MERANTI (Bidikonline.com) - Oknum PNS di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang disebut sebagai pelakor (perebut laki orang) oleh akun...[read more] "> MERANTI (Bidikonline.com) - Oknum PNS di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang disebut sebagai pelakor (perebut laki orang) oleh akun" />
Minggu, 23 09 2018
Follow Us:
Minggu, 23 September 2018 - 13:40 WIB
SBY WO dari Kampanye Damai
Minggu, 23 September 2018 - 13:30 WIB
Bendera Partai di Disediakan KPU
Minggu, 23 September 2018 - 13:22 WIB
SBY Abaikan Komitmen Kampanye
13:22 WIB - 'Satu Jari' di Kampanye Damai | 13:22 WIB - Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye | 13:22 WIB - SBY WO dari Kampanye Damai | 13:22 WIB - Bendera Partai di Disediakan KPU | 13:22 WIB - SBY Abaikan Komitmen Kampanye | 13:22 WIB - Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
/ Meranti / Oknum PNS Meranti Yang Disebut "Pelakor" /
Oknum PNS Meranti Yang Disebut "Pelakor"
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:20:33 WIB
MERANTI (Bidikonline.com) - Oknum PNS di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang disebut sebagai pelakor (perebut laki orang) oleh akun Gusnita Itha di media sosial (medsos) facebook, menyampaikan klarifikasi ke awak media, Rabu (21/2/2018).

Postingan status yang dibuat akun facebook istri Muhammad Nurwahyudi itu, dengan menyebutkan dirinya pelakor, ditanggapi dingin wanita berinisial Sh tersebut.

Kepada wartawan, perempuan kelahiran Tanjung Samak ini mengaku jika dirinya juga sebagai korban.

"Saya ini juga korban, korban kebohongan suami yang bersangkutan (Suami Gusnita, Muhammad Nurwahyudi, red). Seandainya waktu itu saya tahu bahwasanya dia masih berstatus laki orang, tidak mungkin saya mau menikah dengannya, dalam arti mengusik rumah tangga mereka," ujarnya.

Untuk menguatkan pengakuannya tersebut, Sh sempat menunjukkan surat putusan batal kawin dirinya dengan Muhammad Nurwahyudi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Selatpanjang, tertanggal 12 Oktober 2016.

"Waktu sebelum nikah, suami yang bersangkutan mengaku duda anak satu, diperkuat dengan melampirkan akte cerai, sehingga kami menikah pada bulan Mei 2016, dan saya tidak tahu kala itu bahwasanya akte cerai tersebut palsu," tambah dia.

Didalam akte cerai tersebut pula, kata Sh, disebutkan jika dikeluarkan oleh pengadilan agama Batam. Namun kurun berjalan waktu, karena merasa curiga dimana Muhammad Nurwahyudi merupakan warga Kota Dumai namun akte nikah dikeluarkan di Batam, selanjutnya KUA Rangsang (tempat mereka ijab qabul) mendatangi KUA Batam dan mengecek kebenaran tersebut.

"Setelah diketahui jika akte cerai tersebut palsu, selanjutnya pernikahan kami pun dinyatakan batal," ujarnya, dan mengaku kurang lebih 4 bulan menjalani hubungan rumah tangga dengan Muhammad Nurwahyudi.

Surat putusan batal kawin tersebut dikeluarkan pada 12 Oktober 2016, dan saat sidang putusan, menurut Sh, sempat dihadiri langsung istri sah Muhammad Nurwahyudi yakni Gusnita. "Intinya, saya ini juga korban," tegasnya.

Terkait foto buku nikah yang dikirimkannya ke Gusnita, Sh mengaku jika niatnya waktu itu ingin memastikan jika Gusnita dengan Muhammad Nurwahyudi benar-benar sudah tidak ada hubungan, dan memberi tahu bahwasanya mereka telah terlanjur menikah.

"Foto tersebut sudah lama, tahun 2016, saya juga heran kenapa sekarang baru disebut. Padahal pernikahan kami sudah batal," ucapnya.

Sementara terkait dirinya akan dipanggil pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Sh mengaku siap dipanggil. "Saya siap, sangat siap, nanti akan kita bawa bukti-bukti yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, unggahan status Gusnita di laman facebook miliknya sempat hebohkan dunia maya. Istri Muhammad Nurwahyudi itu menyebutkan jika suaminya direbut oknum PNS di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Postingan tersebut sempat ditanggapi pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti. Kepada awak media, Sekretaris BKD Bakharudin MPd, bahkan menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menidaklanjuti surat pengaduan tersebut.(rgc)


Berita Lainnya :
  • 'Satu Jari' di Kampanye Damai
  • Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye
  • SBY WO dari Kampanye Damai
  • Bendera Partai di Disediakan KPU
  • SBY Abaikan Komitmen Kampanye
  • Yenny dan Dahlan Iskan Tolak Timses
  • Jokowi Nomor 1 vs Prabowo Nomor 2
  • Alfedri Hadiri Gerakan Penanaman Mangrove
  • Bupat Siak Terima Penghargaan Dari Menkeu
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan