Jakarta - Sejumlah anggota hingga pimpinan DPRD diduga menerima jatah uang ketok palu dari Zumi Zola kala menjabat sebagai Gubernur Jambi...[read more] "> Jakarta - Sejumlah anggota hingga pimpinan DPRD diduga menerima jatah uang ketok palu dari Zumi Zola kala menjabat sebagai Gubernur Jambi" />
Jum'at, 21 09 2018
Follow Us:
Minggu, 16 September 2018 - 09:22 WIB
Anggota DPRD Golkar Bisa Dihukum Mati
Sabtu, 15 September 2018 - 09:12 WIB
Ambil Sikap Terhadap Roy Suryo
Sabtu, 15 September 2018 - 08:41 WIB
PDIP: Kini Bola di KPU
08:41 WIB - Etape kedua Tim Australia Kembali Unggul | 08:41 WIB - Hendardji Soepandji Restui Munas IMO | 08:41 WIB - Tim BSK Siak, Raih Jersey Merah Putih | 08:41 WIB - Etape II, Tinggal 59 Pebalap yang Bertanding, 10 Didiskualifikasi | 08:41 WIB - 2 Pembalap Australia Di Sprint Terdepan | 08:41 WIB - Inhil Dapat Jatah 342 Kouta CPNS Guru
/ Hukum / DPRD Jambi Dipelajari KPK /
Jatah Uang Ketok Palu
DPRD Jambi Dipelajari KPK
Jumat, 07 September 2018 - 06:59:02 WIB
Zumi Zola
TERKAIT:
Jakarta - Sejumlah anggota hingga pimpinan DPRD diduga menerima jatah uang ketok palu dari Zumi Zola kala menjabat sebagai Gubernur Jambi. KPK akan mempelajari kemungkinan adanya dugaan korupsi massal yang dilakukan oleh para anggota DPRD Jambi.

"Kita lihat dulu, nanti harus dipelajari," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/9/2018) malam.

Kisaran duit yang dibagikan kepada anggota DPRD Jambi itu berbeda-beda sesuai jabatannya masing-masing. Saut mengatakan, pihaknya masih menelusuri aliran duit terkait perkara itu.

"Penyidik nanti yang mengembangkan hal itu," imbuh Saut.

Jatah uang ketok palu itu terungkap dalam persidangan lanjutan Zumi Zola di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dodi Irawan yang hadir sebagai saksi, membeberkan mengenai kisaran duit suap tersebut.

Dodi mengatakan anggota DPRD Jambi meminta uang untuk memuluskan Rancangan Peraturan Daerah APBD Tahun 2017 dan 2018. Dodi menyebut Komisi III mendapatkan jatah Rp 375 juta per orang.

"Anggota, kata Pak Apif, Rp 200 juta. Sama dengan tahun lalu. Anggota Komisi III itu Rp 200 juta ditambah Rp 175 juta berarti Rp 375 juta," kata Dodi.

Selain itu, Dodi menyebut ada pula jatah untuk anggota Badan Anggaran (Banggar) sebesar Rp 205 juta per orang. Semua transaksi itu disebut Dodi dilakukan dalam beberapa tahap serta dicatat oleh seorang kontraktor bernama Muhammad Imaduddin alias Iim.

Dodi kemudian mengaku pernah bertemu Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston. Setali tiga uang, Cornelis juga meminta uang sekaligus meminta paket proyek untuk dirinya sendiri.

"Pak Cornelis Buston menyampaikan kepada saya tolong sampaikan ke Pak Gub bahwa untuk tahun 2017 kan di 2016 bahas untuk 2017 bahwa beliau meminta paket proyek sejumlah Rp 50 miliar untuk beliau sendiri, tapi yang tadi beliau cuma minta untuk beliau, tidak yang lain-lain atau pimpinan," kata Dodi.

Lalu, masih kata Dodi, ada permintaan uang lagi dari Wakil Ketua DPRD Jambi dengan rincian sebagai berikut:
- AR Syahbandar meminta Rp 600 juta
- Chumaidi Zaidi meminta Rp 650 juta
- Zoerman Hanap meminta Rp 750 juta


Berita Lainnya :
  • Etape kedua Tim Australia Kembali Unggul
  • Hendardji Soepandji Restui Munas IMO
  • Tim BSK Siak, Raih Jersey Merah Putih
  • Etape II, Tinggal 59 Pebalap yang Bertanding, 10 Didiskualifikasi
  • 2 Pembalap Australia Di Sprint Terdepan
  • Inhil Dapat Jatah 342 Kouta CPNS Guru
  • 13 Tim yang Berlaga di Tour de Siak 2018
  • Gubri dan Bupati Siak Kompak Pukul Kompang Bersama
  • Diskominfo Inhil Tegaskan Sudah Akomodir Rekan Media
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan