INDRAGIRI HILIR (Bidikonline.com) -Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus berupaya merealisasikan kawasan kota tanpa ...[read more] "> INDRAGIRI HILIR (Bidikonline.com) -Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus berupaya merealisasikan kawasan kota tanpa " />
Sabtu, 20 April 2019
Follow Us:
Kamis, 18 April 2019 - 19:45 WIB
Petugas KPPS Meninggal di Rumah Sakit
Kamis, 18 April 2019 - 19:45 WIB
Sekda Inhil Ikuti Vicon Pemilu 2019
Kamis, 18 April 2019 - 19:34 WIB
Dispersip Kuansing Canangkan Program Satu Desa Satu Pustaka
19:34 WIB - Kedua Kubu Harus Lebih Dewasa Sikapi Hasil Quick Count | 19:34 WIB - Bupati Inhil Minta Warga Tunggu Hasil Resmi | 19:34 WIB - Sekda Inhil Ikuti Vicon Pemilu 2019 | 19:34 WIB - Petugas KPPS Meninggal di Rumah Sakit | 19:34 WIB - Video Conference Gubri Syamsuar dengan Kemendagri Terhenti | 19:34 WIB - Dispersip Kuansing Canangkan Program Satu Desa Satu Pustaka
/ Indragiri Hilir / Pemkab Inhil: Tahun 2019 Kawasan Kumuh Berkurang /
Pemkab Inhil: Tahun 2019 Kawasan Kumuh Berkurang
Kamis, 22 Maret 2018 - 17:49:00 WIB
INDRAGIRI HILIR (Bidikonline.com) -Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus berupaya merealisasikan kawasan kota tanpa kumuh (kotaku). Kepala Dinas Perkim Inhil Teuku Edy Efrizal, Rabu (21/2/2018) pagi membuka kegiatan Lokakarya Program kotaku di aula gedung hotel Dubest, jalan Telaga Biru, Tembilahan.

Rangkaian Lokakarya Program Kotaku adalah pemukiman akumulasi untuk memelihara lingkungan masyarakat Inhil. "Karena itu, program kotaku adalah cita-cita besar yang diamanatkan," ujar Kepala Dinas Perkim, Teuku Edy Efrizal.

Program Kotaku Inhil tersebut telah tercantum dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Penangan penyelenggaraan perumahan melalui program Kotaku ini adalah kemampuan Pemerintah Kabupaten Inhil dalam mengambil kebijaka, kata Teuku Edy dalam sambutannya.

"Penangan kawasan kawasan kumuh perkotaan akan lebih cepat ditangani oleh Pemerintah dan masyarakat apabila menangani prilaku diri dan merubah mindset (pola pikir)," tambahnya.

Teuku Edy menceritakan, dulu kumuh adalah hal yang tidak dapat dihindari. Baginya, tanpa kumuh itu hal yang harus dijadikan kebutuhan akan kebersihan bukan kewajiban.

"Permasalahannya akan cepat apabila ditangani dengan melibatkan Stakeholder dan para pengusaha," lanjutnya.

Tanggung jawab penataan lingkungan Inhil, sambungnya lagi, bukan semua ada pada Pemerintah, tapi juga bagian dari Stakeholder dan pengusaha.

"Tahun 2019, kami menargetkan kawasan Kumuh makin berkurang di Inhil," ujar Tengku Eddy.

Ditambahkan, pihaknya akan merangkul seluruh SKPD, Swasta, media massa, Camat, Lurah, UKM dan pelaku program agar dapat aktif dalam program kotaku. (adv/diskominfo)


Berita Lainnya :
  • Kedua Kubu Harus Lebih Dewasa Sikapi Hasil Quick Count
  • Bupati Inhil Minta Warga Tunggu Hasil Resmi
  • Sekda Inhil Ikuti Vicon Pemilu 2019
  • Petugas KPPS Meninggal di Rumah Sakit
  • Video Conference Gubri Syamsuar dengan Kemendagri Terhenti
  • Dispersip Kuansing Canangkan Program Satu Desa Satu Pustaka
  • Bupati Meranti Apresiasi Partisipasi Masyarakat
  • Ketahuan Bawa Sabu, Seorang Pria Diamankan di Rutan Sialang Bungkuk
  • Lima Habib Dijadwalkan hadiri Haul Sultan Siak 2019
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan