Jakarta - KPK tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah...[read more] "> Jakarta - KPK tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah" />
Selasa, 18 Desember 2018
Follow Us:
Minggu, 16 Desember 2018 - 07:05 WIB
Pernyataan Poligami Bukan Ajaran Islam Itu Kontroversial
Minggu, 16 Desember 2018 - 06:53 WIB
RDP Bersama KPU Sepakati Kotak Suara Kardus
Minggu, 16 Desember 2018 - 06:32 WIB
Jokowi: Tradisi Adat Melayu Megah
06:32 WIB - Logo MOI di Catut | 06:32 WIB - PDIP : Jika Tidak Aman Kami Dirugikan | 06:32 WIB - Presiden Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara | 06:32 WIB - Pernyataan Poligami Bukan Ajaran Islam Itu Kontroversial | 06:32 WIB - RDP Bersama KPU Sepakati Kotak Suara Kardus | 06:32 WIB - Jokowi: Mari Jaga Ketenangan
/ Hukum / KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain /
Kasus Suap Meikarta
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain
Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:40:28 WIB
Jakarta - KPK tak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin. Saat ini, KPK terus mengumpulkan bukti-bukti terkait perkara ini.

"Jika memang ada informasi yang kuat, tentu akan kami telusuri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (17/10/2018).


KPK sendiri telah menggeledah sekitar 15 lokasi terkait kasus ini. Lokasi yang digeledah mulai dari kantor di jajaran Pemkab Bekasi, kantor perusahaan swasta, rumah para tersangka, hingga rumah pengusaha.

Selain itu, KPK mengatakan ada kode baru yang ditemukan dalam proses penyidikan perkara ini, yaitu 'babe'. Makna dari kode tersebut pun masih didalami oleh KPK.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 9 orang tersangka, yaitu:

Diduga sebagai penerima:

1. Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin,
2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin,
3. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor,
4. Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan
5. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Diduga sebagai pemberi:

1. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro,
2. Konsultan Lippo Group Taryadi,
3. Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama, dan
4. Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi diduga menerima Rp 7 miliar terkait perizinan proyek Meikarta. Duit itu disebut sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar.***)


Berita Lainnya :
  • Logo MOI di Catut
  • PDIP : Jika Tidak Aman Kami Dirugikan
  • Presiden Jokowi Terima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara
  • Pernyataan Poligami Bukan Ajaran Islam Itu Kontroversial
  • RDP Bersama KPU Sepakati Kotak Suara Kardus
  • Jokowi: Mari Jaga Ketenangan
  • Jokowi Ingin Orang Riau Jadi Komisaris
  • Jokowi: Tradisi Adat Melayu Megah
  • PDIP: Tidak Ada Kader Kami yang Lakukan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan