Jakarta (Bidikonline.com) - PDI Perjuangan menanggapi positif atas keputusan Menkumham yang telah menandatangani PKPU no 20 tahun 2018 tent...[read more] "> Jakarta (Bidikonline.com) - PDI Perjuangan menanggapi positif atas keputusan Menkumham yang telah menandatangani PKPU no 20 tahun 2018 tent" />
Rabu, 21 November 2018
Follow Us:
Kamis, 15 November 2018 - 21:02 WIB
Ketum Demokrat Bicara Lewat Twiter
Kamis, 15 November 2018 - 19:55 WIB
Pj Kades Orahua Aronasokhi Ndruru di Laporkan
Selasa, 13 November 2018 - 21:01 WIB
PKK Sangat Berperan Aktif
21:01 WIB - Pengurus MOI Riau Dilantik | 21:01 WIB - Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru, Resmi Dilantik | 21:01 WIB - Polisi Terjunkan Penyelam | 21:01 WIB - Ronaldo-Georgina Bertunangan | 21:01 WIB - Ketum Demokrat Bicara Lewat Twiter | 21:01 WIB - Sekda Bustami Serahkan Penghargaan
/ Nasional / PDIP: KPU Larangan Koruptor Menjadi Caleg Positif dan Konstruktif /
Rambu-Rambu Peningkatan Kualitas Demokrasi,
PDIP: KPU Larangan Koruptor Menjadi Caleg Positif dan Konstruktif
Jumat, 13 Juli 2018 - 11:21:30 WIB
Jakarta (Bidikonline.com) - PDI Perjuangan menanggapi positif atas keputusan Menkumham yang telah menandatangani PKPU no 20 tahun 2018 tentang Pancalonan Anggota Legislatif Di Semua Tingkatan.
 
"Kami selalu berkoordinasi dengan Menkumham, mencermati berbagai aspirasi yang berkembang, dan mendorong peningkatan kualitas demokrasi yang diawali dengan seleksi bakal calon yang bebas dari korupsi," ujar Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan , dukungan terhadap PKPU tersebut sekaligus memberi kepastian hukum dan dasar legalitas bagi upaya peningkatan kualitas calon anggota legislatif.

"Bagi PDI Perjuangan sendiri, mereka yang terkena OTT dan terbukti melakukan tindak pidana korupsi sudah diberi sanksi pemecatan dari Partai, dengan demikian secara otomatis tidak bisa dicalonkan, karena tidak lagi menjadi anggota Partai."

PDI Perjuangan memberikan apresiasi terhadap KPU yang telah melakukan terobosan hukum guna peningkatan kualitas dewan ke depan, jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan mungin ada yang tidak puas dengan peraturan tsb, Ada yang menggunakan argumentasi bahwa tanpa adanya pencabutan hak politik dari keputusan pengadilan seseorang masih punya hak dipilih dan hak memilih.
Menanggapi hal tersebut, Hasto menegaskan bahwa bagi yang tidak puas tentu dapat melakukan judicial review sebab Indonesia adalah negara hukum.

Untuk itu semua institusi negara juga memiliki kewajiban untuk tertib hukum dan mengikuti seluruh peraturan perundang-undangan.

Namun disisi lain, Partai juga terus berjuang membela hak konstitusional setiap warga negara untuk memilih dan dipilih, namun pada saat bersamaan memahami aspirasi rakyat terhadap pentingnya caon anggota legislatif yang bebas dbari korupsi.
PDI Perjuangan sendiri sudah menyelesaikan Psikotest on line yang diikuti lehih dari 17.800 bacaleg dan proses terus berjalan mengingat overlapping dengan pilkada serentak 2018.

 DPP PDI Perjuangan memastikan bahwa tidak akan mengusulkan bakal calon legislatif di semua tingkatan yang berlatar belakang mantan narapidana korupsi, bandar narkoba dan kekerasan seksual terhadap anak-anak, jelasnya.(rls)



Berita Lainnya :
  • Pengurus MOI Riau Dilantik
  • Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru, Resmi Dilantik
  • Polisi Terjunkan Penyelam
  • Ronaldo-Georgina Bertunangan
  • Ketum Demokrat Bicara Lewat Twiter
  • Sekda Bustami Serahkan Penghargaan
  • Pj Kades Orahua Aronasokhi Ndruru di Laporkan
  • PKK Sangat Berperan Aktif
  • Syamsuar Kejutkan Puskesmas Sei Apit
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan