Bidikonline.com -  Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun an...[read more] "> Bidikonline.com -  Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun an" />
Kamis, 21 Februari 2019
Follow Us:
22:45 WIB - Gedung DPRD Nisel Sepi, Anggota DPRD Perbanyak Dinas Luar | 22:45 WIB - Tukang Kredit di Pelalawan Jadi Korban Perampokan | 22:45 WIB - Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Atletico vs Juventus | 22:45 WIB - Warga Tionghoa Bengkalis Sembahyang Di Vihara | 22:45 WIB - Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Somasi Kredit Poktan Vs BNI | 22:45 WIB - Bupati Inhil Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Sungai Guntung
/ Hukum / BPK Temukan Korupsi di Pemkab Bengkalis /
Capai Rp 100 Miliar
BPK Temukan Korupsi di Pemkab Bengkalis
Kamis, 13 September 2018 - 18:39:52 WIB
Febri Diansyah
TERKAIT:
Bidikonline.com -  Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2013-2015 mencapai Rp 100 miliar lebih.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan perhitungan kerugian negara itu berdasarkan audit sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar," ujar Jurubucara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/9).

Lebih lanjut Febri menjelaskan setelah audit rampung, pihaknya akan menggelar pengembangan perkara untuk menelusuri pihak lain yang terlibat dalam kasus yang meyeret Sekda Kota Dumai Provinsi Riau M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar sebagai tersangka.

"Jika audit BPK tersebut sudah selesai maka proses lebih lanjut penyidikan ini, termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan," ujar Febri.

Sebelumnya KPK memperkirakan jumlah kerugian negara dari korupsi peningkatan jalan di Bengkalis ini mencapai Rp80 miliar. Namun, dengan taksiran sementara KPK berdasarkan audit terbaru BPK ini jumlahnya menjadi lebih besar Rp20 miliar.

Penetapan dua tersangka tersebut karena melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negata atau perekonomian negara dalam proyek tersebut. ‎[RMOL/boc]


Berita Lainnya :
  • Gedung DPRD Nisel Sepi, Anggota DPRD Perbanyak Dinas Luar
  • Tukang Kredit di Pelalawan Jadi Korban Perampokan
  • Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Atletico vs Juventus
  • Warga Tionghoa Bengkalis Sembahyang Di Vihara
  • Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Somasi Kredit Poktan Vs BNI
  • Bupati Inhil Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Sungai Guntung
  • Wakil Bupati minta Dinas Terkait Ikut Kembangkan Para Pelaku Usaha
  • Dewan Minta JPO di Tuanku Tambusai Segera Diperbaiki
  • Ini Program 100 Hari Kerja Syamsuar-Edy Natar
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan