SELATPANJANG (Bidikonline.com) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim mengaku besaran APBD Meranti tahun 2018 yang hanya sebesar Rp1...[read more] "> SELATPANJANG (Bidikonline.com) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim mengaku besaran APBD Meranti tahun 2018 yang hanya sebesar Rp1" />
Jum'at, 21 09 2018
Follow Us:
Minggu, 16 September 2018 - 09:22 WIB
Anggota DPRD Golkar Bisa Dihukum Mati
Sabtu, 15 September 2018 - 09:12 WIB
Ambil Sikap Terhadap Roy Suryo
Sabtu, 15 September 2018 - 08:41 WIB
PDIP: Kini Bola di KPU
08:41 WIB - Etape kedua Tim Australia Kembali Unggul | 08:41 WIB - Hendardji Soepandji Restui Munas IMO | 08:41 WIB - Tim BSK Siak, Raih Jersey Merah Putih | 08:41 WIB - Etape II, Tinggal 59 Pebalap yang Bertanding, 10 Didiskualifikasi | 08:41 WIB - 2 Pembalap Australia Di Sprint Terdepan | 08:41 WIB - Inhil Dapat Jatah 342 Kouta CPNS Guru
/ Meranti / Wakil Bupati: APBD Meranti Tak Cukup Pembangunan /
Wakil Bupati: APBD Meranti Tak Cukup Pembangunan
Kamis, 01 Maret 2018 - 21:13:34 WIB
SELATPANJANG (Bidikonline.com) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim mengaku besaran APBD Meranti tahun 2018 yang hanya sebesar Rp1,1 triliun tak akan cukup membiayai pembangunan di Meranti.

Apalagi kondisi geografis Meranti berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

"Selain kepulauan, daratan Meranti yang berupa tanah gambut menyebabkan biaya pembangunan di Meranti sangat tinggi. Apalagi Meranti merupakan kabupaten baru yang masih membutuhkan pembangunan di segala bidang," ujar Said Hasyim, Rabu (28/2/2018).

Menurut Said Hasyim, masih minimnya pembangunan di Meranti menyebabkan angka kemiskinan di Meranti masih tinggi.

Bahkan, angka kemiskinan di Meranti merupakan yang tertinggi di Riau.

"Meskipun menurun dari tahun lalu, namun angkanya masih tertinggi di Riau," ujarnya.

Pembangunan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Meranti kata Said Hasyim adalah pembangunan jalan poros dan jembatan.

Menurut Said Hasyim, masih banyak pelosok desa di Meranti yang masih terisolir lantaran tidak ada akses jalan yang layak untuk dilalui.

"Di pulau Rangsang, Pulau Padang dan Pulau Merbau masih banyak jalan tanah gambut. Tidak bisa dilewati pakai kendaraan, warga terpaksa pakai jalur laut yang ongkosnya mahal," ujarnya.(tpc)


Berita Lainnya :
  • Etape kedua Tim Australia Kembali Unggul
  • Hendardji Soepandji Restui Munas IMO
  • Tim BSK Siak, Raih Jersey Merah Putih
  • Etape II, Tinggal 59 Pebalap yang Bertanding, 10 Didiskualifikasi
  • 2 Pembalap Australia Di Sprint Terdepan
  • Inhil Dapat Jatah 342 Kouta CPNS Guru
  • 13 Tim yang Berlaga di Tour de Siak 2018
  • Gubri dan Bupati Siak Kompak Pukul Kompang Bersama
  • Diskominfo Inhil Tegaskan Sudah Akomodir Rekan Media
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan