - KPK tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah" />
Rabu, 22 Mei 2019
Follow Us:
18:35 WIB - Pemkab Bengkalis: Pelaksanaan Apel Harkitnas Ke-111 Berlansung Khidmat | 18:35 WIB - Bengkalis Siap Optimalkan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik | 18:35 WIB - Pemkab Siak Luncurkan ATM Beras di Sabak Auh | 18:35 WIB - Sekda Pelalawan Safari Ramadan ke Bandar Petalangan | 18:35 WIB - Bupati Pelalawan Sampaikan Wacana Pembangunan Jalan Alternatif Langgam-Ukui | 18:35 WIB - BEM Nusantara Datangi DPRD Riau
/ Hukum / KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain /
Kasus Suap Meikarta
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain
Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:40:28 WIB
Jakarta - KPK tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin. Saat ini, KPK terus mengumpulkan bukti-bukti terkait perkara ini.

"Jika memang ada informasi yang kuat, tentu akan kami telusuri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (17/10/2018).


KPK sendiri telah menggeledah sekitar 15 lokasi terkait kasus ini. Lokasi yang digeledah mulai dari kantor di jajaran Pemkab Bekasi, kantor perusahaan swasta, rumah para tersangka, hingga rumah pengusaha.

Selain itu, KPK mengatakan ada kode baru yang ditemukan dalam proses penyidikan perkara ini, yaitu 'babe'. Makna dari kode tersebut pun masih didalami oleh KPK.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 9 orang tersangka, yaitu:

Diduga sebagai penerima:

1. Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin,
2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin,
3. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor,
4. Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan
5. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Diduga sebagai pemberi:

1. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro,
2. Konsultan Lippo Group Taryadi,
3. Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama, dan
4. Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi diduga menerima Rp 7 miliar terkait perizinan proyek Meikarta. Duit itu disebut sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar.***)


Berita Lainnya :
  • Pemkab Bengkalis: Pelaksanaan Apel Harkitnas Ke-111 Berlansung Khidmat
  • Bengkalis Siap Optimalkan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik
  • Pemkab Siak Luncurkan ATM Beras di Sabak Auh
  • Sekda Pelalawan Safari Ramadan ke Bandar Petalangan
  • Bupati Pelalawan Sampaikan Wacana Pembangunan Jalan Alternatif Langgam-Ukui
  • BEM Nusantara Datangi DPRD Riau
  • Suyatno Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat Membangun Pulau Halang
  • Pemprov Riau Upayakan Perbaikan Pelayanan Publik
  • Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan