JAKARTA (Bidikonline.com) - Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, Philip J Vermonte menilai hasil Pilkada serentak 2018 di ...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, Philip J Vermonte menilai hasil Pilkada serentak 2018 di " />
Senin, 24 09 2018
Follow Us:
Minggu, 23 September 2018 - 13:40 WIB
SBY WO dari Kampanye Damai
Minggu, 23 September 2018 - 13:30 WIB
Bendera Partai di Disediakan KPU
Minggu, 23 September 2018 - 13:22 WIB
SBY Abaikan Komitmen Kampanye
13:22 WIB - 'Satu Jari' di Kampanye Damai | 13:22 WIB - Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye | 13:22 WIB - SBY WO dari Kampanye Damai | 13:22 WIB - Bendera Partai di Disediakan KPU | 13:22 WIB - SBY Abaikan Komitmen Kampanye | 13:22 WIB - Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
/ Nasional / Hasil Pilkada Serentak 2018 Kemenangan Elektoral Jokowi /
Hasil Pilkada Serentak 2018 Kemenangan Elektoral Jokowi
Minggu, 01 Juli 2018 - 10:46:34 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, Philip J Vermonte menilai hasil Pilkada serentak 2018 di 171 daerah memiliki kecenderungan menguntungkan elektoral Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Memang ada kecenderungan Pak Joko Widodo diuntungkan posisinya dari hasil pilkada ini," ujar Philip dalam diskusi Populi Center dan Smart Fm bertema 'membaca hasil pilkada' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

Sementara, Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu menjelaskan, bahwa dalam hasil hitung cepat Pilkada serentak 2018 secara umum bisa memperlihatkan kemenangan elektoral bagi calon presiden petahana Jokowi.

"Ada kemenangan elektoral, dalam tanda kutip ke Jokowi. Secara umum, landscape elektoral ini memenangkan Jokowi," papar dia.

Yohan mencontohkan, kemenangan elektoral Jokowi itu seperti pertarungan gubernur di Jawa Timur. Di mana, pasangan calonnya yaitu Khofifah Indar dan lawannya yakni Saifullah Yusuf diprediksi nantinya kedua suara itu akan mengarah ke Jokowi di 2019.

"Di survei kita 60 persen pemilih Gus Ipul dan Khofifah nantinya akan memilih Jokowi," ungkap Yohan.

Tak hanya disitu saja, Yohan menilai suara Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diprediksi 60 persen akan turut mengarah ke Jokowi. Tetapi tidak begitu dengan suara yang ada di Jawa Barat.

"Yang berbesa itu di Jawa Barat berbeda. Pemilih Ridwan Kamil dan Dedi Mizwar terbelah, hanya yang terlihat mencolok hanya pemilih TB Hasanudin," ucap Yohan.

Diketahui, dalam hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak 2018, partai koalisi pendukung Jokowi mendominasi perolehan kemenangan di berbagai daerah yang menggelar ajang pemilihan kepala daerah itu.


Berita Lainnya :
  • 'Satu Jari' di Kampanye Damai
  • Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye
  • SBY WO dari Kampanye Damai
  • Bendera Partai di Disediakan KPU
  • SBY Abaikan Komitmen Kampanye
  • Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
  • Jokowi Nomor 1 vs Prabowo Nomor 2
  • Alfedri Hadiri Gerakan Penanaman Mangrove
  • Bupat Siak Terima Penghargaan Dari Menkeu
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan