Bidikonline.com - Ledakan bom di lantai lima Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Jawa Timur, menewaskan tiga orang, yakni terduga teroris Anton, is...[read more] "> Bidikonline.com - Ledakan bom di lantai lima Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Jawa Timur, menewaskan tiga orang, yakni terduga teroris Anton, is" />
Kamis, 16 08 2018
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Rabu, 01 Agustus 2018 - 16:33 WIB
Kunjungi Lokasi TMMD Reguler 102 Kodim 0705
16:33 WIB - Bupati Inhil : Syekh Samman Panutan Masyarakat | 16:33 WIB - Bupati Inhil Hadiri Pencanangan Kegiatan Sempena HUT ke-73 RI | 16:33 WIB - Gubri Ikut Senam Poco-poco | 16:33 WIB - Bupati Inhil Luncurkan Produk Penyubur Tanah | 16:33 WIB - Bupati Inhil Bertandang ke Guntung | 16:33 WIB - Syamsuar: Siak Siap Gaet Kunjungan Wisatawan
/ Pekanbaru / Anak Teroris Bongkar Kelakuan Buruk Ayahnya /
Anak Teroris Bongkar Kelakuan Buruk Ayahnya
Jumat, 18 Mei 2018 - 12:12:51 WIB
Bidikonline.com - Ledakan bom di lantai lima Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Jawa Timur, menewaskan tiga orang, yakni terduga teroris Anton, istrinya Puspitasari (47), dan anak sulungnya.

Sementara dua anak Anton berinisial FP dan GHA selamat. Namun keduanya terkena serpihan bom, sehingga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan anak laki-laki Anton berinisial AR (16) tidak berada di TKP saat kejadian. AR berada di rumah neneknya yang masih satu blok dengan tempat tinggal Anton.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat menemui AR yang merupakan saksi paling utama dalam kasus ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo. Tito menanyakan beberapa hal terkait sepak terjang ayah dan ibu AR.

Tito menanyakan mengapa AR tidak bergabung dan mengikuti doktrin orang tuanya sebagai teroris. Jawaban AR pun mengejutkan. Ia mengaku ogah mengikuti jejak orang tuanya lantaran tidak senang dengan sibapak yang sering mengkafirkan orang lain.

"Saya tidak mau ikut dengan bapak dan ibu karena mereka sering ajarin saya nggak bener. Dia selalu mengajarkan tentang jihad, ini orang kafir semua yang ada di sekitar sini, negara kafir, harus kita perangi, harus kita bunuh. Bila perlu kita yang bunuh diri menghadapi mereka," ucap Tito menirukan jawaban AR saat tampil di Mata Najwa, Rabu (16/5) lalu.

Menurut Tito, AR mengaku pernah diajak ke tempat Dita, pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya, Jawa Timur. Di tempat itu, AR mendengarkan ceramah yang disampaikan Dita tentang orang kafir dan negara kafir.

"Saya tanya kenapa Adik (AR) tidak mau (gabung), dia bilang karena di sekolahnya tidak diajarkan seperti itu. Dia (AR) sekolah, sementara adiknya dua lagi tidak sekolah meskipun usia sekolah," tambah Tito.

AR juga mengaku sering melihat ayahnya belajar merakit bom dari internet. Namun, AR tidak pernah tertarik belajar merakit bom seperti yang dilakukan ayahnya.

"Ayahnya kan berbisnis online ya, jadi sering di komputer. Dia (AR) sering melihat bapaknya browsing internet tentang cara membuat bom dan latihan-latihan militer," pungkas Tito.(rac)


Berita Lainnya :
  • Bupati Inhil : Syekh Samman Panutan Masyarakat
  • Bupati Inhil Hadiri Pencanangan Kegiatan Sempena HUT ke-73 RI
  • Gubri Ikut Senam Poco-poco
  • Bupati Inhil Luncurkan Produk Penyubur Tanah
  • Bupati Inhil Bertandang ke Guntung
  • Syamsuar: Siak Siap Gaet Kunjungan Wisatawan
  • Tanoto Foundation Bermitra dengan Pemkab Siak
  • Bupati Inhil Hadiri HUT Ke-61 Provinsi Riau di Kantor Gubernur
  • Bupati Berikan Bantuan KKP RI Kepada Nelayan Tanah Merah Inhil
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan