JAKARTA (Bidikonline.com) - Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara de...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara de" />
Kamis, 16 08 2018
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Rabu, 01 Agustus 2018 - 16:33 WIB
Kunjungi Lokasi TMMD Reguler 102 Kodim 0705
16:33 WIB - Bupati Inhil : Syekh Samman Panutan Masyarakat | 16:33 WIB - Bupati Inhil Hadiri Pencanangan Kegiatan Sempena HUT ke-73 RI | 16:33 WIB - Gubri Ikut Senam Poco-poco | 16:33 WIB - Bupati Inhil Luncurkan Produk Penyubur Tanah | 16:33 WIB - Bupati Inhil Bertandang ke Guntung | 16:33 WIB - Syamsuar: Siak Siap Gaet Kunjungan Wisatawan
/ Nasional / Dewan Pers Catat 43.300 Media Online Tidak Terdata /
Hati-Hati Baca Berita,
Dewan Pers Catat 43.300 Media Online Tidak Terdata
Kamis, 17 Mei 2018 - 12:18:59 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan paling banyak memiliki media. Total media di Indonesia saat ini ada sekitar 47 ribu dengan paling banyak adalah media online.

Namun, Stanley, sapaan akrabnya mengungkapkan, hanya ada 168 media yang telah terdata di Dewan Pers. Sedangkan yang lainnya tidak.

"Kami perkirakan angkanya adalah 43.300 (yang tidak terdata). Bayangin. Tidak ada 1 persennya. Sisanya seperti apa? Tidak tahu, antah berantah," ungkap Stanley, usai Forum Merdeka Barat 9 "Cegah dan Perangi Aksi Teroris", di Kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat, Rabu 16 Mei 2018.

Dia menuturkan, untuk melawan media-media bodong tersebut, pihaknya akan terus melakukan verifikasi terhadap berbagai media yang mengaku sebagai perusahaan pers tersebut.

Termasuk terhadap situs-situs radikal yang tidak berbadan hukum dan bukan perusahaan pers sebagaimana mestinya.

Stanley berharap, proses verifikasi itu dapat rampung pada akhir tahun 2018 ini.

"Jadi di tahun 2019, media-media yang terverifikasi itu kita berikan QR code.

Dengan demikian, org bisa membedakan mana media yang asli dan mana media yang tidak," tutur dia.

Stanley menceritakan, bahwa ada salah satu media besar yang dipakai namanya oleh sejumlah media bodong.

Bahkan media bodong tersebut tidak hanya 1 yang menggunakan nama media besar tersebut, namun ada 14.

Kemudian, lanjut dia, persoalan itu pernah membuat seorang anggota DPR mengadu dan marah-marah, karena mempertanyakan kenapa berita di media asli tersebut dapat memberitakan hal seperti itu.

Hingga akhirnya, dia pun mengecek url dari media tersebut dan terlihat bahwa, media itu memiliki url atau alamat website yang berbeda dengan media aslinya.

"Jadi silahkan diadukan ke Dewan Pers, Dewan Pers akan rekomendasikan kepada Polri karena ini bukan media (asli). Ada MoU antara Dewan Pers dengan Polri," dia menandaskan. (Lp6)


Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil : Syekh Samman Panutan Masyarakat
  • Bupati Inhil Hadiri Pencanangan Kegiatan Sempena HUT ke-73 RI
  • Gubri Ikut Senam Poco-poco
  • Bupati Inhil Luncurkan Produk Penyubur Tanah
  • Bupati Inhil Bertandang ke Guntung
  • Syamsuar: Siak Siap Gaet Kunjungan Wisatawan
  • Tanoto Foundation Bermitra dengan Pemkab Siak
  • Bupati Inhil Hadiri HUT Ke-61 Provinsi Riau di Kantor Gubernur
  • Bupati Berikan Bantuan KKP RI Kepada Nelayan Tanah Merah Inhil
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan