JAKARTA (Bidikonline.com) - Dua orang terduga teroris asal Pekanbaru, Riau, yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Selatan (...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Dua orang terduga teroris asal Pekanbaru, Riau, yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Selatan (" />
Jum'at, 25 Mei 2018
Follow Us:
Kamis, 17 Agustus 2018 - 22:42 WIB
Pemkab Fokus Pada SDM dan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 05 Agustus 2018 - 24:10 WIB
DPRD Inhil Harapkan Tertib dan Aman
Senin, 31 Juli 2018 - 18:57 WIB
DPRD : Pedomani Permendagri Nomor 33 Tahun 2017
18:57 WIB - Bupati serahkan Honor RT dan RW serta Kader Posyandu | 18:57 WIB - Bupati Tinjau UPTD Disdukcapil Kecamatan Mandau | 18:57 WIB - 25 Juni Kantor Baru Walikota Pekanbaru Mulai Ditempati | 18:57 WIB - Pemprov Riau: DPRD Riau Harmonisasikan Perda PBB-KB | 18:57 WIB - Pemkab Siak Memberi Bantuan Kepada Anak Aatim | 18:57 WIB - Bupati Kampar Serahkan Berbagai Bantuan Sosial
/ Pekanbaru / Teroris Asal Riau di Danai Warga Pekanbaru Bekerja di BUMN /
Teroris Asal Riau di Danai Warga Pekanbaru Bekerja di BUMN
Kamis, 17 Mei 2018 - 13:27:20 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Dua orang terduga teroris asal Pekanbaru, Riau, yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel), pada Senin 14 Mei 2018, tidak mengakui adanya Pancasila.

Ketika diinterogasi langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, kedua terduga teroris tersebut sudah menghilangkan makna Pancasila dari kehidupan mereka.

Para terduga teroris yang ditangkap yaitu Heri Hartanto alias Abdul Rahman (39) dan Hengki Satria alias Abu Ansyor (38).

"Mereka hapal Pancasila, saya juga tanyakan mereka tentang makna Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi makna dari seluruh silanya mereka hilangkan," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat membuka kegiatan Tatap Muka Forkopinda Sumsel di Aula Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (15/5/2018).

Salah satu terduga teroris asal Pekanbaru mengakui donatur mereka merupakan warga Pekanbaru, yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Mereka juga sudah menyebutkan identitas dan tempat tinggal dosen yang mengajar di universitas di Palembang, yang gagal mereka temui.

Namun Kapolda Sumsel masih belum bisa menjadikan kesaksian kedua terduga teroris tersebut sebagai fakta hukum. Mereka akan mencaritahu bukti pendukung lainnya. Karena saat ditangkap, tidak ada bukti apapun yang menguatkan mereka sebagai pelaku teroris.

"Kita akan caritahu apakah ada transfer uang, atau ada saksi yang melihat donatur tersebut memberikan dana ke mereka. Termasuk identitas dosen tersebut, bisa saja nama yang disebutkan palsu dan alamat yang dimaksud adalah perkantoran," katanya seperti dilansir Liputan6.com.

Informasi tersebut masih akan mereka kembangkan, salah satunya berkoordinasi dengan Densus 88, Polresta, dan Polda Riau. Kedua terduga teroris ini mengaku sebagai anggota Jamaah Anshorul Daarul (JAD). Bahkan mereka mendalami cara berjihad dari ustaz yang mereka panuti melalui internet.(rsc)


Berita Lainnya :
  • Bupati serahkan Honor RT dan RW serta Kader Posyandu
  • Bupati Tinjau UPTD Disdukcapil Kecamatan Mandau
  • 25 Juni Kantor Baru Walikota Pekanbaru Mulai Ditempati
  • Pemprov Riau: DPRD Riau Harmonisasikan Perda PBB-KB
  • Pemkab Siak Memberi Bantuan Kepada Anak Aatim
  • Bupati Kampar Serahkan Berbagai Bantuan Sosial
  • DPR Sahkan Undang Undang Anti-Terorisme
  • Aman Abdurrahman: Hakim Tak Ragu Vonis Hukum Mati
  • Pemkab Meranti: Tingkatkan Silahturahmi Bangun Daerah
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan